MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Sabtu, 13 Juni 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Sabtu, 13 Juni 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Di tahun ke-80 Indonesia Merdeka Masih Menghadapi Kesenjangan Tenaga Kerja di Masa Depan

Pratama by Pratama
Sabtu, 16 Agustus 2025
in Ekonomi
Di tahun ke-80 Indonesia Merdeka Masih Menghadapi Kesenjangan Tenaga Kerja di Masa Depan
15
VIEWS

Jakarta, Mediaprofesi.id – Pada saat ekonomi global dan domestik menghadapi tantangan yang signifikan, apakah perusahaan masih melihat daya saing tenaga kerja sebagai prioritas? Bagaimana komitmen untuk meningkatkan keterampilan ini sejalan dengan aspirasi Indonesia saat merayakan ulang tahun ke-80 kemerdekaannya?

Menandai ulang tahun ke-80 kemerdekaannya, Indonesia masih menghadapi tantangan kesenjangan keterampilan yang terus-menerus dalam hal tenaga kerja. Menurut BPS (2022), lebih dari separuh tenaga kerja Indonesia dipekerjakan dalam posisi yang tidak relevan dengan latar belakang pendidikan atau keahlian mereka.

Ketidaksesuaian ini berkontribusi pada angka pengangguran 7,28 juta, dengan pemuda (usia 15-24) menyumbang 3,55 juta. Khususnya, 871.860 di antaranya memegang gelar sarjana (BPS, Februari 2025), namun berjuang untuk menemukan pekerjaan yang sesuai dengan kualifikasi mereka. Sementara itu, pemberi kerja menghadapi persaingan yang semakin ketat untuk mendapatkan bakat dengan kemampuan yang tepat.

“Investasi di Indonesia bergeser ke sektor yang lebih padat modal, dan keterampilan yang kita butuhkan berubah sesuai dengan hal tersebut. Kita harus menyesuaikan pelatihan untuk mengimbangi industri dan teknologi,” kata Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Shinta W. Kamdani.

Kebutuhan tenaga kerja terampil merupakan tantangan nyata yang mempengaruhi rencana pemerintah untuk mencapai Indonesia Emas 2045. Masih ada 20 tahun lagi, tetapi Indonesia harus bergerak cepat.

Tantangan dan kebutuhan tenaga kerja sektor bisnis

Bahkan di tengah ekonomi yang lamban, berinvestasi dalam peningkatan keterampilan adalah langkah strategis: membekali tim dengan literasi digital, analisis data, dan praktik berkelanjutan meningkatkan ketahanan, memperkuat kapasitas inovasi, dan mempersingkat waktu produktivitas saat pasar pulih.

Pemerintah terus mengejar pertumbuhan ekonomi 8%, sebagian didorong oleh sektor-sektor strategis seperti pariwisata. Menyumbang 4,01% terhadap PDB pada Q3-2024, pariwisata telah berkembang di luar Bali dan Jakarta ke kota-kota sekunder dan tujuan berkembang, menciptakan permintaan baru untuk pekerja terampil di bidang perhotelan, transportasi, dan layanan pengunjung.

Pada saat yang sama, teknologi membentuk kembali cara destinasi dipromosikan dan bagaimana pengalaman disampaikan. Pengusaha sekarang mencari kemampuan dalam pemasaran digital, desain pengalaman pelanggan, analitik data, dan layanan yang didukung teknologi.

Sebanyak 11,9% dari total tenaga kerja di Indonesia bekerja di hotel, restoran, dan transportasi (BPS 2019) dengan keterbatasan keterampilan.

Kesenjangan ini dirasakan di sektor lain, di mana perusahaan melaporkan kesulitan menemukan pekerja yang menggabungkan keahlian di bidangnya dengan keterampilan eksekusi seperti komunikasi, kepemimpinan, dan pemecahan masalah. “Penyedia pendidikan Australia dapat memperkuat sisi teknis juga soft-skill,” kata Direktur Katalis Paul Bartlett. “Di situlah bisnis dapat berkembang, dengan menggabungkan kemampuan di bidangnya dengan kepemimpinan, komunikasi, dan pemikiran kritis.”

Jawaban Bilateral: Indonesia-Australia Skills Exchange (IASE)

Peningkatan keterampilan tenaga kerja Indonesia menjadi agenda penting yang diuraikan dalam Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA). Kolaborasi ini membuka peluang bagi perusahaan Indonesia di berbagai sektor, termasuk pariwisata, kesehatan, TI, bisnis, pertambangan dan pertanian, untuk mendapatkan pelatihan keterampilan berkualitas dari penyedia pendidikan Australia.

Indonesia-Australia Skills Exchange (IASE) hadir sebagai solusi praktis yang berorientasi pada kebutuhan pemberi kerja. Melalui IASkills.org, pelaku usaha dan lembaga publik Indonesia dapat terhubung langsung dengan penyedia pelatihan Australia yang terjamin kualitasnya di berbagai sektor.

IASE dirancang berdasarkan kebutuhan tempat kerja yang nyata. Pengusaha dapat mencari kursus, menghubungi satu atau beberapa penyedia untuk membahas rencana pelaksanaan, atau mengajukan tender dengan rincian jumlah peserta, durasi, metode (online, hibrid, tatap muka), dan anggaran.

Penyedia pelatihan kemudian memberikan penawaran yang disesuaikan, sehingga proses pencocokan antara kebutuhan dan Solusi menjadi lebih cepat, dengan hasil pembelajaran yang langsung dapat dikur di tempat kerja.

“Platform IASkills.org saat ini memiliki 50 penyedia dan lebih dari 300 kursus dan terus berkembang,” kata Clarice Campbell, Skills Lead Adviser Katalis. “Jika Perusahaan memiliki kebutuhan pelatihan tertentu, Anda dapat mempostingnya di platform dan penyedia akan membalas.”

Bagi pemberi kerja, IASE membantu mengatasi tiga poin tantangan utama:

(1) menemukan penyedia pelatihan yang kredibel dengan pengalaman relevan di Indonesia maupun kawasan;

(2) membandingkan penawaran dan opsi pelaksanaan secara cepat; dan

(3) merancang program pelatihan yang benar-benar sesuai kebutuhan mulai dari kredensial mikro hingga peningkatan kapasitas selama berberapa bulan, tanpa harus membangun proses pengadaan yang rumit dari nol.

Mengapa Mitra Australia?

Ekosistem pelatihan Australia, mencakup universitas, TAFE, dan penyedia pelatihan spesialis, dikenal dengan program terapan yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja. Banyak penyedia telah berpengalaman di Asia Tenggara dan mampu penyesuaikan diri dengan regulasi serta standar industri Indonesia. Secara kritis, mereka mampu menggabungkan kompetensi teknis (misalnya, keselamatan pasien, keselamatan tambang, sistem tenaga, kebersihan dunia maya) dengan soft skill yang mendorong adopsi dan memberikan dampak terukur di tempat kerja.

Hal ini relevan bagi kondisi demografi dan pendidikan Indonesia. Dengan sebagian besar tenaga kerja pendidikan menengah atau kejuruan dan memiliki kualifikasi formal yang terbatas, pengusaha membutuhkan jalur pengembangan yang sesuai dengan tititik awal pekerja: praktis, modular, disampaikan dalam model fleksibel, dan disesuaikan dengan dunia kerja di Indonesia. IASE menghadirkan seluruh jalur tersebut dalam satu wadah.

Menuju Indonesia yang Lebih Kompetitif dan Mandiri

Saat Indonesia melihat ke tahun 2045, masa depan bangsa tidak hanya bertumpu pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada kekuatan manusianya. Berinvestasi dalam pengembangan keterampilan di saat ini akan memastikan tenaga kerja siap memimpin inovasi dan berkontribusi pada pemulihan ekonomi yang berkelanjutan.

Melalui kemitraan strategis dan komitmen pada pengembangan SDM, termasuk lewat inisiatif seperti IASE, sektor swasta akan memegang peran penting dalam membangun Indonesia yang lebih kompetitif dan mandiri seraya mendorong produktivitas, keselamatan, kepatuhan, dan pertumbuhan. * (Syam/Pra)

Post Views208 Views
Tags: HUT RI 80IASETenaga Kerja

Related Posts

Wadhwani Foundation Soroti Tantangan dan Kesenjangan Ketenagakerjaan Indonesia
Sosialita

Wadhwani Foundation Soroti Tantangan dan Kesenjangan Ketenagakerjaan Indonesia

by Syamhudi
Kamis, 18 Desember 2025
11
Hasil Penelitian Menemukan Faktor Kunci Kesuksesan Tunanetra Bekerja di sektor Formal
Ekonomi

Hasil Penelitian Menemukan Faktor Kunci Kesuksesan Tunanetra Bekerja di sektor Formal

by Syamhudi
Kamis, 3 Oktober 2024
35

RECOMMENDED

Dari Ratu Drift ke Balap Touring, Mampukah Rachel Cia Bersinar di Mandalika?

Dari Ratu Drift ke Balap Touring, Mampukah Rachel Cia Bersinar di Mandalika?

13 Juni 2026
7
Tak Sekadar Lomba, Kompetisi Daihatsu Ini Siapkan Generasi Siap Kerja di Industri Otomotif

Tak Sekadar Lomba, Kompetisi Daihatsu Ini Siapkan Generasi Siap Kerja di Industri Otomotif

13 Juni 2026
8

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    575 shares
    Share 230 Tweet 144
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    370 shares
    Share 148 Tweet 93
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    365 shares
    Share 146 Tweet 91
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    332 shares
    Share 133 Tweet 83
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    330 shares
    Share 132 Tweet 83
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM