MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Sabtu, 10 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Sabtu, 10 Oktober 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

IHSG Cetak Rekor di Awal 2026, Mirae Asset Tetap Optimistis ke Level 10.500

Pratama by Pratama
Rabu, 14 Januari 2026
in Ekonomi
IHSG Cetak Rekor di Awal 2026, Mirae Asset Tetap Optimistis ke Level 10.500
22
VIEWS

Jakarta, Mediaprofesi.id – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai prospek pasar saham Indonesia pada 2026 tetap konstruktif, dengan target IHSG di level 10.500, didukung ekspektasi pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi serta potensi kebijakan yang lebih akomodatif. 

Rully Arya Wisnubroto, Chief Economist & Head of Research Mirae Asset, menyampaikan bahwa IHSG menunjukkan tren positif sejak awal 2026, melanjutkan momentum dari tahun sebelumnya. Pada Januari, IHSG bahkan mencatatkan rekor tertinggi dengan penutupan di level 8.944,8 pada Rabu (7/1). 

“Menariknya, penguatan IHSG di awal 2026 terjadi di tengah data ekonomi yang relatif kurang menggembirakan, mulai dari inflasi Desember yang tinggi, surplus neraca perdagangan yang lebih rendah, hingga defisit fiskal yang melebar akibat penerimaan pemerintah yang masih lemah,” ujar Rully. 

Selain itu, tekanan eksternal juga masih membayangi pasar keuangan domestik. Sentimen risk-off global mendorong penguatan indeks Dollar AS (DXY), yang berdampak pada depresiasi nilai tukar Rupiah. Rupiah bahkan pertama kalinya ditutup di atas level 16.800 per Dollar AS sejak April 2025. 

Kondisi tersebut membuat ruang pelonggaran kebijakan moneter menjadi semakin terbatas. Kombinasi inflasi yang tinggi dan depresiasi Rupiah menyebabkan Bank Indonesia memiliki ruang yang sangat sempit untuk menurunkan suku bunga pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) 20–21 Januari 2026. 

“Dalam jangka pendek, arah kebijakan moneter akan sangat berhati-hati. Namun, pasar saham tetap bergerak positif karena pelaku pasar melihat prospek ekonomi yang lebih baik ke depan, terutama jika kebijakan moneter dan fiskal dapat diselaraskan,” jelas Rully. 

Menurutnya, dalam jangka menengah, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan meningkat menjadi 5,3% pada 2026, dibandingkan sekitar 5,1% pada 2025. Momentum ini akan sangat bergantung pada efektivitas kebijakan fiskal dalam mendorong belanja produktif dan menjaga keberlanjutan pertumbuhan. 

“Keselarasan kebijakan moneter dan fiskal akan menjadi salah satu faktor kunci yang mendukung target IHSG 10.500. Jika likuiditas terjaga dan stimulus fiskal berjalan efektif, pasar akan memiliki fondasi yang lebih kuat,” tambahnya. 

Dalam jangka panjang, konsistensi kebijakan dan kepastian arah ekonomi akan memperkuat kepercayaan investor. Dari sisi sektoral, penguatan IHSG sejak awal tahun didorong saham-saham komoditas dan pertambangan seperti AMMN, BUMI, BYAN, dan BRMS, dengan potensi berlanjut seiring penguatan harga komoditas, khususnya emas, di tengah ketidakpastian geopolitik. 

“Selain komoditas, sektor telekomunikasi dan infrastruktur telekomunikasi juga berpotensi menjadi pendorong IHSG, didukung oleh pertumbuhan ekonomi digital dan kebutuhan investasi jaringan yang berkelanjutan,” tutup Rully. 

Dengan kombinasi tren pasar yang positif, prospek pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, serta potensi keselarasan kebijakan moneter dan fiskal, Mirae Asset tetap bullish dan optimistis terhadap kinerja pasar saham Indonesia sepanjang 2026. * (Syam/Pra)

Post Views255 Views
Tags: IHSGInvestorMirae AssetPasar ModalPasar SahamSekuritas

Related Posts

Penipuan Digital Menggila, Mirae Asset Gelontorkan Hampir Rp10 Miliar untuk Perkuat Benteng Siber
Ekonomi

Penipuan Digital Menggila, Mirae Asset Gelontorkan Hampir Rp10 Miliar untuk Perkuat Benteng Siber

by Pratama
Sabtu, 10 Oktober 2026
9
Utang AS Tembus US$40,2 Triliun, Investor Global Mulai Geser Dana ke Obligasi Indonesia
Ekonomi

Utang AS Tembus US$40,2 Triliun, Investor Global Mulai Geser Dana ke Obligasi Indonesia

by Pratama
Senin, 5 Oktober 2026
12

RECOMMENDED

Inggris Punya Legenda, China Bawa Teknologi! Freelander 8 Siap Mengguncang Persaingan Suv Premium Global

Inggris Punya Legenda, China Bawa Teknologi! Freelander 8 Siap Mengguncang Persaingan Suv Premium Global

10 Oktober 2026
5
JETOUR Tantang Tren Modifikasi SUV! T1 i-DM Tampil Nyentrik, T2 Makin Gahar

JETOUR Tantang Tren Modifikasi SUV! T1 i-DM Tampil Nyentrik, T2 Makin Gahar

10 Oktober 2026
10

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    605 shares
    Share 242 Tweet 151
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    407 shares
    Share 163 Tweet 102
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    400 shares
    Share 160 Tweet 100
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    370 shares
    Share 148 Tweet 93
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    367 shares
    Share 147 Tweet 92
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi
  • Contact
  • Media Partner

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM