MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Sabtu, 10 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Sabtu, 10 Oktober 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

IHSG Melemah, Rupiah Tembus 17.000: Mirae Asset Soroti Tekanan Eksternal

Wahyu by Wahyu
Selasa, 7 April 2026
in Ekonomi
IHSG Melemah, Rupiah Tembus 17.000: Mirae Asset Soroti Tekanan Eksternal
21
VIEWS

Jakarta, Mediaprofesi.id – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai ruang ketahanan ekonomi domestik terhadap guncangan eksternal semakin terbatas, seiring pelemahan rupiah yang bertahan di atas level 17.000 dan meningkatnya tekanan fiskal di tengah sentimen global yang masih bergejolak.

Head of Research & Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, menjelaskan bahwa pergerakan rupiah di atas level tersebut, di tengah indeks dolar yang relatif stabil, mengindikasikan Bank Indonesia mulai memberi ruang penyesuaian yang lebih besar setelah periode intervensi yang cukup agresif.

Dalam dua bulan pertama 2026, cadangan devisa tercatat turun sekitar USD4,6 miliar dibandingkan akhir 2025, seiring pembayaran utang valas dan kebijakan stabilisasi nilai tukar.

Di pasar saham, IHSG sempat terkoreksi dan ditutup di bawah level 7.000, mencerminkan sentimen risk-off yang masih dominan.

“Pelemahan IHSG yang sempat turun di bawah level 7.000, bersamaan dengan rupiah yang bertahan di atas 17.000, mencerminkan meningkatnya sentimen risk-off di pasar domestik. Dalam kondisi ini, ruang stabilisasi menjadi semakin terbatas, terutama di tengah tekanan eksternal yang masih tinggi,” ujar Rully Arya Wisnubroto.

“Dengan IHSG yang telah terkoreksi hingga 6.917 dan rupiah di atas 17.000, kami melihat tekanan pasar masih berpotensi berlanjut, terutama jika arus keluar dana asing meningkat ke kisaran Rp500 miliar hingga Rp1 triliun per hari dalam jangka pendek,” tambahnya.

Ke depan, tekanan diperkirakan masih berlanjut seiring eskalasi geopolitik dan kenaikan harga minyak, yang umumnya memberi tekanan pada mata uang negara net importir seperti Indonesia. Di sisi fiskal, kebijakan pemerintah menahan harga BBM untuk menjaga daya beli turut mendorong defisit APBN hingga Maret 2026 mencapai Rp240,1 triliun atau 0,9% PDB, meningkat dari 0,4% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

“Upaya menjaga stabilitas tetap penting, namun konsekuensinya adalah meningkatnya tekanan terhadap fiskal dan cadangan devisa,” kata Rully.

IHSG ditutup di level 6.989,43 (-0,53%), sementara rupiah berada di Rp17.035 per dolar AS dan investor asing masih mencatatkan net sell sebesar Rp623 miliar, mencerminkan tekanan pasar yang masih tinggi di tengah dinamika global.

Sementara itu, Senior Technical Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Muhammad Nafan Aji, menilai IHSG masih berada dalam fase konsolidasi bearish.

“IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan menuju area support di 6.892 hingga 6.731, sementara resistance terdekat berada di kisaran 7.117 hingga 7.222,” ujar Nafan.

Ia menambahkan, selama IHSG belum mampu menembus resistance tersebut, tekanan jual masih akan mendominasi pergerakan indeks dalam jangka pendek. Di tengah kondisi tersebut, Nafan melihat peluang trading selektif pada sejumlah saham. Barito Pacific (BRPT) menunjukkan indikasi akumulasi, Elnusa (ELSA) berada dalam kondisi oversold, sementara Map Aktif Adiperkasa (MAPA) berada dalam fase bullish consolidation.

“Pergerakan indeks dan saham saat ini menunjukkan pasar masih cenderung berhati-hati, dengan peluang trading yang lebih selektif,” tutupnya. * (Syam/Wah)

Post Views209 Views
Tags: IHSGMirae AssetRupiahSekuritas

Related Posts

Penipuan Digital Menggila, Mirae Asset Gelontorkan Hampir Rp10 Miliar untuk Perkuat Benteng Siber
Ekonomi

Penipuan Digital Menggila, Mirae Asset Gelontorkan Hampir Rp10 Miliar untuk Perkuat Benteng Siber

by Pratama
Sabtu, 10 Oktober 2026
9
Utang AS Tembus US$40,2 Triliun, Investor Global Mulai Geser Dana ke Obligasi Indonesia
Ekonomi

Utang AS Tembus US$40,2 Triliun, Investor Global Mulai Geser Dana ke Obligasi Indonesia

by Pratama
Senin, 5 Oktober 2026
12

RECOMMENDED

Inggris Punya Legenda, China Bawa Teknologi! Freelander 8 Siap Mengguncang Persaingan Suv Premium Global

Inggris Punya Legenda, China Bawa Teknologi! Freelander 8 Siap Mengguncang Persaingan Suv Premium Global

10 Oktober 2026
5
JETOUR Tantang Tren Modifikasi SUV! T1 i-DM Tampil Nyentrik, T2 Makin Gahar

JETOUR Tantang Tren Modifikasi SUV! T1 i-DM Tampil Nyentrik, T2 Makin Gahar

10 Oktober 2026
10

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    605 shares
    Share 242 Tweet 151
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    407 shares
    Share 163 Tweet 102
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    400 shares
    Share 160 Tweet 100
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    370 shares
    Share 148 Tweet 93
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    367 shares
    Share 147 Tweet 92
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi
  • Contact
  • Media Partner

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM