MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Jumat, 18 September 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Jumat, 18 September 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Teknologi

Cisco Buka “Senjata Rahasia” AI Security, Ancaman Hacker Kini Bisa Dilawan Lebih Cepat?

Wahyu by Wahyu
Selasa, 26 Mei 2026
in Teknologi
Cisco Buka “Senjata Rahasia” AI Security, Ancaman Hacker Kini Bisa Dilawan Lebih Cepat?
30
VIEWS

Jakarta, Mediaprofesi.id – Di tengah ledakan teknologi AI, banyak orang sibuk membahas model AI terbaru. Namun bagi Cisco, masa depan keamanan siber justru bukan soal siapa punya LLM paling canggih, melainkan bagaimana AI itu dipakai untuk benar-benar melindungi sistem digital.

Inilah yang melatarbelakangi lahirnya Foundry Security Spec, framework open-source terbaru dari Cisco yang dirancang untuk membantu perusahaan membangun sistem evaluasi keamanan berbasis agentic AI. Menariknya, kerangka ini dibuat fleksibel: bisa digunakan di berbagai model AI dan infrastruktur software apa pun.

Lewat langkah ini, Cisco ingin membantu tim keamanan siber keluar dari “jebakan notifikasi” yang selama ini melelahkan. Fokusnya bukan lagi sekadar menerima ribuan alert, tetapi menemukan ancaman yang benar-benar nyata, bisa diverifikasi, dan berdampak besar.

“Dengan membagikan pengetahuan yang telah kami pelajari, kami ingin membantu komunitas keamanan bergerak lebih cepat dan lebih cerdas,” ujar Omar Santos.

Dunia Keamanan Siber Sudah Berubah

Perkembangan AI ternyata juga mengubah cara hacker bekerja. Kini, celah keamanan bisa dicari dengan kecepatan mesin. Di sisi lain, banyak tim keamanan masih bertahan dengan proses manual dan sistem lama yang lambat.

Cisco menilai pendekatan klasik “find and patch” sudah tak cukup lagi menghadapi serangan modern. AI memang bisa menjadi senjata ampuh, tetapi hanya jika didukung sistem orkestrasi yang tepat serta manusia yang mampu mengendalikannya.

Di sinilah Foundry Security Spec mengambil peran. Framework ini bukan sekadar chatbot pintar untuk mencari bug, melainkan sistem lengkap dengan pembagian peran AI, guardrail keamanan, validasi otomatis, hingga mekanisme audit yang bisa dipertanggungjawabkan di depan CISO maupun auditor perusahaan.

Hasilnya, proses evaluasi keamanan menjadi jauh lebih terstruktur dan tidak lagi bergantung pada “feeling” semata.

Bukan Demo AI Biasa

Banyak perusahaan sebenarnya sudah mencoba memakai AI untuk keamanan. Masalahnya, hasil yang muncul sering kali penuh halusinasi, false positive, dan laporan yang sulit diverifikasi.

Foundry hadir untuk mengatasi kekacauan itu.

Framework ini mampu menghasilkan temuan keamanan yang lebih terprioritaskan, terukur, dan memiliki jejak audit yang jelas — mulai dari proses deteksi, validasi, hingga publikasi hasil.

Yang menarik, Cisco bahkan merancang sistem ini dengan asumsi bahwa AI suatu saat bisa melakukan kesalahan. Karena itu, pembatasan dan pengaman tidak hanya ditempatkan di level prompt, tetapi langsung di level sistem dasar.

Delapan “Agen AI” Bekerja Bersama

Dalam Foundry, Cisco membangun delapan peran inti AI yang bekerja layaknya tim keamanan digital otomatis. Mulai dari Orchestrator, Detector, Validator, hingga Reporter.

Masing-masing punya tugas spesifik dan saling terhubung dalam siklus evaluasi keamanan yang terus belajar.

Framework ini juga dipadukan dengan Project CodeGuard, proyek open-source Cisco lainnya yang sebelumnya telah disumbangkan ke Coalition for Secure AI (CoSAI). Kombinasi keduanya menciptakan siklus cerdas: AI menemukan celah keamanan, mempelajari pola bug baru, lalu mengubahnya menjadi aturan perlindungan otomatis untuk mencegah masalah serupa muncul kembali di masa depan.

Artinya, setiap proses evaluasi akan membuat sistem semakin pintar sekaligus memperkuat perlindungan bagi developer.

AI Boleh Pintar, Manusia Tetap Pengambil Keputusan

Cisco menegaskan bahwa Foundry bukan layanan otomatis yang bisa berjalan tanpa pengawasan manusia. Framework ini hanyalah blueprint atau cetak biru yang bisa dikembangkan sesuai kebutuhan masing-masing organisasi.

Omar Santos menekankan bahwa keputusan akhir tetap harus berada di tangan manusia. “Foundry Security Spec adalah spesifikasi open-source, bukan managed service. Pengawasan dan pengambilan keputusan akhir tetap berada di tangan pengguna,” jelasnya.

Cisco juga memastikan framework ini tidak akan cepat usang meski teknologi AI terus berkembang. Sebab, Foundry dibangun berdasarkan fungsi dan pembagian peran, bukan bergantung pada model AI tertentu.

Dengan kata lain, siapa pun “mesin AI”-nya nanti, sistem pengaman dan evaluasinya tetap relevan.

Kontribusi Besar untuk Komunitas Keamanan

Lewat langkah open-source ini, Cisco tampaknya ingin menciptakan standar baru dalam dunia keamanan siber berbasis AI.

Alih-alih menyimpan semuanya secara eksklusif, perusahaan memilih membuka spesifikasi sistemnya agar komunitas global bisa ikut mengembangkan, memperkuat, dan membangun ekosistem keamanan digital yang lebih tangguh.

Di era ketika serangan siber makin cepat dan canggih, pendekatan kolaboratif seperti ini bisa menjadi salah satu kunci penting menjaga keamanan infrastruktur digital dunia. * (Syam/Wah)

Post Views156 Views
Tags: CiscoFoundry Security Specframework open-sourceHackerKeamanan Siber

Related Posts

16 Serangan Siber Tiap Detik, Begini Cara Perusahaan Hadapi Ancaman dan Regulasi
Teknologi

16 Serangan Siber Tiap Detik, Begini Cara Perusahaan Hadapi Ancaman dan Regulasi

by Pratama
Kamis, 27 Agustus 2026
24
Transformasi AI Melaju Kencang, Ancaman Siber Mengintai dari Celah yang Tak Terlihat
Teknologi

Transformasi AI Melaju Kencang, Ancaman Siber Mengintai dari Celah yang Tak Terlihat

by Pratama
Rabu, 8 Juli 2026
22

RECOMMENDED

GREE Naik Kelas, Empat Produk Baru Bidik Pasar AC dari Rumah hingga Gedung Komersial

GREE Naik Kelas, Empat Produk Baru Bidik Pasar AC dari Rumah hingga Gedung Komersial

18 September 2026
6
MG Buka Workshop Flagship Pertama di Indonesia, Ada Pusat Riset hingga Mobil Servis

MG Buka Workshop Flagship Pertama di Indonesia, Ada Pusat Riset hingga Mobil Servis

18 September 2026
10

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    600 shares
    Share 240 Tweet 150
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    400 shares
    Share 160 Tweet 100
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    393 shares
    Share 157 Tweet 98
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    363 shares
    Share 145 Tweet 91
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    361 shares
    Share 144 Tweet 90
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi
  • Contact
  • Media Partner

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM