MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Rabu, 29 April 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Rabu, 29 April 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Nasional

GSK Indonesia dan PDPI Luncurkan Kampanye #PeduliParuOK

Pratama by Pratama
Selasa, 21 November 2023
in Nasional
GSK Indonesia dan PDPI Luncurkan Kampanye #PeduliParuOK
51
VIEWS

Jakarta, Media-profesi.com – Kampanye Peduli Paru OK diharapkan mampu meningkatkan kepedulian masyarakat dengan atau tanpa risiko PPOK, agar secara lebih dini mengambil tindakan nyata demi pemahaman terhadap PPOK yang lebih baik, dan segera berkonsultasi ke Dokter jika menemukan gejala atau keluhan yang relevan.

Sebagai bagian dari peringatan Hari Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) Sedunia 2023 (World COPD Day 2023), GSK bersama PDPI bersama-sama mengadakan Kampanye Peduli Paru OK pada kegiatan Car Free Day (CFD) di sekitaran Bundaran HI, Jakarta.

Kegiatan Kampanye Peduli Paru OK merupakan kelanjutan dari kerja sama antara GSK Indonesia dan PDPI yang penandatanganan Nota Kesepahamannya disaksikan langsung oleh perwakilan Kementerian Kesehatan pada bulan Mei 2023 yang lalu.

November adalah bulan kesadaran Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) sedunia. Tema yang diangkat tahun ini adalah “Breathing is Life, Act Earlier”. Tajuk ini sejalan dengan harapan bersama agar masyarakat dapat mempunyai kepedulian lebih tinggi terhadap penyakit paru, khususnya PPOK, juga bisa memahami tatalaksana dan pencegahannya demi kualitas hidup yang lebih baik.

“Selama lebih dari 50 tahun, GSK telah menjadi pemimpin global dalam penyakit pernapasan, dan kepemimpinan kami terus menerus memainkan peranan penting dalam membantu pasien penyakit pernapasan untuk bernapas lebih baik. Menjadi suatu kebanggaan bagi kami untuk dapat meluncurkan Kampanye Peduli Paru OK bersama dengan PDPI yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan paru demi kualitas hidup dan produktivitas pribadi yang lebih baik walaupun kualitas udara belum tentu mendukung,“ ujar Manish Munot selaku President Director & General Manager GSK Indonesia.

Laporan Global Initiatives for Chronic Obstructive Lung Disease (GOLD) 2023, menyebutkan bahwa faktor risiko PPOK paling umum adalah asap rokok dan polusi udara, yang berasal dari partikel kimia, gas industri atau rumah tangga. Saat ini, PPOK juga menjadi salah satu dari tiga penyebab kematian tertinggi di dunia. Sebanyak 90% dari kematian ini terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Jumlah penderita PPOK di Indonesia diperkirakan terdapat 4,8 juta orang dengan prevalensi 5,6% menurut data dari Pedoman Diagnosis dan Penatalaksanaan PPOK di Indonesia yang diterbitkan oleh PDPI tahun 2023. Jumlah ini akan terus meningkat, seiring dengan pertumbuhan jumlah perokok dan kualitas udara yang kurang baik di beberapa wilayah Indonesia.

Manish menambahkan, kami berharap Kampanye Peduli Paru OK mampu menginspirasi masyarakat yang berisiko dan membantu pasien untuk mendapatkan informasi PPOK terkini, sehingga bisa berkonsultasi lebih dini ke Dokter untuk tatalaksana yang tepat.

PPOK umum ditemukan pada populasi masyarakat berusia di atas 40 tahun dengan beberapa faktor risiko. Pasien cenderung kurang menyadari saat didiagnosis PPOK, sehingga sering kali datang ke Dokter dalam kondisi yang lebih buruk. PPOK disebabkan oleh peradangan saluran napas jangka panjang, yang menimbulkan keluhan batuk menahun, sesak napas, produksi dahak berlebihan, yang membatasi aktivitasnya sehari-hari dan menurunkan kualitas hidupnya.

Untuk mengampanyekan pola hidup sehat, salah satunya melalui olahraga untuk kualitas pernapasan yang lebih baik, Kampanye Peduli Paru OK membuka akses pada pengunjung CFD bisa ikut serta di dalam berbagai macam aktivitas seperti jalan santai bersama, zumba dan permainan edukatif. Masyarakat juga bisa mengikuti akun Instagram @PeduliParu_OK untuk senantiasa membarui informasi seputar kesehatan paru langsung dari pakarnya.

Pentingnya Edukasi PPOK

Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) tetap menjadi tantangan serius dalam kesehatan masyarakat. PPOK meningkatkan risiko kematian, memengaruhi kualitas hidup, menurunkan produktivitas pasien dan menambah beban pembiayaan terkait kesehatan secara umum.

“Kolaborasi berbagai stakeholders diperlukan untuk percepatan edukasi terkait kesehatan paru. Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) menyambut baik kegiatan Kampanye Peduli Paru OK ini serta mengajak seluruh masyarakat bisa bergabung dalam peringatan Hari PPOK Sedunia 2023, dan ikut berkontribusi meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan paru,” tutur dr. Triya Damayanti, SpP(K), Ph.D, selaku Perwakilan Kelompok Kerja Asma dan PPOK, PDPI.

dr Triya Damayanti, SpP(K), Ph.D menambahkan, PPOK berhubungan erat dengan kejadian flu yang serius. Data Centers for Disease Control (CDC) menunjukkan 9 dari 10 orang yang dirawat di Rumah Sakit akibat flu ternyata juga menderita penyakit kronis seperti PPOK, sehingga sangat direkomendasikan agar semua orang berusia 6 bulan atau lebih untuk menerima vaksin flu setiap tahunnya. Hal ini juga menjadi hal yang penting bagi pasien PPOK.

Dukungan Pemerintah Terhadap Pencegahan PPOK

Kementerian Kesehatan RI melalui Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/Menkes/687/2019 tentang Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Penyakit Paru Obstruktif Kronis, menggarisbawahi penanganan dan pencegahan PPOK sebagai salah satu kebijakan kesehatan nasional di Indonesia.

Edukasi merupakan hal penting dalam pengelolaan jangka panjang pada PPOK, karena edukasi pada PPOK jelas berbeda dengan edukasi pada penyakit pernapasan lain seperti asma. PPOK adalah penyakit kronis yang ireversibel dan progresif, sehingga inti dari edukasi adalah menyesuaikan keterbatasan aktivitas dan mencegah kecepatan perburukan fungsi paru. Edukasi yang penting untuk diberikan untuk menjadi sarana pencegahan PPOK, antara lain:

  1. Pengetahuan dasar PPOK
  2. Obat-obatan, manfaat dan efek sampingnya
  3. Cara pencegahan perburukan penyakit
  4. Menghindari risiko (salah satunya dengan berhenti merokok)
  5. Penyesuaian aktivitas.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI, dr. Mohammad Syahril, Sp.P, MPH, menyoroti pentingnya edukasi PPOK bagi masyarakat sebagai upaya untuk menurunkan angka kejadian penyakit tersebut. “PPOK tidak dapat disembuhkan, tetapi gejalanya akan membaik apabila pasien menghindari faktor risiko dan mendapatkan vaksin pencegahan infeksi. Hari PPOK Sedunia menjadi momentum yang bertujuan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat akan PPOK, termasuk faktor risiko, gejala dan keluhan, pencegahan dan tatalaksananya. Saya sangat mengapresiasi kerjasama inisiasi oleh GSK Indonesia dan PDPI untuk terus mendukung pemerintah dalam meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap PPOK, salah satunya melalui Kampanye Peduli Paru OK,” tutup dr. Syahril. * (Syam/Pra)

Post Views86 Views
Tags: GSK IndonesiaOlah RagaPeduli ParuPenyakit Paru

Related Posts

Armand Maulana Bersama Ratusan Warga Jakarta Healing Pakai So Fresh Minyak Angin Aromatherapy
Gaya Hidup

Armand Maulana Bersama Ratusan Warga Jakarta Healing Pakai So Fresh Minyak Angin Aromatherapy

by Syamhudi
Senin, 1 Juli 2024
26
Rayakan World Wellness Weekend Bersama Evolution Wellness Indonesia
Gaya Hidup

Rayakan World Wellness Weekend Bersama Evolution Wellness Indonesia

by Wahyu
Selasa, 19 September 2023
29

RECOMMENDED

iCAR V23 dan V27, Satu Filosofi dengan Peran Berbeda

iCAR V23 dan V27, Satu Filosofi dengan Peran Berbeda

29 April 2026
8
Chery Siapkan 13 Model Baru untuk 2026–2030 untuk Perkuat Arah Global “For Family”

Chery Siapkan 13 Model Baru untuk 2026–2030 untuk Perkuat Arah Global “For Family”

29 April 2026
5

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    569 shares
    Share 228 Tweet 142
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    366 shares
    Share 146 Tweet 92
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    359 shares
    Share 144 Tweet 90
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    325 shares
    Share 130 Tweet 81
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    324 shares
    Share 130 Tweet 81
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM