Balikpapan, Mediaprofesi.id – Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series Balikpapan 2026 resmi berakhir pada 12 Juni 2026 di BSCC Dome Balikpapan. Meski baru pertama kali digelar di kota ini, pameran tersebut langsung mencuri perhatian dengan menghadirkan ribuan pelaku industri dari sektor pertambangan, konstruksi, minyak dan gas, pemerintah, akademisi, hingga berbagai asosiasi dalam satu wadah kolaborasi.
Untuk pertama kalinya di Balikpapan, IEE Series membawa tiga pameran unggulan sekaligus, yakni Mining Indonesia, Construction Indonesia, dan Oil & Gas Indonesia. Kehadiran ketiganya menjadi gambaran kuat tentang keterhubungan sektor-sektor strategis yang menopang pertumbuhan industri nasional, khususnya di Kalimantan dan kawasan Indonesia Timur.
Penyelenggara, PT Pamerindo Indonesia, mencatat sebanyak 4.761 pelaku industri menghadiri pameran selama tiga hari. Mereka berinteraksi dengan lebih dari 100 peserta pameran yang menampilkan lebih dari 200 merek dari 10 negara. Digelar di area seluas lebih dari 5.600 meter persegi, ajang ini juga memfasilitasi 184 sesi business matching serta membawa sejumlah peserta pameran meninjau langsung peluang investasi di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Deputy Event Director Pamerindo Indonesia, Hanung Hanindito, menilai antusiasme tersebut menjadi bukti meningkatnya kebutuhan akan platform yang mampu mempertemukan dunia usaha, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

“IEE Series Balikpapan 2026 menunjukkan besarnya peluang kolaborasi dan inovasi di sektor pertambangan, konstruksi, dan migas. Kami optimistis ajang ini akan semakin memperkuat posisi Kalimantan Timur dan Indonesia Timur dalam peta industri nasional maupun global,” ujarnya.
Tak hanya menjadi arena pameran, IEE Series Balikpapan juga menghadirkan berbagai seminar dan forum diskusi yang membahas isu-isu strategis industri. Mulai dari transformasi sektor migas, penguatan rantai pasok, pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) di sektor pertambangan, hingga pengembangan industri alat berat dan beton untuk mendukung pembangunan Indonesia Timur.
Salah satu perhatian utama datang dari seminar bersama ASPERMIGAS. Dalam forum tersebut, Kepala Bidang Geologi dan Air Tanah Dinas ESDM Kalimantan Timur, Puji Harianto, mengungkapkan bahwa provinsi ini memiliki peran strategis dalam peta energi nasional dengan 41 wilayah kerja migas yang aktif beroperasi.
Menurutnya, pemerintah daerah terus berupaya menjaga stabilitas produksi migas melalui penciptaan iklim investasi yang kondusif, penguatan rantai pasok lokal, serta peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), terutama untuk menyambut potensi penemuan cadangan gas baru yang besar.
Isu transformasi teknologi juga menjadi sorotan. Dalam forum yang digelar PERHAPI, pemanfaatan drone (UAV) dan Artificial Intelligence disebut mampu meningkatkan efisiensi, produktivitas, sekaligus keselamatan kerja di sektor pertambangan. Selain itu, inovasi Auger Mining diperkenalkan sebagai solusi untuk mengoptimalkan cadangan batubara tanpa perlu memperluas area tambang.

Komitmen terhadap pengembangan sumber daya manusia turut terlihat melalui program Student Visit yang melibatkan 80 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Balikpapan dan Kalimantan Timur. Program ini memberi kesempatan bagi generasi muda untuk mengenal lebih dekat perkembangan teknologi, kebutuhan industri, serta peluang karier di sektor energi dan engineering.
Keberhasilan penyelenggaraan perdana IEE Series Balikpapan juga didukung berbagai asosiasi industri dan instansi pemerintah, mulai dari ASPERMIGAS, PERHAPI, PERTAABI, ICAN, ACE Kalimantan Timur, ABUPI, hingga Otorita IKN.
Menutup gelaran tersebut, Hanung memastikan IEE Series Balikpapan akan kembali digelar pada 9–11 Juni 2027. Sementara itu, rangkaian IEE Series 2026 akan berlanjut ke Surabaya melalui Indonesia Energy Week pada 15–17 Juli 2026, sebelum mencapai puncaknya di Jakarta lewat Energy Week dan Energy & Engineering Week pada September 2026.
Dengan skala yang semakin besar, rangkaian IEE Series diharapkan menjadi titik temu utama para pelaku industri untuk memperluas jaringan, menciptakan peluang bisnis baru, serta mempercepat transformasi sektor energi dan engineering Indonesia menuju masa depan yang lebih kompetitif dan berkelanjutan. * (Syam/Wah)





