Tangerang, Mediaprofesi.id – JETOUR terus memperkuat langkahnya di pasar kendaraan elektrifikasi Indonesia dengan menghadirkan teknologi Intelligent Dual Mode (i-DM). Teknologi plug-in hybrid (PHEV) ini dirancang untuk menggabungkan efisiensi motor listrik dengan performa mesin bensin, sehingga mampu memberikan pengalaman berkendara yang bertenaga sekaligus hemat energi.
Dalam ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, Rabu (5/8), PT JETOUR Sales Indonesia menggelar sesi Media Deep Dive Exploring i-DM Technology. Melalui sesi ini, JETOUR menjelaskan cara kerja, keunggulan, hingga berbagai fitur yang ditawarkan teknologi i-DM yang kini digunakan pada JETOUR Dashing i-DM dan Soueast T2 i-DM.
Product Senior Manager PT JETOUR Sales Indonesia, Irwan Nugraha Kurnia, menjelaskan bahwa kedua model tersebut menyasar karakter pengguna yang berbeda. Dashing i-DM ditujukan bagi konsumen urban yang mengutamakan kenyamanan dan efisiensi, sedangkan Soueast T2 i-DM dikembangkan untuk pecinta perjalanan jauh dan petualangan yang membutuhkan performa lebih tinggi.
Perbedaan utama keduanya terletak pada konfigurasi motor listrik. Dashing i-DM menggunakan satu motor listrik dengan transmisi Dedicated Hybrid Transmission (DHT) 1-speed, sedangkan Soueast T2 i-DM dibekali dua motor listrik dan transmisi DHT 3-speed yang menghasilkan akselerasi lebih responsif serta performa lebih optimal di berbagai kondisi jalan.
Teknologi i-DM mengandalkan tiga komponen utama, yakni mesin hybrid generasi kelima 1.5 TGDI, transmisi khusus hybrid, dan baterai LFP berkapasitas 26,7 kWh. Mesin tersebut memiliki efisiensi termal hingga 44,5%, sementara baterainya mampu membawa kendaraan melaju dalam mode listrik hingga 100 kilometer.
Pengisian daya juga tergolong praktis. Dengan DC Fast Charging, baterai dapat terisi dari 30 persen hingga 80 persen hanya dalam waktu sekitar 27 menit. Baterai ini juga telah mengantongi sertifikasi IP68, tahan air dan debu, serta dilengkapi sistem keselamatan yang mampu memutus aliran listrik hanya dalam waktu dua milidetik saat terjadi benturan.

Menurut Irwan, kehadiran dua motor listrik pada Soueast T2 i-DM memungkinkan pembagian tugas yang lebih optimal. Satu motor berfungsi sebagai generator sekaligus penggerak, sedangkan motor lainnya menjadi penggerak utama. Hasilnya, tenaga lebih besar, akselerasi lebih responsif, kemampuan menanjak lebih baik, sekaligus efisiensi energi yang tetap terjaga.
JETOUR juga membekali i-DM dengan berbagai mode berkendara, mulai dari Eco, Normal, Sport, hingga Snow, serta pilihan EV Mode dan Hybrid Mode. Pada Hybrid Mode, sistem secara otomatis memilih kombinasi kerja mesin dan motor listrik melalui hingga 11 skenario operasi, menyesuaikan kondisi jalan dan gaya berkendara agar konsumsi energi tetap efisien.
Fitur pendukung lain yang tak kalah menarik adalah Vehicle-to-Load (V2L) dengan daya hingga 3,3 kW. Fitur ini memungkinkan kendaraan menjadi sumber listrik untuk berbagai perangkat elektronik saat beraktivitas di luar ruangan.
Sementara itu, Product Training Expert PT JETOUR Sales Indonesia, Fatur Farhananda, menegaskan bahwa keunggulan utama sistem dual motor adalah kemampuan mempertahankan mode listrik pada kecepatan tinggi.
“Karena menggunakan dua motor listrik, kendaraan ini mampu tetap berjalan dalam mode EV hingga kecepatan lebih dari 120 km/jam. Hasilnya, performa lebih responsif dan pengemudi memiliki fleksibilitas lebih besar saat ingin berkendara menggunakan tenaga listrik sepenuhnya,” jelasnya.
Fatur juga memberikan tips untuk mendapatkan efisiensi terbaik. Pengguna disarankan memilih Eco atau Normal Mode, mengaktifkan Hybrid Mode, serta menggunakan pengaturan Smart Power Saving agar sistem dapat mengatur sendiri kapan mesin mengisi baterai dan kapan tenaga listrik digunakan. Pengaturan ini dinilai lebih efisien dibanding Force Power Saving yang membuat mesin bekerja lebih keras untuk mengisi baterai sekaligus menggerakkan kendaraan. * (Syam/Wah)





