Tangerang, Mediaprofesi.id – Persaingan di pasar kendaraan listrik ikut mendorong kebutuhan infrastruktur pengisian daya yang semakin praktis dan fleksibel. Peluang ini ditangkap PT Velasto Indonesia, unit usaha Astra Otoparts, dengan memperkuat penetrasi produk EV charger Altro di pasar aftermarket.
Momentum tersebut terlihat pada ajang Automechanika Jakarta (AMJKT) 2026 yang berlangsung 24–27 September 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), Tangerang.
Marketing Supervisor PT Velasto Indonesia, Prayogo Pradipta, mengatakan Altro memiliki sejumlah varian EV charger, mulai dari AC hingga DC. Untuk lini AC premium, produk Altro telah digunakan sebagai genuine part pada sejumlah kendaraan elektrifikasi Toyota dan Lexus.
“Untuk AC charging premium, kami memiliki fitur auto-pause dan auto-resume,” ujar Prayogo.
Fitur tersebut memungkinkan proses pengisian daya kembali berjalan secara otomatis setelah terjadi gangguan listrik. Saat baterai kendaraan telah penuh, sistem juga dapat menghentikan proses charging secara otomatis.
Selain varian premium, Altro menawarkan charger AC 7 kW melalui dua lini, yakni Eco dan Neo. Varian Eco saat ini menjadi salah satu produk yang paling banyak diminati konsumen, sementara Neo masih dalam tahap pre-order dan ditargetkan mulai tersedia secara massal pada bulan berikutnya.
Menariknya, Altro juga menggandeng PLN untuk memperluas akses konsumen. Pembelian melalui kanal PLN memungkinkan pengguna memperoleh tarif listrik lebih murah hingga 30% pada periode waktu tertentu di malam hari.
“Kami juga bisa menyediakan produk sekaligus instalasinya,” kata Prayogo.
Ke depan, pembelian produk Altro juga diproyeksikan dapat dilakukan melalui PLN Mobile. Layanan tersebut nantinya mencakup kebutuhan seperti penambahan daya dan instalasi yang dapat ditangani melalui PLN.

Dari sisi kompatibilitas, Altro mengklaim EV chargernya dapat digunakan pada berbagai merek kendaraan listrik. Produk tersebut telah digunakan untuk kendaraan Toyota dan Lexus, serta dipasok untuk BMW.
“Untuk China juga bisa, seperti BYD, Wuling dan Chery,” ujarnya.
Salah satu nilai jual yang ditekankan Velasto Indonesia adalah proses manufaktur dan assembly di dalam negeri. Menurut Prayogo, Altro memiliki nilai tambah karena tidak sekadar mengambil produk jadi untuk dipasarkan di Indonesia.
“Kami melakukan assembly di Indonesia dan memilih komponen-komponen tertentu untuk memberikan added value,” jelasnya.
Strategi ini menjadi pembeda di tengah pasar EV charger yang juga diisi produk impor dan distributor.
Untuk memperkuat layanan konsumen, Altro menyiapkan dukungan after-sales. Jika terjadi kendala, tim teknis ditargetkan melakukan survei ke lokasi pelanggan dalam waktu maksimal 1×24 jam untuk proses troubleshooting dan perbaikan.
Sementara itu, produk Altro mendapatkan garansi selama dua tahun, termasuk untuk komponen internal.
Saat ini produk Altro sudah dapat dibeli melalui sejumlah kanal e-commerce, termasuk Tokopedia dan Shopee. Dengan ekspansi kanal penjualan, jaringan instalasi, serta kompatibilitas yang semakin luas, Velasto Indonesia melihat pasar EV charger sebagai salah satu ruang pertumbuhan di tengah percepatan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. * (Syam)





