Jakarta, Mediaprofesi.id – Di balik megahnya penampilan Sam Smith dalam rangkaian residensi eksklusif di Warsaw, Brooklyn hingga pembukaan kembali The Castro Theatre, ada satu teknologi yang diam-diam mencuri perhatian: Spectera dari Sennheiser.
Sistem wideband digital wireless dua arah pertama di dunia ini sukses mengubah cara tim produksi mengelola audio di tengah padatnya lalu lintas frekuensi radio (RF) kota-kota besar seperti New York dan San Francisco. Hasilnya? Monitoring suara yang jauh lebih jernih, stabil, dan terasa seperti mendengarkan langsung lewat headphone studio premium.
Monitor engineer andalan Sam Smith, Saul Skoutarides, menjadi sosok penting di balik keputusan migrasi dari sistem analog lama ke Spectera. Berbekal pengalaman panjang sejak era klub malam Australia di pertengahan 90-an, Saul mengaku langsung merasakan lompatan kualitas yang signifikan.
“Teknologi stereo FM sudah digunakan sejak tahun 60-an. Dibandingkan Spectera, sistem lama terasa seperti stereo semu,” ujarnya. Menurut Saul, Spectera menghadirkan suara yang lebih natural tanpa noise berlebih dan tanpa compander yang selama ini kerap mengurangi detail audio.
Perbedaan paling terasa muncul pada frekuensi rendah. Suara synth-bass dan sub-patch yang sebelumnya kerap terdengar “goyang” di sistem RF konvensional, kini terdengar jauh lebih solid dan realistis. “Low end-nya terasa nyata,” kata Saul. “Begitu saya membandingkannya langsung dengan perangkat lama, saya langsung yakin untuk pindah.”

Bukan cuma soal kualitas suara, hilangnya noise floor khas sistem analog ternyata ikut mengubah atmosfer latihan. Tim produksi hingga performer mengaku tidak lagi cepat lelah selama sesi rehearsal panjang. Bahkan beberapa musisi yang sebelumnya kurang nyaman menggunakan in-ear monitor mulai menikmati pengalaman audio yang jauh lebih bersih dan transparan.
Di tengah lingkungan urban Brooklyn yang penuh interferensi sinyal, Spectera juga menunjukkan performa impresif. Sistem ini tetap stabil meski bekerja di spektrum frekuensi yang padat, sesuatu yang biasanya menjadi mimpi buruk bagi engineer audio konser besar.
“Di New York selalu ada banyak hal tak terduga yang bisa muncul kapan saja. Tapi sistem ini tetap berjalan stabil tanpa rasa khawatir,” jelas Saul.
Keunggulan lain hadir lewat kontrol dua arah yang membuat proses sinkronisasi perangkat menjadi jauh lebih praktis. Dalam situasi festival dengan pergantian set super cepat, Saul kini tak perlu lagi berlari mengumpulkan seluruh perangkat untuk melakukan konfigurasi ulang secara manual. Semua bisa dilakukan otomatis saat performer berjalan menuju panggung.
Dari sisi teknis produksi, Spectera juga membuat setup tur lebih ringkas. Kabel RF besar dan kaku kini digantikan kabel Cat 5 standar yang lebih sederhana dan tahan banting. Dukungan integrasi MADI serta mode ultra-low latency membuat kualitas audio tetap optimal untuk vokal kompleks khas Sam Smith maupun aransemen musik yang detail.
Bagi Saul, Spectera bukan sekadar upgrade perangkat, tetapi evolusi besar dalam dunia audio live performance. “Sepanjang karier saya, saya selalu mengejar kualitas suara yang lebih baik. Dan ini level berikutnya. Kami menemukan keheningan dan ruang yang sebelumnya tidak pernah ada,” ungkapnya.
Ke depan, tim produksi Sam Smith juga bersiap menggunakan Spectera SKM Handheld Transmitter yang dijadwalkan mulai dikirim pada September 2026. Perangkat ini diyakini akan memberi kebebasan lebih bagi Sam Smith bergerak di atas panggung tanpa mengorbankan kualitas audio premium yang dinikmati penonton. * (Syam/Pra)





