Jakarta, Mediaprofesi.id – PT Dyandra Media International Tbk (DYAN) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan 2025 pada 11 Mei 2026 di Hotel Santika Premiere Slipi, Jakarta. Rapat dipimpin langsung oleh Komisaris Utama Dyandra, Lilik Oetomo. Dalam kesempatan tersebut, manajemen memaparkan kinerja perusahaan sepanjang tahun buku 2025 sekaligus strategi bisnis menghadapi tantangan industri MICE ke depan.
Sebagai perusahaan induk yang membawahi 23 anak usaha di industri Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE), Dyandra mencatat pendapatan sebesar Rp1,219 triliun pada 2025 dengan laba bersih mencapai Rp30,87 miliar.
Segmen Event dan Exhibition Organizer masih menjadi tulang punggung bisnis perusahaan dengan kontribusi pendapatan sebesar Rp977,6 miliar atau sekitar 80% dari total pendapatan. Sementara itu, bisnis Convention & Exhibition Hall menyumbang Rp152,9 miliar atau 12%, bisnis hotel Rp55,8 miliar atau 5%, dan bisnis pendukung event Rp38,8 miliar atau 3%.
Hingga akhir 2025, total aset Dyandra tercatat mencapai Rp1,257 triliun, naik 3,7% dibanding tahun sebelumnya. Aset tersebut terdiri dari aset lancar sebesar Rp625,7 miliar dan aset tidak lancar Rp630,9 miliar. Di sisi lain, total liabilitas juga naik tipis 0,6% menjadi Rp533,4 miliar.
Manajemen mengungkapkan bahwa sepanjang 2025 industri MICE menghadapi tantangan cukup berat. Mulai dari turunnya permintaan pasar, berkurangnya event dari pemerintah akibat efisiensi anggaran, hingga tekanan kondisi ekonomi global.
Meski begitu, Dyandra tetap optimistis dengan mengusung tema tahunan “Building a Resilient MICE Ecosystem” atau membangun ekosistem MICE yang tangguh. Perusahaan terus memperkuat layanan end-to-end untuk penyelenggaraan event offline, hybrid, hingga virtual, dengan dukungan transformasi digital dan kolaborasi strategis bersama berbagai mitra profesional.
Selain fokus pada penguatan bisnis, Dyandra juga mulai menerapkan konsep green event management melalui efisiensi energi, pengurangan limbah, penggunaan material ramah lingkungan, hingga pemberdayaan mitra dan pelaku usaha lokal.
Susunan Komisaris dan Direksi Tetap Dipertahankan
Dalam RUPS tersebut, susunan Komisaris dan Direksi Dyandra tidak mengalami perubahan. Manajemen menilai kesinambungan kepemimpinan penting untuk menjaga arah strategi dan target jangka panjang perusahaan.
Berikut susunan pengurus PT Dyandra Media International Tbk:
Dewan Komisaris
- Komisaris Utama: Lilik Oetomo
- Komisaris: Lo Stefanus
- Komisaris Independen: Widi Krastawan
Direksi
- Direktur Utama: Daswar Marpaung (rangkap jabatan sebagai Direktur Utama PT Dyandra Promosindo dan Direktur PT Nusa Dua Indonesia)
- Direktur: Ery Erlangga (rangkap jabatan sebagai Direktur Utama PT Dyandra Global Edutainment, Direktur Utama PT Dyandra Mavic Internasional, Direktur Utama PT Mitra Global Animalia, dan Direktur PT Dyandra Mitra Indah)
- Direktur: Riyanthi Handayani (rangkap jabatan sebagai Direktur Utama PT Nusa Dua Indonesia)
Sementara itu, posisi Sekretaris Perusahaan masih dijabat oleh Mirna Gozal.
Kuartal I-2026 Tumbuh Positif
Memasuki 2026, Dyandra mencatat awal tahun yang cukup positif. Pada kuartal I-2026, perusahaan membukukan pendapatan Rp410,6 miliar atau tumbuh 9% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Laba bersih juga melonjak signifikan menjadi Rp31 miliar, naik 59% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp19,6 miliar.
Segmen Event dan Exhibition Organizer kembali menjadi kontributor terbesar dengan pendapatan Rp377,7 miliar atau sekitar 91% dari total pendapatan perusahaan.
Direktur Utama DYAN, Daswar Marpaung, mengatakan perusahaan menargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar 5% sepanjang 2026. Menurutnya, pertumbuhan tersebut akan didorong oleh peningkatan kualitas event, diversifikasi acara, dan inovasi berkelanjutan.
Dyandra juga mulai memperkuat bisnis berbasis Intellectual Property (IP) event sebagai strategi menghadapi tantangan eksternal, termasuk efisiensi anggaran pemerintah. Saat ini, perusahaan telah mengembangkan lebih dari 11 IP event di sektor otomotif, gaya hidup, hingga festival musik.
Langkah ini diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan berkelanjutan sekaligus mengurangi ketergantungan pada event korporasi dari pihak ketiga. * (Syam/Pra)





