Jakarta, Mediaprofesi.id – IHSG pada hari pertama pekan ini (12/01) mencatat volatilitas yang tinggi, dengan pergerakan intraday yang sempat membawa indeks turun sekitar 2,5% ke level 8.715 sebelum akhirnya ditutup di 8.884,7.
“Aksi profit taking yang cukup agresif di beberapa saham komoditas yang dimiliki grup konglomerat, seperti BUMI dan DEWA, mendorong pelemahan indeks, setelah kedua saham tersebut terkoreksi sekitar 11–12% intraday sebelum berbalik rebound menjelang penutupan,” ujar Rully Arya Wisnubroto, Chief Economist & Head of Research Mirae Asset dalam siaran persnya kepada redaksi Mediaprofesi.id pagi ini, Selasa (13/1) di Jakarta.
Dari sisi sentimen, kombinasi faktor global dan domestik berpotensi memicu koreksi yang lebih dalam pada IHSG, terutama mengingat indeks sudah mengalami penguatan yang relatif tajam dalam waktu singkat.
“Kenaikan ini terjadi di tengah kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang belum sepenuhnya solid. DEWA tetap menjadi salah satu saham rekomendasi kami; hingga 9 Januari, saham ini telah menguat lebih dari 20% secara year to date, sehingga wajar jika aksi ambil untung muncul ketika volatilitas pasar meningkat,” tutup Rully. * (Syam)





