MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Minggu, 19 April 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Minggu, 19 April 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Sosialita

Belajar Daring Adalah Masa Depan, Cakap Teacher Academy Kembali Berdayakan 400 Pengajar

Pratama by Pratama
Sabtu, 17 Desember 2022
in Sosialita
Belajar Daring Adalah Masa Depan, Cakap Teacher Academy Kembali Berdayakan 400 Pengajar
32
VIEWS

Jakarta, Media-profesi.com – Setelah sukses tahun lalu, edtech Cakap kembali membekali 400 lebih ahli, terutama guru bahasa Inggris, melalui program Cakap Teacher Academy (CTA) sepanjang tahun 2022.

Jika tahun lalu terdapat dua angkatan (batch 1-2), maka tahun ini CTA diselenggarakan untuk 3 angkatan (batch 3-5) dengan total peserta mencapai 483. Mereka terdiri dari guru (mayoritas Bahasa Inggris), penerjemah/translator, pekerja bidang finansial (akuntan, auditor) hingga lulusan baru perguruan tinggi.

Hoesni Fuad, Teacher Management Manager Cakap, mengungkapkan bahwa antusiasme peserta setiap batch makin tinggi, hal ini tidak terlepas dari semakin banyaknya guru yang tahu tentang CTA, baik dari materi pembekalan maupun manfaatnya.

“Tahun ini CTA lebih mengedepankan  sisi  penguatan  output bagi setiap partisipan, dengan mengusung konsep workshop. Sehingga diharapkan para ahli atau guru lulusan program ini bisa lebih cakap dan fleksibel dalam mengajar, baik untuk kelas daring maupun luring,” tutur Hoesni.

Sama seperti tahun sebelumnya, materi ajar yang disampaikan secara daring terdiri dari teori belajar yang meliputi identifikasi teori belajar dan pembelajaran bahasa; manajemen kelas: mengenali manajemen dan perencanaan kelas bahasa; pengajaran Bahasa Inggris: menjelaskan tindakan-tindakan umum dalam kelas bahasa serta pengajaran mengenai standarisasi pengajaran berdasarkan CEFR (Common European Framework of Reference for Languages).

Terdapat juga materi mengenai literasi digital, yang bertujuan agar para ahli di bidang pengajaran bahasa dapat lebih cakap mengajar secara daring.

Nadiem Makarim, Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi pernah menyatakan bahwa Pandemi Covid-19 telah mengubah sistem pendidikan secara drastis, dari belajar secara tatap muka menjadi jarak jauh atau daring. Indonesia sebagai negara kepulauan dan jumlah penduduk mencapai 270 juta jiwa, mutlak memerlukan perbaikan sistem baik dari infrastruktur maupun tenaga pengajarnya, hal ini pun sejalan dengan konsep merdeka belajar yang ia perkenalkan.

“Kebijakan Merdeka Belajar memberi kemerdekaan setiap unit pendidikan berinovasi. Konsep ini harus menyesuaikan kondisi di mana proses belajar mengajar berjalan, baik sisi budaya, kearifan lokal, sosio-ekonomi maupun infrastruktur,” tutur Nadiem.

Yusuf Ari Saktianto, salah satu alumni CTA mengungkapkan arti penting metoda pengajaran secara daring, terlebih di era teknologi dan era kenormalan baru pasca-pandemi saat ini. Menurut Yusuf, CTA telah memperkaya dan memperkuat tekniknya dalam mengajar, khususnya cara meningkatkan kemampuan bahasa Inggris siswa secara lebih signifikan.

“Di era digital ini, kebutuhan edukasi semakin luas. Banyak orang-orang dari berbagai pulau di Indonesia yang ingin belajar dengan mudah dan nyaman. Melalui online teaching and learning, kita semua dapat bersatu dan mendobrak batasan ruang dan waktu untuk satu tujuan yang sama, yaitu belajar dan mengajar,” ujar Yusuf.

Tidak sedikit alumni program ini kemudian bergabung dengan Cakap sebagai mitra pengajar. Mayoritas disalurkan sebagai ahli untuk mengajar Bahasa Inggris, bagi dua juta lebih siswa secara kumulatif yang tergabung dalam ekosistem Cakap.

Made Rahayu Maheswara, adalah salah satu alumni CTA yang kini aktif mengajar siswa Cakap. Sejak bergabung hingga saat ini, setidaknya Made sudah mengajar siswa (mayoritas anak-anak dan remaja) yang berasal dari Bogor, Depok, hingga Bangli (Bali).

Made sangat menyambut program pemberdayaan seperti CTA, yang membekali calon guru maupun yang sudah menjadi guru secara dengan materi yang mudah diakses. “Dari CTA, saya belajar apa yang belum saya dapat dari kampus. Contohnya Common European Framework of Reference for Languages (CEFR) dan cara membuat lesson plan yang simpel tapi sudah mencakup semuanya,” ujar Made yang memandang bahwa saat ini belajar daring dan luring sama pentingnya.

Batch  ke-5  pemberdayaan  ini  berakhir  pada  pekan pertama Desember ini. Program CTA merupakan pengejawantahan tujuan Cakap, yang ingin menjadikan platform ini sebagai penyedia berbagai kursus bersertifikat, yang disajikan secara interaktif oleh para ahli yang kompeten.  Sehingga  bukan  hanya  siswa  yang  menjadi  sasaran  peningkatan kemampuan Cakap, tapi juga para pengajarnya.

Sejak dimulai pada tahun 2021 hingga saat ini, CTA sudah diminati oleh lebih dari 1.000 pendaftar dengan berbagai latar belakang dari seluruh Indonesia. Secara keseluruhan sudah lebih dari 1.600 tenaga pengajar yang bergabung dalam ekosistem Cakap, yang memberikan berbagai kursus yang meningkatkan keterampilan penggunanya. * (Syam/Pra)

Post Views58 Views
Tags: CakapTeacher Academy

Related Posts

Dukung UMKM Banyuwangi: Cakap Hadirkan Pelatihan Digital Bersama MDI Ventures
Ekonomi

Dukung UMKM Banyuwangi: Cakap Hadirkan Pelatihan Digital Bersama MDI Ventures

by Pratama
Rabu, 8 Januari 2025
23
Cakap Gandeng PFN Persero Dukung Industri Kreatif Indonesia Mendunia
Sosialita

Cakap Gandeng PFN Persero Dukung Industri Kreatif Indonesia Mendunia

by Wahyu
Kamis, 26 Desember 2024
21

RECOMMENDED

Hyundai Gowa Sediakan Servis Hari Minggu dan Tips Hemat BBM

Hyundai Gowa Sediakan Servis Hari Minggu dan Tips Hemat BBM

18 April 2026
5
Indonesia Women Fest 2026: Wadah Inspirasi Menyatukan Perempuan dari Berbagai Latar Belakang

Indonesia Women Fest 2026: Wadah Inspirasi Menyatukan Perempuan dari Berbagai Latar Belakang

18 April 2026
6

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    569 shares
    Share 228 Tweet 142
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    366 shares
    Share 146 Tweet 92
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    359 shares
    Share 144 Tweet 90
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    325 shares
    Share 130 Tweet 81
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    324 shares
    Share 130 Tweet 81
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM