MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Senin, 2 November 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Senin, 2 November 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup

Merasa Sehat Belum Tentu Aman, Hipertensi Diam-Diam Bisa Berujung Stroke

Pratama by Pratama
Senin, 14 September 2026
in Gaya Hidup
Merasa Sehat Belum Tentu Aman, Hipertensi Diam-Diam Bisa Berujung Stroke
32
VIEWS

Jakarta, Mediaprofesi.id – Merasa sehat dan tetap aktif bukan berarti seseorang benar-benar terbebas dari ancaman penyakit jantung dan pembuluh darah. Salah satu risikonya justru bisa berkembang tanpa gejala yang jelas, hingga baru diketahui ketika sudah menimbulkan komplikasi serius.

Menjelang World Heart Day 2026 yang diperingati pada 29 September, isu tersebut kembali menjadi perhatian. Tahun ini, World Heart Federation mengangkat tema “Heart Disease Can Hide in Plain Sight: Don’t Miss a Beat”, yang mengajak masyarakat lebih peka terhadap tanda dan faktor risiko penyakit kardiovaskular yang kerap terlewatkan.

Bagi OMRON Healthcare Indonesia, momentum ini menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan sebaiknya tidak dimulai ketika masalah sudah muncul. Langkah sederhana seperti memahami faktor risiko, menerapkan pola hidup sehat, dan memantau kondisi tubuh secara rutin dapat menjadi bagian dari upaya pencegahan.

Melalui kampanye “Keep On, Life On”, OMRON Healthcare Indonesia mengajak masyarakat untuk terus menjalani hidup dengan membangun kebiasaan sehat dan mengejar hal-hal yang bermakna. Menurut OMRON, menjaga kesehatan bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga agar seseorang dapat terus hadir bagi keluarga dan memberikan kontribusi bagi lingkungan sekitarnya.

“Menjaga kesehatan merupakan perjalanan yang dilakukan setiap hari, bukan hanya ketika seseorang membutuhkan perawatan. Karena itu, penting bagi masyarakat memahami faktor risiko, membangun kebiasaan yang mendukung kesehatan, dan memiliki akses terhadap solusi yang membantu melakukan pemantauan secara rutin,” ujar Tomoaki Watanabe, Direktur OMRON Healthcare Indonesia.

Urgensi pemantauan tersebut tercermin dari kondisi hipertensi di Indonesia. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi hipertensi pada penduduk usia 18 tahun ke atas mencapai 30,8% berdasarkan hasil pengukuran tekanan darah. Namun, yang tercatat berdasarkan diagnosis dokter hanya 8,6%.

Kesenjangan tersebut mengindikasikan masih banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa dirinya mengalami hipertensi.

Hipertensi, AFib, dan Ancaman Stroke

Hipertensi sering disebut sebagai penyakit yang “diam” karena dapat berkembang tanpa gejala berarti. Padahal, tekanan darah tinggi yang berlangsung lama dapat membebani jantung dan pembuluh darah serta meningkatkan risiko komplikasi kardiovaskular.

Salah satu kondisi yang perlu diwaspadai adalah atrial fibrillation (AFib), yaitu gangguan irama jantung yang membuat detak jantung menjadi tidak teratur.

Dr Decsa Medika Hertanto, Sp.PD-KGH, FINASIM, Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal-Hipertensi, menjelaskan, hipertensi bukan sekadar persoalan angka tekanan darah, tetapi juga merupakan salah satu faktor risiko berbagai masalah kardiovaskular.

“Hipertensi yang berlangsung dalam jangka panjang dapat memberikan beban pada jantung dan pembuluh darah, sehingga meningkatkan risiko gangguan irama seperti AFib. Pada AFib, detak jantung yang tidak teratur dapat menyebabkan aliran darah di dalam jantung tidak optimal dan meningkatkan risiko terbentuknya bekuan darah. Jika bekuan tersebut terbawa ke otak, dapat terjadi stroke,” jelasnya.

Hubungan tersebut juga diperlihatkan dalam studi Framingham terhadap 5.070 peserta. Penelitian Wolf dan kolega pada 1991 menunjukkan hipertensi meningkatkan risiko stroke lebih dari tiga kali lipat, sedangkan AFib dikaitkan dengan peningkatan risiko stroke hampir lima kali lipat.

Pesan untuk lebih waspada itu menjadi semakin personal bagi Iwet Ramadhan, Business Owner, Co-Founder DVET Siaran Pagi IP, Head of Communications Yayasan Jantung Indonesia sekaligus OMRON Brand Ambassador. Sebagai penyintas stroke, ia merasakan langsung bagaimana masalah kesehatan dapat mengubah kehidupan.

“Setelah mengalami stroke, saya sadar bahwa merasa sehat dan tetap aktif bukan berarti kita sudah mengetahui kondisi kesehatan secara keseluruhan. Pengalaman itu membuat saya lebih memperhatikan kondisi tubuh dan lebih konsisten menjaga kesehatan,” ujar Iwet.

Ia berharap pengalamannya dapat mendorong masyarakat untuk tidak menunggu mengalami masalah serupa sebelum mulai peduli terhadap kesehatan jantung.

Pada akhirnya, pesan World Heart Day 2026 sederhana: ancaman terhadap jantung tidak selalu datang dengan tanda yang mudah dikenali. Karena itu, jangan menunggu tubuh memberi peringatan keras untuk mulai memperhatikannya. * (Syam/Pra)

Post Views188 Views
Tags: atrial fibrillation (AFib)gangguan irama jantungHipertensiOmronPenyakit JantungPenyakit StrokeWorld Heart Day 2026

Related Posts

500 Orang Padati CFD Sudirman, YJI Gaspol Ingatkan Bahaya Penyakit Jantung yang Kerap Datang Tanpa Gejala
Gaya Hidup

500 Orang Padati CFD Sudirman, YJI Gaspol Ingatkan Bahaya Penyakit Jantung yang Kerap Datang Tanpa Gejala

by Wahyu
Selasa, 27 Oktober 2026
9
ISPA Mengganas di Kalimantan, OMRON Terjunkan 100 Nebulizer untuk Bantu Warga Hadapi Kabut Asap
Sosialita

ISPA Mengganas di Kalimantan, OMRON Terjunkan 100 Nebulizer untuk Bantu Warga Hadapi Kabut Asap

by Syamhudi
Senin, 12 Oktober 2026
29

RECOMMENDED

Akamai Gaspol Rebut Pasar Infrastruktur AI, Dua Produk Baru Hadir, Agen AI Kini Bisa Beroperasi Lebih Aman

Akamai Gaspol Rebut Pasar Infrastruktur AI, Dua Produk Baru Hadir, Agen AI Kini Bisa Beroperasi Lebih Aman

2 November 2026
4
Cloudera Gaspol Kuasai Pasar AI Enterprise: Gandeng Neo4j, Cartesia hingga Mistral, Bangun Ekosistem AI Otonom

Cloudera Gaspol Kuasai Pasar AI Enterprise: Gandeng Neo4j, Cartesia hingga Mistral, Bangun Ekosistem AI Otonom

2 November 2026
5

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    609 shares
    Share 244 Tweet 152
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    412 shares
    Share 165 Tweet 103
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    404 shares
    Share 162 Tweet 101
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    375 shares
    Share 150 Tweet 94
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    371 shares
    Share 148 Tweet 93
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi
  • Contact
  • Media Partner

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM