MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Rabu, 23 September 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Rabu, 23 September 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Teknologi

Red Hat Menambahkan Kemampuan Keamanan dan Compliance Baru untuk Red Hat OpenShift

Syamhudi by Syamhudi
Kamis, 23 Februari 2023
in Teknologi
Red Hat Menambahkan Kemampuan Keamanan dan Compliance Baru untuk Red Hat OpenShift
28
VIEWS

Jakarta, Media-profesi.com – Hari ini (23/2/2023) Red Hat, Inc., penyedia solusi open source terkemuka di dunia, memperkenalkan kemampuan keamanan dan kepatuhan baru untuk Red Hat OpenShift, platform Kubernetes enterprise terdepan dalam industri.

Fitur-fitur ini, yang tersedia dengan ketersediaan umum Red Hat OpenShift 4.12, dirancang untuk membantu organisasi melakukan pengembangan beban kerja dengan lebih efisien di seluruh hybrid cloud tanpa mengorbankan keamanan.

Menurut  2023 Global Tech Outlook dari Red Hat, keamanan tetap menjadi prioritas utama pendanaan IT di berbagai kawasan dan hampir semua industri, dengan 44% responden menyebutnya sebagai 3 prioritas utama dalam pendanaan – 8 poin lebih tinggi dibandingkan prioritas tertinggi kedua, yaitu infrastruktur cloud.

Di dalam survei yang sama, keamanan menyalip inovasi saat responden ditanyakan mengenai prioritas utama untuk transformasi digital.

Keamanan IT tetap menjadi perhatian para CIO, terutama karena tantangan yang berkaitan dengan risiko keamanan akan memperlambat inovasi hybrid cloud. Transformasi digital mengharuskan pergeseran dalam pendekatan organisasi terhadap keamanan software, dan untuk merangkul teknologi cloud-native baru mereka membutuhkan solusi yang menyediakan fitur-fitur keamanan dan compliance yang terintegrasi dan lebih seamless.

Peningkatan baru yang tersedia di Red Hat OpenShift 4.12 dirancang untuk membantu organisasi memitigasi risiko dan memenuhi persyaratan compliance di semua lingkungan IT yang semakin kompleks.

Pengawasan dan compliance yang ditingkatkan untuk beban kerja meliputi cloud hybrid

Red Hat OpenShift 4.12, yang berbasis Kubernetes 1.25, memperkenalkan tiga Operator baru dan update untuk Compliance Operator, dirancang untuk meningkatkan konsistensi beban kerja dan manajemen dari pusat data ke edge.

  • Security Profiles Operator yang baru memungkinkan pengguna untuk mendistribusikan dan menggunakan profil keamanan seperti Seccomp atau SELinux dalam klaster Kubernetes dengan lebih mudah. Menggantikan proses sebelumnya yang lebih manual, Security Profiles Operator dirancang untuk menyederhanakan kreasi profil Seccomp atau SELinux, sekaligus mengelola profil di semua node dan namespace. Ini membantu tim IT membentuk profil keamanan yang hanya memberikan privilese yang diperlukan untuk proses container.
  • Peningkatan baru diperkenalkan kepada Compliance Operator yang membantu administrator Red Hat OpenShift melakukan pemindaian compliance dan memperbaiki masalah yang ditemukan. Dengan diperkenalkannya PriorityClass, admin kini memiliki kendali yang lebih baik terhadap sumber komputasi dan memori serta bisa memprioritaskan pods mana yang harus dipindai pertama, memungkinkan hasil yang lebih akurat dan membantu memastikan setiap klaster tetap compliance.
  • Ingress Node Firewall Operator baru memungkinkan pengguna untuk melakukan konfigurasi peraturan firewall pada level node. Ini membantu administrator melakukan pengendalian dari antar muka dan remote host yang bisa diakses oleh server Kubernetes API, mengendalikan trafik jaringan dengan lebih baik di dalam dan di luar node untuk keamanan yang semakin kuat.
  • Network Observability Operator baru menyediakan metrik trafik, aliran, topologi dan pelacakan jaringan yang bisa diobservasi untuk pemahaman trafik jaringan yang lebih lengkap. Operator membantu menyederhanakan pengidentifikasian bottleneck di jaringan dan membantu melakukan troubleshooting pada masalah konektivitas, yang memberikan optimasi pada performa jaringan yang ditingkatkan dalam klaster Red Hat OpenShift.

Fleksibilitas yang ditingkatkan dan opsi dengan fondasi umum

Red Hat OpenShift menyediakan fondasi yang lebih konsisten bagi organisasi untuk menjalankan aplikasi di manapun yang paling masuk akal sekaligus menggunakan tool pilihan mereka untuk membangun, menggelar, menjalankan dan meningkatkan aplikasi dengan fokus pada keamanan.

Red Hat OpenShift 4.12 memberikan pilihan yang bahkan lebih besar bagi organisasi untuk menggelar Red Hat OpenShift dan memungkinkan tim IT untuk memenuhi persyaratan teknologi yang dinamis dengan lebih baik. Fitur baru yang mendukung fleksibilitas lebih luas ini di antaranya:

  • Dukungan untuk Red Hat OpenShift on Arm kini meliputi dukungan untuk menggelar instances berbasis Red Hat OpenShift on Arm di Microsoft Azure
  • Penginstal berbasis agen untuk penggelaran yang disconnected memberikan cara yang mudah dan bisa diulangi untuk menggelar klaster edge Red Hat OpenShift dalam skala besar dan berproduksi dengan hardware terbatas atau tanpa hardware tambahan. Penginstal berbasis agen dioptimalkan untuk penggelaran Red Hat OpenShift yang disconnected dan air-gapped untuk bare metal, vSphere, dan platform agnostik. Dengan menggunakan penginstal berbasis agen, organisasi bisa menggelar semua topologi yang didukung Red Hat OpenShift termasuk klaster node tunggal, klaster padat tiga node, atau klaster standar yang memiliki ketersediaan tinggi.
  • Dukungan siklus hidup yang diperpanjang dengan memberikan perpanjangan update support selama enam bulan untuk rilis genap Red Hat OpenShift pada arsitektur x86_64. Dimulai dengan Red Hat OpenShift 4.12, pengguna akan di-support selama 24 bulan sehingga mereka memiliki fleksibilitas lebih besar untuk membuat perencanaan dan mengoperasionalkan upgrade yang diberikan.

Ketersediaan

Red Hat OpenShift 4.12 kini tersedia secara umum. Untuk informasi lebih lanjut, termasuk cara mengupgrade ke versi terbaru, tersedia di sini. * (Syam)

Post Views114 Views
Tags: Open ShiftRed Hat

Related Posts

IBM dan Red Hat Luncurkan Lightwell, AI untuk Menutup Celah Keamanan Open Source
Teknologi

IBM dan Red Hat Luncurkan Lightwell, AI untuk Menutup Celah Keamanan Open Source

by Pratama
Selasa, 8 September 2026
44
Red Hat Bikin Tata Kelola AI Lebih Cepat, dari Policy hingga Siap Produksi
Teknologi

Red Hat Bikin Tata Kelola AI Lebih Cepat, dari Policy hingga Siap Produksi

by Syamhudi
Senin, 24 Agustus 2026
38

RECOMMENDED

CAFTA 3.0 Bergulir, Indonesia Bidik Lonjakan Ekspor dan Investasi Teknologi di Tiongkok

CAFTA 3.0 Bergulir, Indonesia Bidik Lonjakan Ekspor dan Investasi Teknologi di Tiongkok

23 September 2026
2
OMRON: Jangan Tunggu Jantung Beri Sinyal Bahaya, Kampanye “Don’t Miss A Beat” Dorong Deteksi Dini

OMRON: Jangan Tunggu Jantung Beri Sinyal Bahaya, Kampanye “Don’t Miss A Beat” Dorong Deteksi Dini

23 September 2026
6

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    601 shares
    Share 240 Tweet 150
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    402 shares
    Share 161 Tweet 101
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    395 shares
    Share 158 Tweet 99
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    365 shares
    Share 146 Tweet 91
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    362 shares
    Share 145 Tweet 91
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi
  • Contact
  • Media Partner

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM