MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Kamis, 14 Mei 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Kamis, 14 Mei 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Seduhan Robusta dari Desa: Kisah Dina Menggerakkan Ekonomi Ibu-Ibu Lubuk Lungkang

Wahyu by Wahyu
Kamis, 14 Mei 2026
in Ekonomi
Seduhan Robusta dari Desa: Kisah Dina Menggerakkan Ekonomi Ibu-Ibu Lubuk Lungkang
15
VIEWS

Jakarta, Mediaprofesi.id – Bagi Dina Julianti, kopi bukan sekadar teman di pagi hari. Dari kecintaannya pada kopi, lahir sebuah mimpi besar untuk mengangkat potensi kopi robusta asal Desa Lubuk Lungkang, Kabupaten Lahat, Sumatra Selatan, menjadi produk lokal yang bernilai dan mampu menggerakkan ekonomi desa.

Lewat dua merek kopi lokal, Lungkang Coffee dan DJ Coffee, Dina mulai membangun usaha berbasis kopi robusta 100 persen hasil kebun warga. Nama DJ Coffee sendiri diambil dari inisial namanya, sebagai bentuk kedekatan personal dengan usaha yang dirintis dari nol tersebut.

Berawal dari keinginan memberi nilai tambah pada kopi desa, kini usaha Dina mampu memproduksi sekitar 100 hingga 500 kilogram kopi setiap bulan. Produk yang dihasilkan terdiri dari biji kopi petik merah dan biji kopi pelangi, dengan bahan baku langsung dari kebun masyarakat Desa Lubuk Lungkang.

Menariknya, usaha ini bukan hanya soal bisnis kopi. Di balik aroma robusta yang khas, ada semangat pemberdayaan perempuan desa. Saat ini, sekitar 20 ibu rumah tangga ikut terlibat dalam proses produksi, mulai dari memilah biji kopi hingga pengolahan pascapanen.

“Awalnya saya memang suka kopi. Anak pertama saya juga suka kopi, jadi dari situ muncul ide untuk mengembangkan kopi dari desa kami sendiri. Saya melihat kopi Lubuk Lungkang punya potensi, tapi akses pengolahan dan penjualannya masih terbatas. Saya ingin kopi ini punya nilai tambah sekaligus membawa manfaat untuk ibu-ibu di sekitar,” ujar Dina.

Produk Lungkang Coffee dan DJ Coffee saat ini sudah dipasarkan di wilayah Kabupaten Lahat. Meski begitu, Dina mengakui masih ada tantangan dalam proses produksi, terutama pada tahap roasting yang hingga kini masih dilakukan secara manual menggunakan belanga.

Cara tradisional tersebut memang menjadi ciri khas cita rasa kopi mereka. Namun di sisi lain, metode manual membuat kapasitas produksi belum bisa meningkat maksimal ketika permintaan pasar naik.

“Roasting kami masih menggunakan belanga. Memang punya karakter tersendiri, tapi kapasitasnya terbatas. Harapannya ke depan proses produksi bisa lebih baik, kualitas tetap terjaga, dan pemasaran semakin luas,” tambahnya.

Melihat potensi besar tersebut, PT Sawit Mas Sejahtera (PT SMS), unit usaha Sinar Mas Agribusiness and Food, turut memberikan pendampingan bagi UMKM kopi di Desa Lubuk Lungkang. Program ini fokus pada peningkatan kapasitas pascapanen kopi dan menjadi lanjutan pelatihan yang telah berjalan sejak 2025.

Pada 2026, pendampingan dilakukan bersama Sekolah Tani Indonesia untuk membantu pelaku UMKM meningkatkan kualitas pengolahan kopi, memperkuat kapasitas produksi, hingga memperluas akses pasar.

Program pemberdayaan ini merupakan bagian dari Bright Future Initiative, jaringan akselerasi UMKM Sinar Mas Agribusiness and Food yang telah mendukung ratusan proyek UMKM di berbagai daerah operasional perusahaan di Indonesia.

Kisah Dina dan ibu-ibu Desa Lubuk Lungkang menjadi bukti bahwa potensi desa bisa tumbuh menjadi kekuatan ekonomi yang nyata. Dari secangkir kopi robusta, lahir semangat kolaborasi, kemandirian, dan harapan baru bagi masyarakat desa. * (Syam/Wah)

Post Views14 Views
Tags: Desa Lubuk LungkangDJ CoffeekopiLungkang CoffeePetani KopiSinar Mas Agribusiness and Food

Related Posts

“Mantra of Kahwa”, Saat Kopi Sumatra Menjadi Cerita Budaya yang Mendunia
Gaya Hidup

“Mantra of Kahwa”, Saat Kopi Sumatra Menjadi Cerita Budaya yang Mendunia

by Pratama
Minggu, 10 Mei 2026
7
KAPPI Perkuat Kapasitas Perempuan di Rantai Nilai Kopi melalui Pelatihan KWT di Wonosobo
Ekonomi

KAPPI Perkuat Kapasitas Perempuan di Rantai Nilai Kopi melalui Pelatihan KWT di Wonosobo

by Pratama
Kamis, 30 April 2026
11

RECOMMENDED

Nonton FIFA World Cup 2026™ di Los Angeles, Ini Dia Kejutan Hyundai untuk Pelanggannya

Nonton FIFA World Cup 2026™ di Los Angeles, Ini Dia Kejutan Hyundai untuk Pelanggannya

14 Mei 2026
8
Seduhan Robusta dari Desa: Kisah Dina Menggerakkan Ekonomi Ibu-Ibu Lubuk Lungkang

Seduhan Robusta dari Desa: Kisah Dina Menggerakkan Ekonomi Ibu-Ibu Lubuk Lungkang

14 Mei 2026
15

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    569 shares
    Share 228 Tweet 142
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    367 shares
    Share 147 Tweet 92
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    360 shares
    Share 144 Tweet 90
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    326 shares
    Share 130 Tweet 82
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    326 shares
    Share 130 Tweet 82
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM