Jakarta, Mediaprofesi.id – Kopi Indonesia kini tak lagi sekadar soal aroma dan cita rasa. Di tengah geliat industri kopi global yang semakin kompetitif, narasi dan cerita di balik secangkir kopi justru menjadi daya tarik baru yang dicari penikmat kopi dunia.
Semangat inilah yang diangkat KAPPI (Yayasan Pendidikan Pengembangan Perkopian Indonesia) melalui pemutaran dan diskusi film dokumenter “Mantra of Kahwa” dalam rangkaian More Food Expo Indonesia 2026 di JIExpo Kemayoran.
Film karya sutradara Budi Kurniawan tersebut menghadirkan kopi Sumatra dari sudut pandang yang lebih dalam dan emosional. Bukan hanya sebagai komoditas, tetapi sebagai warisan budaya hidup yang terus tumbuh bersama manusia, alam, dan tradisi.

Dengan visual yang reflektif dan atmosfer yang kontemplatif, “Mantra of Kahwa” menggambarkan kopi sebagai living, breathing mantra—sebuah identitas budaya yang hidup lintas generasi.
Melalui film ini, KAPPI ingin membuka perspektif baru tentang kopi Indonesia. Bahwa kekuatan kopi Nusantara bukan hanya terletak pada kualitas bijinya, tetapi juga pada cerita, sejarah, dan orang-orang di balik setiap prosesnya.
Roby Wibisono dari KAPPI menjelaskan bahwa film dokumenter menjadi medium strategis untuk membangun citra kopi Indonesia di pasar global. Menurutnya, storytelling kini menjadi cara paling efektif untuk memperkenalkan kopi Indonesia kepada audiens yang lebih luas sekaligus mengedukasi konsumen mengenai nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

“Kami bersama Budi Kurniawan mengembangkan rangkaian film dokumenter sebagai medium untuk memperkenalkan kopi Indonesia dengan pendekatan yang lebih emosional dan kuat. Film mampu menghadirkan cerita di balik secangkir kopi dengan cara yang lebih dekat kepada penonton,” ujarnya.
Tak hanya itu, pendekatan ini juga diperkuat lewat kolaborasi lintas sektor bersama berbagai kementerian dan instansi, baik di dalam maupun luar negeri. Film dimanfaatkan sebagai sarana diplomasi budaya dalam berbagai forum internasional untuk memperkenalkan identitas kopi Indonesia kepada dunia.
Di tengah tren global yang kini mengedepankan traceability, authenticity, dan origin story, Indonesia dinilai memiliki keunggulan yang sulit ditandingi negara lain. Keberagaman geografis Nusantara melahirkan karakter kopi yang unik di setiap daerah, lengkap dengan budaya dan tradisi yang menyertainya.

“Pecinta kopi saat ini mencari sesuatu yang unik dan autentik. Indonesia memiliki kekayaan cerita yang luar biasa karena setiap daerah punya karakter berbeda. Lewat film seperti Mantra of Kahwa, kami ingin menunjukkan bukan hanya kopinya, tetapi juga para petani dan perjalanan panjang di baliknya,” tambah Roby.
Bagi Budi Kurniawan sendiri, “Mantra of Kahwa” merupakan bagian dari perjalanan panjangnya mengeksplorasi kopi Indonesia sebagai identitas budaya. Sebelumnya, ia juga telah memproduksi sejumlah film dokumenter kopi seperti The Aroma of Heaven, Legacy of Java, dan House of Cula yang mengangkat kisah dari berbagai daerah penghasil kopi Nusantara.

“Film ini bagian dari tujuh proyek dokumenter kopi yang sedang saya kerjakan. Ke depan masih ada tiga film lagi, termasuk tentang kopi Bajawa Flores, Bali Kintamani, dan Wamena Papua,” ungkap Budi.
Lebih dari sekadar minuman, Budi percaya bahwa kopi menyimpan memori dan identitas budaya manusia. “Setiap kopi menyimpan endapan ingatan dan identitas kultural bagi peradaban manusia,” tuturnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kopi sejatinya adalah bagian dari perjalanan hidup manusia—menghubungkan ruang, tradisi, hingga generasi.

Film “Mantra of Kahwa” sendiri telah diputar di berbagai forum nasional maupun internasional, mulai dari SCAJ Conference 2025 di Tokyo, SKA Coffee Fest 2025 di Bandar Lampung, hingga Jakarta Coffee Week 2025 di ICE BSD City. Kehadirannya di berbagai ajang tersebut memperlihatkan bahwa pendekatan berbasis cerita kini menjadi wajah baru diplomasi kopi Indonesia di mata dunia.
Melalui inisiatif ini, KAPPI menunjukkan bahwa masa depan kopi Indonesia bukan hanya tentang menjaga kualitas, tetapi juga tentang bagaimana bangsa ini mampu menceritakan jati dirinya melalui kopi. Sebab pada akhirnya, kopi terbaik bukan hanya yang nikmat diminum, tetapi juga yang memiliki cerita untuk dikenang. * (Syam/Pra)





