MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Jumat, 30 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Jumat, 30 Oktober 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Data Center Meledak, Energi Makin Haus: Seberapa Siap Infrastruktur Indonesia?

Pratama by Pratama
Minggu, 6 September 2026
in Ekonomi
Data Center Meledak, Energi Makin Haus: Seberapa Siap Infrastruktur Indonesia?
18
VIEWS

Jakarta, Mediaprofesi.id – Perkembangan kecerdasan buatan (AI), cloud computing, kendaraan listrik, hingga energi terbarukan sedang mengubah kebutuhan infrastruktur Indonesia. Tantangannya kini bukan lagi sekadar menambah kapasitas, melainkan membangun sistem yang mampu tumbuh, beradaptasi, dan tetap andal menghadapi perubahan teknologi.

Isu tersebut menjadi sorotan dalam Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series – Energy Week 2026 yang mempertemukan Electric & Power Indonesia, Data Center Asia–Indonesia, dan The Battery Show Indonesia di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Data Center Harus Siap Tumbuh

Ledakan kebutuhan komputasi dan konektivitas membuat industri data center terus berkembang. Perwakilan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencatat Indonesia kini memiliki 246 data center yang tersebar di 134 lokasi.

Namun, pembangunan data center ke depan tidak cukup hanya mengandalkan kapasitas besar. Infrastruktur harus dirancang sejak awal agar scalable dan modular.

Digital Solutions Director for South East Asia Prysmian Group, Tandi Suriani, mengatakan data center harus mampu mengantisipasi pertumbuhan teknologi di masa depan.

“Data center hari ini harus dibangun dengan mempertimbangkan pertumbuhan di masa depan. Solusinya harus scalable dan modular,” ujarnya.

Menurutnya, kebutuhan konektivitas yang bergerak dari 400 menuju 800 GBPS membuat fiber backbone harus dirancang agar dapat dikembangkan tanpa perlu diganti secara menyeluruh.

Listrik Jadi Critical Business

Di tengah pertumbuhan teknologi, kebutuhan energi juga semakin besar. Presiden Direktur Wirawan Corporation, Michael Hardinata, menilai sektor energi akan tetap menjadi bisnis krusial karena hampir seluruh aktivitas modern bergantung pada listrik.

Ia mencontohkan kondisi saat pandemi Covid-19, ketika aktivitas masyarakat melambat, tetapi rumah sakit tetap membutuhkan pasokan listrik tanpa henti.

“Pasokan listrik tidak boleh terhenti. Ini membuktikan bahwa sektor kelistrikan akan tetap hidup dan menjadi critical business,” kata Michael.

Kebutuhan serupa dirasakan sektor manufaktur. Budi Tedja dari Delta Prima Makmur menekankan pentingnya infrastruktur energi yang mampu beroperasi secara kontinu, memanfaatkan energi alternatif, serta menekan risiko downtime.

Artinya, sistem energi masa depan tak hanya harus andal, tetapi juga fleksibel dalam mengelola berbagai sumber energi.

Baterai Bekas, Tantangan Sekaligus Peluang

Perkembangan kendaraan listrik dan energi terbarukan juga memunculkan persoalan baru: bagaimana mengelola baterai setelah masa pakainya berakhir.

Prof. Dr. rer. nat Evvy Kartini menilai Indonesia masih perlu memperkuat ekosistem pengelolaan baterai, termasuk melalui special tools untuk mengukur kondisi dan tingkat penuaan baterai serta penerapan Extended Producer Responsibility (EPR).

Persoalan ini menjadi semakin mendesak. Limbah baterai kendaraan listrik diperkirakan mencapai 57 ribu ton pada 2030 dan melonjak menjadi 322 ribu ton pada 2035.

Namun, baterai bekas tidak harus berakhir sebagai limbah. Melalui repurposing dan recycling, baterai masih dapat memiliki nilai ekonomi baru.

Energy Solution Director Huawei, Simon Wan, menambahkan pertumbuhan energi terbarukan juga menuntut sistem energi yang lebih cerdas, lokal, dan fleksibel.

“Sistem tenaga menjadi semakin lokal, fleksibel, dan kompleks. Kita membutuhkan sistem energi yang lebih cerdas dan mampu mengelola berbagai sumber daya secara bersama-sama,” ujarnya.

Dari data center yang harus scalable, sistem kelistrikan yang wajib menjaga pasokan tanpa putus, hingga baterai yang perlu dikelola sepanjang siklus hidupnya, satu pesan menjadi jelas: transformasi teknologi membutuhkan infrastruktur yang ikut berevolusi.

IEE Series – Energy Week 2026 menjadi ruang bagi pelaku industri, penyedia teknologi, dan pemangku kepentingan untuk melihat bagaimana AI, digitalisasi, energi bersih, dan elektrifikasi membentuk kebutuhan baru terhadap infrastruktur Indonesia. * (Syam/Pra)

Post Views125 Views
Tags: Data CenterEnergiEnergy Week 2026IEE Series 2026infrastruktur indonesia

Related Posts

SM+ Caplok 5 Data Center Princeton Digital Group! Ekspansi Infrastruktur Digital Kini Menjangkau 25 Kota
Teknologi

SM+ Caplok 5 Data Center Princeton Digital Group! Ekspansi Infrastruktur Digital Kini Menjangkau 25 Kota

by Syamhudi
Senin, 12 Oktober 2026
26
75 Ribu Pelaku Industri Berkumpul di IEE Series 2026, Bisnis Energi dan Engineering Makin Terkoneksi
Ekonomi

75 Ribu Pelaku Industri Berkumpul di IEE Series 2026, Bisnis Energi dan Engineering Makin Terkoneksi

by Syamhudi
Rabu, 16 September 2026
35

RECOMMENDED

nubia dan SMARTFREN Gaspol Gempur Pasar 5G, Smartphone A77 5G Dibundel Internet Unlimited

nubia dan SMARTFREN Gaspol Gempur Pasar 5G, Smartphone A77 5G Dibundel Internet Unlimited

30 Oktober 2026
5
Hytera Kawal 37.000 Pelari Jakarta Running Festival, Teknologi Radio Jadi Senjata Jaga Koordinasi dan Keselamatan

Hytera Kawal 37.000 Pelari Jakarta Running Festival, Teknologi Radio Jadi Senjata Jaga Koordinasi dan Keselamatan

30 Oktober 2026
6

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    609 shares
    Share 244 Tweet 152
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    411 shares
    Share 164 Tweet 103
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    404 shares
    Share 162 Tweet 101
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    374 shares
    Share 150 Tweet 94
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    371 shares
    Share 148 Tweet 93
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi
  • Contact
  • Media Partner

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM