MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Minggu, 21 Juni 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Minggu, 21 Juni 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup

PEMBINAAN ERICK & STY: Sepak Bola, Bukan “Simsalabim”

Wahyu by Wahyu
Rabu, 18 Desember 2024
in Gaya Hidup
PEMBINAAN ERICK & STY: Sepak Bola, Bukan “Simsalabim”

Foto: Istimewa

96
VIEWS

Penulis: Sabpri Piliang – Wartawan Senior

Jakarta, Media-profesi.com – Belajarlah bersabar! Seperti kesabaran Jepang, hingga menjadi seperti sekarang. Tak ada yang “Instant”, tak ada jalan pintas.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir, sudah “on the right track“. Pilihan terhadap pelatih Shin Tae Yong (STY) berada di Jalur yang tepat. STY bukan “pemain sulap”, dengan “simsalabim”. Lalu, ‘jadilah’!

Tidak mudah bagi Erick maupun STY. Menyulap menjadi kebiasaan-kebiasaan baik, dalam pembinaan sepak bola nasional.  Tidak gampang pula mengubah kebiasaan-kebiasaan buruk yang telah “mendaging” terlalu lama.

Fase-fase awal melatih Timnas Indonesia, STY telah memberitahu kepada pemain. Kemajuan sepak bola Indonesia, dimulai dari kepatuhan terhadap regulasi.

Pelatih Timnas Indonesia ShinTae Yong (Foto: Istimewa)

Beberapa pemain, dipulangkan terlalu dini, hanya karena terlambat datang. Atau tidak datang saat dibutuhkan, dan menolak bergabung dengan Timnas. Jangan harap, mantan pelatih Timnas Korea Selatan ini memanggilnya kembali, setelah itu.

Pemain muda seperti Ramai Rumakiek (22 tahun) dan Elkan Baggot (22 tahun), adalah dua pemain yang tidak pernah lagi dipanggil STY. Tidak berprestasi?

Rumakiek (Persipura), dengan kinerja bagus di lini serang, lalu Elkan Baggot (Ipswich Town) di garis pertahanan. Adalah “valuable”.

Saya yakin STY menilai keduanya. Memiliki masa depan dan berbakat. Ada faktor non-teknis yang membuat dia kekeh, bahwa pembangunan sepak bola Indonesia, harus dimulai dari hal sepele. Seperti yang dilihatnya pada Rumakiek dan Baggot.

Sabpri Piliang – Wartawan Senior

Pelatih sekelas Shin Tae Yong, memiliki prinsip kebebasan yang tak bisa “diganggu”. Bahasa mudahnya, tak mau di-intervensi, menyangkut pemilihan pemain dan hal-hal prinsip untuk mencapai kemenangan.

Secara harfiah, saya suka dengan Ramai Rumakiek. Lini serang dan daya dobrak Timnas sangat hidup. Semasa dia memperkuat Timnas Indonesia di beberapa “matchday”. Begitu juga Baggot, penetrasi serang dan bertahannya sama-sama bagus.

Mustahil bagi pelatih (andai bukan Shin Tae Yong), untuk tidak memanggil Rumakiek dan Baggot. Sama mustahilnya, seperti pelatih Daniel Pasarella yang tidak memanggil gelandang bertahan elegan Argentina, Fernando Redondo.

Fernando Carlos Redondo Neri (Fernando Redondo) salah satu pemain bintang yang berkontribusi secara ofensif, dan kreatif. Ikut merasakan atmoshfer  “World Cup” 1994, memenangkan Piala Konfederasi  FIFA (1992), dan Copa America (1993). Di tangan Daniel Pasarella tak ada kompromi. Regulasi harga mati.

Sekalipun semasa menjadi kapten Timnas Argentina (1978), “starting eleven”-nya berambut sebahu seperti: Mario Kempes, Leopoldo Luque, Alberto Tarantini, Ubaldo Fillol. Daniel Pasarella meminta anggota Timnas Piala Dunia Argentina (1998) di Perancis, tak berambut panjang, dan tak memakai anting.

Fernando Redondo menolak regulasi itu. Daniel Pasarella serta merta mencoret Redondo, dan sekaligus mengakhiri kariernya di sepak bola Argentina.

Foto: Istimewa

Shin Tae Yong, juga Ketua Umum PSSI Erick Thohir punya tenggat, punya ‘schedule’, atau “deadline”. Namun, tentu juga tidak ‘instant’.

Pola lateral (horisontal) rekrutmen naturalisasi pemain saat ini, juga punya tenggat. Pasti ada masanya untuk direduksi.

Kapan? Semua ada tenggat, saat mana pembinaan berjenjang, terencana, dan fundamental, seperti yang dilakukan Jepang. Bisa kita lakukan di sini.

Pola naturalisasi, saat ini sudah tepat. Kita membutuhkannya sebagai pemacu prestasi. Hingga satu titik (tenggat), Erick Thohir dan Shin Tae Yong berhasil mengangkat prestasi monumental. Lolos ke Piala Dunia 2026, misalnya. Atau finalis Piala Asia.

Pada “Summer” 1830, Victor Hugo (pengarang Perancis). Merasa mustahil memenuhi tenggat penerbitan buku, seperti yang dia janjikan. Namun, naskah buku barunya terbengkalai.

Berpikir positif dan yakin dengan kemampuan Hugo. Penerbit menambahkan tenggat penerbitannya hingga 1831.

Melihat “track record” kepengarangann Victor Hugo, beranalogi ke “coach” Shin Tae Yong (STY), dan pengalaman empirik Ketua Umum PSSI selama lima tahun di Inter Milan. Kita yakin, Timnas Indonesia sudah berada di tangan yang tepat, dengan program yang tepat.

Foto: Istimewa

Victor Hugo membuktikan. Shin Tae Yong membuktikan. Bekerja keras, disiplin, dan tegakan regulasi adalah kunci sukses.

Menulis tanpa kenal waktu (habis-habisan), selama “Autmn” (musim gugur), Victor Hugo menebus keterlambatannya.

Buku baru ber-“banner”, “The Hunchback of Notre Dame”, terbit persis dua minggu lebih cepat dari yang ditargetkan “publisher” (penerbit). Hugo “mengalahkan” segala “barrier” yang berat, dan segala kendala teknis dan non-teknis.

Seandainya, 20 Maret 2025 Timnas Indonesia mengalahkan Australia yang lebih berat. Lalu menjungkalkan China dan Bahrain (home). Ini bagus.

Berarti, tenggat tak sampai enam tahun (potong wabah Korona dua tahun), Shin Tae Yong dan Erick Thohir berhasil membawa Timnas Indonesia. Lebih cepat ke pentas dunia, Piala Dunia 2026.

Disiplin dan tegakan regulasi. Adalah kunci sukses sepak bola Indonesia. * (Syam/Wah) – Foto: Istimewa

Post Views119 Views
Tags: AFC ChampionshipErick ThohirFIFAPiala DuniaPSSISepak BolaShin Tae Yong (STY)Timnas Indonesia

Related Posts

Bukan Sekadar Nobar, Ini Cara LEPAS Ubah Perjalanan Jadi Bagian dari Euforia Sepak Bola 2026
Gaya Hidup

Bukan Sekadar Nobar, Ini Cara LEPAS Ubah Perjalanan Jadi Bagian dari Euforia Sepak Bola 2026

by Wahyu
Jumat, 19 Juni 2026
10
Kia Kerahkan 660 Kendaraan untuk Piala Dunia 2026, Ada Aktivitas Seru untuk Fans
Gaya Hidup

Kia Kerahkan 660 Kendaraan untuk Piala Dunia 2026, Ada Aktivitas Seru untuk Fans

by Wahyu
Rabu, 17 Juni 2026
16

RECOMMENDED

Motor dan Ponsel Hilang Bersamaan, Pengguna ALVA Ungkap Fitur yang Selamatkan Kendaraannya

Motor dan Ponsel Hilang Bersamaan, Pengguna ALVA Ungkap Fitur yang Selamatkan Kendaraannya

20 Juni 2026
9
Mengubah Cara Pandang soal Bank Syariah, Rumah Sahabat BCA Syariah Hadirkan Konser DEWA 19 hingga Konsultasi Mental Gratis

Mengubah Cara Pandang soal Bank Syariah, Rumah Sahabat BCA Syariah Hadirkan Konser DEWA 19 hingga Konsultasi Mental Gratis

20 Juni 2026
10

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    576 shares
    Share 230 Tweet 144
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    371 shares
    Share 148 Tweet 93
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    366 shares
    Share 146 Tweet 92
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    334 shares
    Share 134 Tweet 84
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    333 shares
    Share 133 Tweet 83
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM