Bogor, Mediaprofesi.id – Langkah menuju industri yang lebih hijau terus bergerak. Salah satunya ditunjukkan oleh PT Astra Komponen Indonesia (ASKI) yang kini memanfaatkan energi matahari untuk mendukung operasional pabriknya di Bogor.
Bersama PT Energia Prima Nusantara (EPN), anak perusahaan PT United Tractors Tbk (UT), ASKI resmi mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap berkapasitas 788,97 kWp di fasilitas produksinya. Peresmian dilakukan pada 7 Mei 2026 dan menjadi bagian dari komitmen kedua perusahaan dalam mendorong pemanfaatan energi bersih sekaligus mengurangi emisi karbon di sektor industri.
Direktur EPN, Achmad Rizal Roesindrawan, menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan ASKI dalam mendukung transformasi energi yang lebih berkelanjutan.
Menurutnya, EPN telah mengembangkan proyek PLTS sejak 2018 dan hingga kini berhasil membangun kapasitas terpasang mencapai 37 MWp. Kehadiran PLTS Atap di fasilitas ASKI diharapkan tidak hanya meningkatkan efisiensi energi perusahaan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan.
“Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada EPN. Semoga PLTS ini dapat membantu efisiensi energi ASKI sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap upaya pelestarian lingkungan,” ujar Achmad Rizal.

Di sisi lain, Presiden Direktur ASKI, Prihatanto Agung Lesmono, menilai kolaborasi ini sebagai bentuk sinergi yang kuat di dalam ekosistem Astra. Selain memperkuat rantai nilai antarperusahaan, langkah tersebut juga menjadi kontribusi konkret dalam mendukung keberlanjutan lingkungan.
Menariknya, ASKI yang bergerak dalam produksi alat kesehatan tidak berhenti pada pemasangan panel surya saja. Perusahaan juga tengah mempertimbangkan pengembangan sistem penyimpanan energi melalui baterai yang akan dikolaborasikan bersama EPN.
“Pemanfaatan solar panel sudah dapat terintegrasi dengan mesin produksi yang kami miliki. Kami berharap kerja sama ini menjadi langkah awal untuk kolaborasi yang lebih besar di masa mendatang,” kata Prihatanto.
PLTS Atap yang terpasang di fasilitas ASKI terdiri dari 1.326 modul panel surya. Pada tahun pertama operasionalnya, sistem ini diproyeksikan mampu menghasilkan listrik hingga 1.084.981 kWh.
Tak hanya membantu menekan konsumsi energi konvensional, penggunaan PLTS tersebut juga diperkirakan dapat mengurangi emisi karbon sekitar 900 ton CO2 setiap tahun. Angka itu setara dengan manfaat lingkungan dari penanaman sekitar 40.933 pohon setiap tahunnya.
Melalui kolaborasi ini, EPN kembali menegaskan komitmennya dalam memperluas pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) di berbagai sektor industri nasional. Harapannya, semakin banyak pelaku industri yang berani bertransformasi menuju operasional yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan rendah karbon demi masa depan yang lebih berkelanjutan. * (Syam/Wah)





