Tangerang, Mediaprofesi.id – Empat dekade berkiprah di industri otomotif Indonesia membuat PT SKF Automotive Indonesia semakin agresif menghadapi perubahan pasar. Memanfaatkan ajang perdana Automechanika Jakarta (AMJKT) 2026, SKF tak hanya merayakan perjalanan 40 tahun, tetapi juga membeberkan strategi ekspansi bisnis dan pengembangan produk baru.
Pameran yang berlangsung 24-27 September 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK2, Tangerang, Banten, menjadi momentum SKF memperkuat posisinya di tengah perubahan industri otomotif, mulai dari persaingan komponen, masuknya produk impor, hingga pergeseran kendaraan konvensional menuju elektrifikasi.
President Director PT SKF Automotive Indonesia, Vincentius Rajagukguk mengatakan, perjalanan SKF selama 40 tahun menunjukkan kemampuan perusahaan beradaptasi menghadapi berbagai perubahan.
“Sejak tahun 1986, perputaran—kalau kita bisa katakan bearing, roda berputar di Indonesia—itu dijamin oleh SKF,” ujarnya.
Menurut Vincentius, bearing memiliki posisi penting karena merupakan safety part yang berkaitan langsung dengan keselamatan kendaraan. Karena itu, SKF terus mempertahankan kualitas sekaligus menyesuaikan model bisnis, struktur produksi, dan strategi pasar menghadapi disrupsi industri.
“SKF memiliki kapabilitas dinamis bagaimana kami bisa mendeteksi apa yang terjadi di pasar, peluang dan ancaman yang ada. Dari situ kami bisa memodifikasi model bisnis dan melakukan transformasi,” katanya.
Bidik Roda Empat

Setelah lama menjadi pemain kuat di sektor bearing roda dua, SKF kini mulai mengarahkan perhatian lebih besar ke pasar kendaraan roda empat.
Vincentius mengungkapkan, sektor roda dua tetap menjadi fokus ekspansi. Namun, roda empat diposisikan sebagai salah satu pilar penting pertumbuhan bisnis SKF Indonesia ke depan.
Mulai tahun depan, SKF akan memasukkan portofolio baru berupa wheel bearing Generasi 3. Perusahaan juga akan melakukan penetrasi ke aplikasi suspensi melalui produk strut bearing.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi SKF mengeksploitasi sumber daya dan kekuatan yang telah dimiliki sekaligus mengeksplorasi peluang baru di pasar otomotif Indonesia.
Tak berhenti pada bearing, SKF juga memperluas portofolio ke produk functional part, antara lain clutch bearing dan water pump.
“SKF saat ini tidak hanya bicara bearing, tapi juga sudah masuk kepada produk-produk non-bearing,” ujar Vincentius.
Percepat Portofolio Elektrifikasi

Director of Vehicle Aftermarket Sales Asia Pacific SKF, Ken Miao, menambahkan bahwa transformasi juga berlangsung di tingkat global.
SKF saat ini menjalankan proyek pemisahan bisnis menjadi dua perusahaan independen yang masing-masing akan berfokus pada sektor industri dan otomotif. Branding baru secara global direncanakan diumumkan pada November 2026, sementara pencatatan saham (listing) direncanakan pada Desember 2026.
Untuk bisnis otomotif, SKF Vehicle akan lebih fokus mengembangkan pasar otomotif secara global.
Di Indonesia, pengembangan portofolio roda empat juga terus diperluas. Produk yang telah sukses di pasar Asia, Eropa, dan Amerika, seperti water pump, driveshaft, steering, dan suspensi, mulai dibawa ke pasar Indonesia.
Sementara untuk kendaraan komersial, SKF menghadirkan produk seperti seal, grease, dan fastener.
Perubahan teknologi kendaraan juga menjadi perhatian. SKF mengungkapkan telah memiliki pangsa pasar besar secara global untuk produsen kendaraan listrik asal Amerika maupun China. Solusi untuk kendaraan listrik tersebut juga mulai dibawa ke Indonesia.
Selain pengembangan produk, SKF akan terus berinvestasi pada infrastruktur, pergudangan, peningkatan layanan pengiriman, serta pelatihan produk di Indonesia.
Langkah ini menunjukkan arah SKF yang semakin luas: mempertahankan kekuatan di bearing, memperbesar penetrasi roda empat, sekaligus membangun portofolio yang relevan dengan era elektrifikasi. * (Syam)





