MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Sabtu, 18 April 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Sabtu, 18 April 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup

Kalahkan Argentina: Belajar dari Buffon dan Figo

Syamhudi by Syamhudi
Kamis, 29 Agustus 2024
in Gaya Hidup
Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

99
VIEWS

Penulis: Sabpri Piliang – Wartawan Senior

Jakarta, Media-profesi.com – Gianluiggi Buffon (Italia), bukan nama sembarangan di ‘blantika’ sepakbola. Juga Ricardo Izecson dos Santos Leite. Lebih akrabnya dipanggil Kaka (Brasil). Pula, yang kemahabintangannya tak diragukan, Luis Fillipe Madeira Caeiro Figo. Lebih dikenal sebagai Luis Figo (Portugal).

Ketiganya adalah ‘ikon’ yang boleh ditiru. Untuk dijadikan inspirator, memberi nama anak, nama restoran atau cafe, dengan sebutan: Figo, Kaka, atau Buffon. Boleh juga Lionel Messi (Messi), atau Ronaldo, misalnya. Siapa tahu, sang anak bisa menjelma jadi pesepakbola hebat kelak. Atau restoran dan cafe-nya, ‘mencuri’ perhatian pengunjung.

Kaka, sebelum menjadi pemain besar dunia, sejatinya menapak dari bawah (yunior). Menapak dari Timnas Brasil U-20, Kaka dengan cepat menjelma menjadi mesin gol bersama Klub elite Liga Italia, AC Milan yang ‘membelinya’

Pencetak gol terbanyak di Piala Champion 2006-2007, Kaka beroleh gelar Ballon d’Or 2007. Begitu juga dengan Gianluiggi Buffon. Lebih dari 1.100 kali penampilan internasional, Buffon yang juga berangkat dari yunior Italia U-20, digelari sebagai penjaga gawang terbaik Serie A Italia.

Sementara Luis Figo, mendapatkan Ballon d’Or tahun 2000. Dia sempat dijuluki oleh legenda sepakbola Pele. Sebagai bagian dari 100 pemain terbaik dunia yang masih hidup (2004).

“Bermain air basah, bermain api hangus”. Ketiga pemain hebat ini, pasti pernah susah, untuk menjadi terkenal. Bekerja keras dan berlatih, mencari contoh untuk dijadikan inspirasi. Jadilah ketiganya,  menginspirasi banyak orang.

Sebagai pelajaran, tentu! Pemain-pemain yunior sepakbola di mana pun, memandang: Figo, Kaka, dan Buffon adalah teladan masa lalu. Termasuk Timnas U-20 asuhan pelatih Indra Sjafri, yang meniti karier, setelah masa ke-emasan: Buffon, Kaka, dan Figo berakhir. Akan meneladani mereka.

Pelajaran itu, kini dipetik oleh Alfahrezi Buffon, Arkhan Kaka, Figo Dennis, Kadek Arel, Iqbal Gwijangge, Maouri Ananda, dkk. Mereka adalah bagian dari sejarah Timnas Yunior Indonesia (U-20) yang kemarin (28/8) mengalahkan Timnas U-20 Argentina 2-1. Di turnamen mini “Earth On Us Cup” 2024, di Seoul (Korea Selatan).

Sabpri Piliang - Wartawan Senior
Sabpri Piliang – Wartawan Senior

Sebuah pencapaian mumpuni. Setelah ‘babak belur’, di Turnamen Toulon Cup (Perancis), Juni (2024) lalu. Berada di Group berat, Timnas Asuhan Indra Sjafri, kala itu dikalahkan oleh: Ukraina, Panama, Jepang, dan Italia.

Namun, itu terbayar lunas di turnamen “Seoul Earth On Us Cup”, semalam. Turnamen bergengsi ini adalah ajang untuk mengukur timnas yunior Indonesia. Hasilnya, mengalahkan enam kali juara dunia U-20 Argentina. Sebuah hal yang mengejutkan.

Menerawang, ke 45 tahun lalu. Saat Timnas U-20 Indonesia dibantai 0-5 oleh Maradona cs (Argentina) di Tokyo (Jepang). Saat Piala Dunia U-20, di mana Argentina adalah juaranya.

Nama-nama pemain pilihan ‘coach’ Indra Sjafri: Alfahrezi Buffon, Arkhan Kaka, dan Figo Dennis, di skuad U-20 Indonesia. Tentu akan menjadi pegangan, agar terus meningkatkan kemampuan teknis bermain.

Spirit Luis Figo, Kaka, dan Gianluiggi Buffon, tentu memberi inspirasi khusus, kepada Alfahrezi, Arkhan, dan Dennis. Agar bisa bermain baik, dan sebagus para legenda itu.

Dalam pertandingan Indonesia vs Argentina kemarin, Maori Ananda dan Kadek Arel, menjadi bintang Timnas Indonesia. Dua “assist” Maori Ananda, menghasilkan gol sundulan Kadek Arel, dan penalti akibat pelanggaran terhadap Muhammad Ragil di kotak terlarang.

Eksekusi dengan sangat tenang, dilakukan oleh Mouri Ananda, dan gol. Sementara gol Argentina dilesakkan Mirko Juarez.

Bila statistik agresifitas pertandingan saat melawan Argentina, bisa dipertahankan terus. Yaitu ‘ball possession’ 65:36 persen, ‘foul’ (6-10), ‘shoot’ (10-7), ‘pass Accuracy’ (87-76), ‘yellow card’ (1-4), melawan Thailand (30/8), dan Korea Selatan (1/9), menjuarai turnamen Earth On Us Cup 2024, sangat mungkin didapat.

Kemenangan atas Argentina, akan menjadi pijakan berlaga di kualifikasi Piala Asia (21-29 September 2024) mendatang. Piala Asia U-20 sendiri akan diikuti 16 Tim, dan berlangsung di Tiongkok, Pebruari 2025.

Setelah ‘match’ Indonesia versus Argentina, pertandingan ke-2 semalam, Korea Selatan melibas Thailand 4-1. Setidaknya, Pasukan ‘Uda’ Indra Sjafri sudah bisa mengukur kekuatan Thailand itu, seperti apa.

Rodrigo Stocco, Thomas Bernardoni, Batista Morel dkk, adalah pemain-pemain pilihan pelatih Claudio Gugnali. Meskipun kalah dari Timnas Indonesia, Argentina bisa saja memborong dua pertandingan sisa versus Thailand dan tuan rumah Korea.

Namun, tentu Indonesia akan coba memenangkan semua sisa pertandingan, untuk menjadi juara.

Satu pepatah Minang. “Gabak (redup) di hulu, tanda akan hujan”. Satu peristiwa yang akan datang, sesungguhnya sudah bisa dilihat sekarang.

Semoga saja, mengalahkan Tim rangking satu dunia Argentina. Adalah tanda. Tanda Indonesia akan menjuarai turnamen. Sebuah pencapaian yang sangat membanggakan. Kita doakan. * (Syam) – Foto: Istimewa

Post Views79 Views
Tags: koreaSeoulTimnas ArgentinaTimnas IndonesiaTimnas U19

Related Posts

Kreator Terbaik Indonesia Bersinar di Panggung Global, Berikut Daftar Lengkap Pemenang
Gaya Hidup

Kreator Terbaik Indonesia Bersinar di Panggung Global, Berikut Daftar Lengkap Pemenang

by Pratama
Minggu, 1 Februari 2026
27
Kia Perkenalkan Vision Meta Turismo Concept, Memadukan Ruang Interior Bernuansa Lounge
Ekonomi

Kia Perkenalkan Vision Meta Turismo Concept, Memadukan Ruang Interior Bernuansa Lounge

by Wahyu
Selasa, 6 Januari 2026
11

RECOMMENDED

Hyundai Perkenalkan Premium Courtesy Car Program Sebagai Layanan Mobil Pengganti

Hyundai Perkenalkan Premium Courtesy Car Program Sebagai Layanan Mobil Pengganti

17 April 2026
10
iCAR V23 Gabungkan Intelligent Driving System Melalui Dukungan Qualcomm Snapdragon

iCAR V23 Gabungkan Intelligent Driving System Melalui Dukungan Qualcomm Snapdragon

17 April 2026
10

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    569 shares
    Share 228 Tweet 142
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    366 shares
    Share 146 Tweet 92
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    359 shares
    Share 144 Tweet 90
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    325 shares
    Share 130 Tweet 81
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    324 shares
    Share 130 Tweet 81
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM