Jakarta, Mediaprofesi.id – PT Himawan Putra membawa teknologi baru ke pasar aftermarket Indonesia melalui ajang Automechanika Jakarta (AMJKT) 2026 yang berlangsung 24–27 September 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK2, Tangerang.
Perusahaan yang telah berkiprah sejak 1983 ini memperkenalkan perangkat berteknologi tinggi dari Amerika Serikat yang dirancang untuk mempercepat pemeriksaan kondisi kendaraan, sekaligus membuka peluang baru bagi bisnis bengkel dan dealer.
Vice President PT Himawan Putra, Kevinski Himawan, mengatakan salah satu teknologi yang menjadi perhatian adalah Quick Check Drive dari Hunter Engineering. Perangkat ini memungkinkan pemeriksaan awal kondisi spooring kendaraan secara cepat tanpa harus memasang target atau mengangkat mobil ke lift.
“Ini drive-through. Dengan laser dan kamera, alat bisa membaca nilai spooring mobil, kemudian menunjukkan apakah camber atau toe bermasalah dan membutuhkan spooring,” ujar Kevin.

Teknologi tersebut dipadukan dengan Quick Tread Edge, perangkat yang mampu membaca kedalaman tapak ban dari bahu ke bahu. Dengan demikian, pemeriksaan tidak hanya melihat kondisi spooring, tetapi juga mendeteksi keausan ban yang mungkin tidak terlihat secara kasatmata.
Menurut Kevin, kondisi tersebut penting karena spooring yang baik tidak otomatis menjamin ban masih dalam kondisi optimal. Sebaliknya, ban yang masih terlihat bagus juga bisa lebih cepat aus jika penyetelan spooring tidak tepat.
“Ini seperti medical check-up. Kita cek dulu apakah kendaraan memang membutuhkan spooring. Kalau hasilnya menunjukkan perlu, baru dilakukan penyetelan di mesin spooring,” jelasnya.
Konsep ini membuka peluang bisnis baru bagi bengkel maupun dealer. Kendaraan cukup melewati jalur pemeriksaan dan hasilnya dapat langsung dicetak. Bahkan, sistem tersebut ideal ditempatkan di area masuk bengkel atau dealer sehingga setiap kendaraan yang datang dapat menjalani pemeriksaan awal.
Di luar negeri, teknologi ini bahkan dapat bekerja secara drive-through pada kecepatan sekitar 20–30 km per jam. Sistem juga dapat dikembangkan dengan kamera pembaca pelat nomor sehingga data kendaraan dapat langsung teridentifikasi.
Kevin menyebut teknologi tersebut berpotensi menangkap kebutuhan layanan yang selama ini terlewat. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Himawan Putra, sekitar 70–80 persen kendaraan di jalan disebut membutuhkan spooring.
“Kalau kendaraan yang datang ke dealer diperiksa semuanya, peluangnya sangat besar. Misalnya biaya spooring sekitar Rp1 juta, bisa dibayangkan potensi bisnisnya,” katanya.

Untuk pasar Indonesia, harga perangkat Quick Check Drive dan Quick Tread Edge diperkirakan sekitar Rp2 miliar untuk paket lengkap.
Himawan Putra juga menyiapkan dukungan purnajual. Sebagai distributor resmi Hunter, perusahaan memberikan garansi sekitar tiga tahun dan layanan servis setelah masa garansi. Saat ini Himawan Putra memiliki sekitar 45 teknisi yang tersebar di Indonesia, dengan dukungan ketersediaan suku cadang hingga sekitar 20 tahun.
Selain teknologi spooring dan ban, Himawan Putra turut membawa nitrogen generator. Penggunaan nitrogen pada ban ditujukan untuk membantu menjaga temperatur ban, efisiensi bahan bakar, serta memperpanjang usia ban.
Menurut Kevin, tantangan terbesar dalam adopsi teknologi seperti ini di Indonesia salah satunya berkaitan dengan biaya jasa. Harga layanan spooring di Indonesia masih relatif rendah dibandingkan sejumlah negara lain.
“Di Amerika, wheel alignment minimum sekitar US$100. Itu menjadi sumber pemasukan yang bagus bagi bengkel dan membuat proses pengerjaan juga lebih serius,” ujarnya.
Melalui AMJKT 2026, Himawan Putra melihat teknologi diagnostik cepat seperti Quick Check Drive dan Quick Tread Edge memiliki peluang untuk mengubah pola layanan bengkel di Indonesia—dari sekadar memperbaiki kendaraan menjadi lebih proaktif mendeteksi potensi masalah sejak awal.
Tak hanya soal efisiensi bisnis, pendekatan tersebut juga membawa aspek keselamatan. Pemeriksaan kedalaman ban dari sisi ke sisi dapat membantu mendeteksi keausan tidak merata yang berpotensi meningkatkan risiko ketika kendaraan digunakan, terutama pada kondisi jalan dan temperatur tinggi. * (Syam)





