Tangerang, Mediaprofesi.id – Peta persaingan industri aftermarket otomotif Indonesia semakin ramai. Salah satu pemain yang mulai mencuri perhatian adalah Putra Jaya Motor melalui DWX, produk komponen kaki-kaki yang seluruh proses produksinya dilakukan di Indonesia.
DWX diperkenalkan Putra Jaya Motor dalam ajang Automechanika Jakarta 2026 yang berlangsung 24–27 September di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), Tangerang. Pameran ini mempertemukan produsen komponen, distributor, bengkel, buyer hingga mitra bisnis dari berbagai negara.
Managing Director Putra Jaya Motor, Randy Hardyson, mengatakan DWX dikembangkan untuk menjawab kebutuhan konsumen terhadap komponen aftermarket dengan harga lebih terjangkau. “Kalau DWX full Indonesia. Lokasi pabriknya di Tangerang,” kata Randy.

Menurut Randy, harga sejumlah produk DWX berada di kisaran 20–25 persen dari harga genuine part. Strategi tersebut menjadi salah satu daya tarik DWX untuk masuk lebih agresif ke pasar aftermarket.
Tak hanya mengejar harga, Putra Jaya Motor juga melakukan pengujian produk pada kendaraan operasional, termasuk taksi online. Saat ini pengembangan DWX masih banyak menyasar kendaraan Toyota, khususnya segmen Low Cost Green Car (LCGC).
Ke depan, cakupan produk akan diperluas untuk kendaraan Nissan, Honda, dan Mitsubishi. Putra Jaya Motor juga menyiapkan sejumlah produk baru seperti bushing, fan belt, hingga brake pad.
“Pabrik-pabrik Indonesia untuk kualitas pengeremannya sangat bagus. Cuma belum banyak brand yang ekspor,” ujar Randy.
Dari Tangerang Mengincar Pasar Global

Ambisi Putra Jaya Motor tidak berhenti di pasar domestik. Perusahaan mulai membidik peluang ekspor DWX ke negara yang memiliki karakter kendaraan serupa Indonesia.
Libya dan Arab Saudi menjadi beberapa pasar Timur Tengah yang mulai dijajaki. Sementara di kawasan Asia Tenggara, Filipina dan Malaysia dinilai memiliki peluang karena model kendaraan yang digunakan relatif mirip dengan pasar Indonesia.
“Filipina dan Malaysia sangat mirip dengan mobil Indonesia. Jadi produk Indonesia sangat berpeluang dan sangat memungkinkan untuk ekspor kalau model mobilnya mirip dengan mobil Indonesia,” kata Randy.
Kesamaan model kendaraan dinilai dapat menjadi modal penting dalam ekspansi karena kebutuhan komponen dan suku cadang juga memiliki karakteristik yang hampir sama.
Melalui Automechanika Jakarta 2026, Putra Jaya Motor sekaligus membuka peluang menggandeng distributor dan mitra bisnis baru. Perusahaan masih mencari jaringan untuk memperluas pemasaran DWX, baik di berbagai wilayah Indonesia maupun pasar ekspor.
Dari pabrik di Tangerang, DWX kini mulai membuka jalan menuju pasar yang lebih luas. Tantangannya adalah bagaimana produk aftermarket buatan Indonesia tersebut mampu membuktikan kualitas, memperkuat jaringan distribusi, dan bersaing di pasar global. * (Syam)





