MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Sabtu, 10 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Sabtu, 10 Oktober 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Mirae Asset Sekuritas Ungkap Kunci Stabilkan Pasar di Tengah Gejolak Global

Syamhudi by Syamhudi
Rabu, 29 April 2026
in Ekonomi
Mirae Asset Sekuritas Ungkap Kunci Stabilkan Pasar di Tengah Gejolak Global
22
VIEWS

Jakarta, Mediaprofesi.id – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai pemulihan kepercayaan investor di tengah tingginya volatilitas global tidak cukup hanya mengandalkan intervensi pasar. Faktor yang lebih penting adalah predictability kebijakan serta sinergi yang kuat antara kebijakan fiskal, moneter, dan energi.

Pandangan tersebut disampaikan Head of Research & Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, dalam forum ekonomi The Forum dan Investor Daily Round Table yang digelar di Jakarta, Selasa (28/4/2026).

Dalam paparannya, Rully menyoroti pergerakan IHSG sepanjang 2025 hingga awal 2026 yang sempat mencapai level all-time high (ATH). Menurutnya, kenaikan tersebut tidak sepenuhnya didukung fundamental ekonomi yang kuat, melainkan lebih banyak dipengaruhi faktor teknikal terkait MSCI.

“Kondisi itu menciptakan diskoneksi antara pergerakan pasar saham dan kondisi makroekonomi riil sehingga membuat pasar lebih rentan ketika tekanan eksternal meningkat,” ujar Rully.

Memasuki 2026, tekanan global semakin meningkat seiring lonjakan harga minyak mentah Brent dan pelemahan rupiah yang bergerak di kisaran Rp17.270–Rp17.304 per dolar AS pada perdagangan Rabu (29/4/2026). Kondisi tersebut tercermin dari sejumlah indikator berikut:

IndikatorData
IHSG YTD (per 30 Maret 2026)-18,49%
Rupiah (per 29 April 2026, intraday)Rp17.270–Rp17.304/US$
Rekor terendah rupiah sebelumnya (30 Maret 2026)Rp17.002/US$ (intraday)
Harga minyak Brent (per 30 Maret 2026)US$115,48/barel
Harga minyak Brent (31 Desember 2025)US$60,85/barel
Net Foreign Sell all market YTD (28 Maret 2026)Rp32,9 triliun
Proyeksi pertumbuhan Indonesia 2026 – OECD4,8% (dipangkas dari 5%)

Mirae Asset Sekuritas menilai kondisi tersebut berpotensi membuat sejumlah asumsi makro pemerintah untuk kuartal II hingga IV 2026 meleset signifikan, terutama terkait asumsi nilai tukar dan harga minyak yang telah melampaui target APBN.

“Indonesia masih tumbuh positif, namun dengan adanya shock global ini, penyesuaian proyeksi harus dilakukan lebih cepat,” ujar Rully.

Dari sisi sektoral, Mirae Asset Sekuritas melihat sektor manufaktur menjadi salah satu sektor yang paling rentan, khususnya industri yang bergantung pada bahan baku berbasis plastik. Kombinasi pelemahan rupiah dan kenaikan harga energi diperkirakan akan meningkatkan biaya produksi secara signifikan, terutama bagi sektor packaging dan industri turunannya.

Di sisi lain, sektor komoditas seperti emas, logam, dan pertambangan, serta sektor telekomunikasi, dinilai masih memiliki ketahanan yang relatif lebih baik di tengah tekanan pasar saat ini.

Selain itu, Rully menilai langkah SRO (Self-Regulatory Organization) dalam meningkatkan transparansi kepemilikan saham menjadi sentimen positif untuk memperkuat kepercayaan investor institusional asing dan MSCI terhadap pasar modal Indonesia.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa stabilitas pasar dalam jangka panjang tetap akan sangat ditentukan oleh koordinasi kebijakan yang konsisten, terintegrasi, dan dapat diprediksi antara otoritas fiskal, moneter, dan energi. * (Syam)

Post Views214 Views
Tags: IHSGminyak mentah BrentMirae AssetPasar SahamRupiahSekuritas

Related Posts

Penipuan Digital Menggila, Mirae Asset Gelontorkan Hampir Rp10 Miliar untuk Perkuat Benteng Siber
Ekonomi

Penipuan Digital Menggila, Mirae Asset Gelontorkan Hampir Rp10 Miliar untuk Perkuat Benteng Siber

by Pratama
Sabtu, 10 Oktober 2026
9
Utang AS Tembus US$40,2 Triliun, Investor Global Mulai Geser Dana ke Obligasi Indonesia
Ekonomi

Utang AS Tembus US$40,2 Triliun, Investor Global Mulai Geser Dana ke Obligasi Indonesia

by Pratama
Senin, 5 Oktober 2026
12

RECOMMENDED

Inggris Punya Legenda, China Bawa Teknologi! Freelander 8 Siap Mengguncang Persaingan Suv Premium Global

Inggris Punya Legenda, China Bawa Teknologi! Freelander 8 Siap Mengguncang Persaingan Suv Premium Global

10 Oktober 2026
5
JETOUR Tantang Tren Modifikasi SUV! T1 i-DM Tampil Nyentrik, T2 Makin Gahar

JETOUR Tantang Tren Modifikasi SUV! T1 i-DM Tampil Nyentrik, T2 Makin Gahar

10 Oktober 2026
10

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    605 shares
    Share 242 Tweet 151
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    407 shares
    Share 163 Tweet 102
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    400 shares
    Share 160 Tweet 100
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    370 shares
    Share 148 Tweet 93
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    367 shares
    Share 147 Tweet 92
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi
  • Contact
  • Media Partner

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM