Surabaya, Mediaprofesi.id – Indonesia Forestry and Woodworking Machinery Expo (IndoWood Expo) 2026 sukses digelar di Grand City Convention & Exhibition Surabaya pada 4–6 Juni 2026. Memasuki tahun kedua penyelenggaraannya, pameran ini semakin mengukuhkan diri sebagai ajang strategis bagi industri furnitur, pengolahan kayu, dan teknologi woodworking di Indonesia.
Diselenggarakan oleh Dyandra Promosindo, Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), serta Pablo Publishing & Exhibition, IndoWood Expo 2026 menghadirkan 45 brand dari delapan negara, termasuk Indonesia, China, Jerman, Italia, Australia, dan Singapura.
Beragam inovasi teknologi dipamerkan, mulai dari mesin pengolahan kayu, peralatan dan aksesori woodworking, bahan baku industri, teknologi finishing, hingga perangkat lunak dan sistem produksi berbasis digital yang mendukung efisiensi manufaktur.
Antusiasme industri terlihat dari jumlah pengunjung yang mencapai 2.049 orang selama tiga hari pelaksanaan. Mereka berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pelaku industri furnitur dan pengolahan kayu, distributor, eksportir, desainer, akademisi, asosiasi, hingga pemangku kepentingan dari dalam dan luar negeri.

Tak hanya menghadirkan pameran, IndoWood Expo 2026 juga menjadi wadah berbagi pengetahuan dan membangun jejaring bisnis. Sejumlah seminar dan workshop digelar, di antaranya membahas efisiensi industri furnitur, penerapan teknologi tepat guna untuk mempercepat proses produksi, hingga perkembangan teknologi finishing terkini. Sementara itu, kegiatan IndoWood Night menjadi ruang bagi para pelaku industri untuk memperluas kolaborasi dan peluang usaha.
Ketua Umum HIMKI, Abdul Sobur, menegaskan bahwa transformasi industri menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda. Menurutnya, persaingan saat ini tidak lagi terjadi antarperusahaan semata, melainkan antar ekosistem industri.
“Melalui IndoWood Expo, kami ingin mendorong pelaku industri agar lebih siap menghadapi perubahan dengan memanfaatkan teknologi, meningkatkan efisiensi produksi, dan membangun kolaborasi yang lebih kuat di seluruh rantai nilai industri,” ujarnya.
Senada dengan itu, General Manager Dyandra Promosindo, Topan Lazuardi, menyebut penyelenggaraan IndoWood Expo merupakan bentuk komitmen bersama dalam memperkuat industri furnitur dan pengolahan kayu nasional melalui transfer teknologi serta perluasan jaringan bisnis.
Ia berharap pameran ini dapat memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan industri, mulai dari peningkatan kapasitas produksi, perluasan akses pasar internasional, hingga percepatan adopsi teknologi modern.
Sementara itu, Director of Pablo Publishing & Exhibition, William Pang, mengapresiasi seluruh peserta, mitra industri, asosiasi, dan pengunjung yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan IndoWood Expo 2026.
Menurutnya, tingginya antusiasme peserta dan pengunjung menunjukkan bahwa kebutuhan industri terhadap teknologi, inovasi, dan kolaborasi internasional terus meningkat.
Keberhasilan IndoWood Expo 2026 semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu agenda penting industri woodworking dan furnitur nasional yang berkontribusi pada peningkatan daya saing manufaktur serta pertumbuhan ekonomi berbasis ekspor.
Melanjutkan momentum positif tersebut, Dyandra Promosindo, HIMKI, dan Pablo Publishing & Exhibition memastikan IndoWood Expo 2027 akan kembali digelar pada 24–26 Juni 2027. Penyelenggaraan tahun depan diharapkan menghadirkan lebih banyak inovasi, peluang bisnis, dan kolaborasi strategis untuk mendorong pertumbuhan industri furnitur serta pengolahan kayu Indonesia secara berkelanjutan. * (Syam)





