Balikpapan, Mediaprofesi.id – Di tengah pesatnya aktivitas pertambangan dan derasnya investasi di sektor sumber daya alam, perusahaan tambang menghadapi tantangan besar: menjaga produktivitas tetap tinggi tanpa mengesampingkan keselamatan kerja.
Kini, keselamatan tidak lagi sekadar kewajiban untuk memenuhi regulasi, tetapi telah menjadi bagian penting dari strategi bisnis guna menjaga kelancaran operasional dan efisiensi perusahaan.
Melihat tren tersebut, PT Wahana Safety Indonesia (WSI) hadir dalam Mining Expo Balikpapan 2026 dengan membawa berbagai solusi keselamatan kerja yang dirancang untuk membantu industri meminimalkan risiko operasional sekaligus meningkatkan perlindungan bagi para pekerja di lapangan.
Industri pertambangan sendiri memiliki peran strategis bagi perekonomian nasional. Sektor ini menyumbang sekitar 6–7 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia serta menjadi motor penggerak investasi, hilirisasi, penciptaan lapangan kerja, dan pertumbuhan ekonomi. Namun, di balik kontribusi besarnya, industri tambang juga menyimpan risiko operasional yang tinggi.

Insiden kerja bukan hanya berdampak pada keselamatan pekerja, tetapi juga berpotensi mengganggu produktivitas, menghambat target produksi, hingga meningkatkan biaya operasional perusahaan. Karena itu, semakin banyak pelaku industri yang mulai memanfaatkan teknologi keselamatan untuk mendeteksi risiko sejak dini.
Berbagai solusi seperti gas detection system, pemantauan real-time, hingga perangkat keselamatan berbasis teknologi kini menjadi bagian penting dalam operasional pertambangan modern. Teknologi tersebut memungkinkan perusahaan mengidentifikasi potensi bahaya lebih cepat sekaligus meningkatkan perlindungan bagi pekerja.
“Banyak perusahaan saat ini mulai melihat keselamatan dari perspektif yang berbeda. Bukan hanya soal kepatuhan terhadap regulasi, tetapi bagaimana keselamatan dapat membantu menjaga produktivitas dan memastikan operasional berjalan dengan baik. Pada akhirnya, keselamatan dan kinerja bisnis berjalan beriringan,” ujar Fransiskus B. Hermanto, Sales & Marketing Director PT Wahana Safety Indonesia.
Menurut Frans, perubahan cara pandang ini terlihat dari meningkatnya kebutuhan industri terhadap berbagai solusi keselamatan berbasis teknologi.
“Dalam beberapa tahun terakhir, kami melihat peningkatan kebutuhan terhadap solusi seperti gas detection dan fall protection, khususnya dari sektor pertambangan. Ini menunjukkan perusahaan semakin menyadari pentingnya langkah preventif untuk mengurangi risiko sebelum insiden terjadi dan menjaga keberlangsungan operasional mereka,” tambahnya.

Partisipasi WSI di Mining Expo Balikpapan 2026 juga menjadi momentum spesial menjelang usia perusahaan yang ke-26 tahun pada Agustus mendatang. Selama lebih dari dua dekade, WSI aktif mendukung berbagai sektor industri nasional melalui penyediaan solusi keselamatan kerja, edukasi K3, penguatan budaya safety, hingga implementasi teknologi keselamatan di lingkungan kerja berisiko tinggi.
Dalam pameran tersebut, WSI menampilkan berbagai solusi keselamatan terintegrasi, mulai dari Personal Protective Equipment (PPE), Fall Protection System, Fire Protection Solution, hingga teknologi Gas Detection System seperti WatchGas yang dirancang untuk memberikan perlindungan maksimal di area kerja berisiko tinggi.
Tak hanya menghadirkan produk dan teknologi, WSI juga terus memperkuat Gerakan Keselamatan Nasional (GKN), sebuah inisiatif yang bertujuan meningkatkan kesadaran, budaya, dan implementasi keselamatan kerja di berbagai sektor industri melalui edukasi, kolaborasi, serta penerapan praktik keselamatan yang berkelanjutan.
Di tengah tuntutan efisiensi dan target produksi yang semakin tinggi, perusahaan tambang dituntut menjadikan keselamatan sebagai bagian integral dari proses bisnis. Dengan pendekatan yang tepat, keselamatan tidak hanya melindungi pekerja, tetapi juga membantu menjaga produktivitas, mengurangi potensi gangguan operasional, dan mendukung keberlangsungan usaha dalam jangka panjang. * (Syam/Wah)





