Bekasi, Mediaprofesi.id – Pasar pembiayaan di tengah masyarakat kembali menjadi arena perebutan pertumbuhan. Ketika kebutuhan konsumen semakin beragam, perusahaan multifinance dituntut tak hanya menawarkan kredit kendaraan, tetapi juga menghadirkan solusi pembiayaan yang mampu menjangkau berbagai kebutuhan.
FIFGROUP membaca peluang tersebut dari dekat. Di Pondok Gede, Kota Bekasi, salah satu basis bisnisnya justru menunjukkan performa yang menonjol. Hingga Agustus 2026, Cabang FIFGROUP Pondok Gede membukukan aset Rp303 miliar dan masuk 10 besar cabang terbaik nasional.
Momentum itu langsung dimanfaatkan FIFGROUP untuk memperkuat penetrasi pasar melalui Hajatan Cabang Pondok Gede 2026 pada 3–4 Oktober 2026. Ajang ini tidak hanya menjadi ruang promosi, tetapi juga membawa lima lini bisnis FIFGROUP langsung ke tengah masyarakat.
Kepala Wilayah FIFGROUP Jawa Barat II, Hendra Sugara Martha, melihat tingginya aktivitas masyarakat Pondok Gede sebagai indikasi bahwa roda ekonomi di kawasan tersebut terus bergerak.
“Masih banyak yang bakal butuh motor lagi,” ujar Hendra dalam Hajatan FIFGROUP Cabang Pondok Gede 2026.
Bagi bisnis multifinance, kebutuhan tersebut menjadi pasar yang harus digarap dengan pendekatan lebih luas. FIFGROUP pun tidak hanya bertumpu pada pembiayaan sepeda motor baru.
Perusahaan membawa FIFASTRA untuk pembiayaan sepeda motor baru, Danastra untuk pembiayaan multiguna, SPEKTRA untuk elektronik dan furniture, FINATRA untuk pembiayaan mikro dan UMKM, serta AMITRA untuk pembiayaan syariah haji dan umrah.
Kelima lini tersebut hadir dalam Hajatan Pondok Gede dengan berbagai penawaran promo.
Bidik Pasar dari Motor hingga UMKM

Strategi memperlebar kanal pembiayaan menjadi penting karena karakter kebutuhan masyarakat tidak lagi berhenti pada kendaraan. Kepala Cabang FIFGROUP Pondok Gede, Dwi Baskoro, mengatakan pembiayaan sepeda motor baru atau NMC masih menjadi bisnis terbesar di cabangnya.
Namun, SPEKTRA juga menjadi lini yang cukup besar dan FIFGROUP membuka peluang untuk memperbesar kontribusi SPEKTRA, FINATRA, serta AMITRA.
“Lima ini sebetulnya enggak ada yang kami pinggirkan,” kata Dwi.
Dengan model tersebut, satu pasar dapat dijangkau dari berbagai kebutuhan sekaligus. Konsumen yang membutuhkan kendaraan memiliki akses FIFASTRA, sementara kebutuhan barang, pembiayaan multiguna, UMKM, hingga haji dan umrah ditawarkan melalui lini bisnis lainnya.
Peta bisnis Jawa Barat sendiri menjadi salah satu penopang penting. FIFGROUP memiliki lebih dari 40 cabang, 56 pos, serta lebih dari 450 kios di Jawa Barat. Adapun Jabar II menjadi wilayah terbesar ketiga secara nasional dari 34 wilayah FIFGROUP dengan aset mencapai Rp2,23 triliun.
Ekspansi Harus Beriringan dengan Kualitas

Mengejar pertumbuhan pembiayaan tentu tidak bisa dilepaskan dari kualitas portofolio. FIFGROUP menyebut NPL nasional secara YTD Juli 2026 berada di level 1,62%, yang menurut perusahaan masih di bawah standar OJK.
Untuk Jawa Barat, Hendra juga menyebut tingkat NPL relatif sejalan dengan nasional, sementara pengelolaan akun dinilai berjalan baik di tengah pertumbuhan penjualan.
Di level cabang, Pondok Gede juga disebut mampu menjaga kualitas pembiayaan dengan baik. Dwi menyebut tingginya animo masyarakat menjadi salah satu faktor yang mendukung posisi cabang tersebut sebagai salah satu big branch FIFGROUP.
Hajatan Pondok Gede kemudian menjadi kanal untuk mengubah momentum pasar menjadi engagement. Marketing Manager FIFASTRA Jabar I, Fajar Apriadi, mengatakan kegiatan dua hari itu menargetkan sekitar 600 peserta customer gathering, sekaligus memberikan kesempatan kepada konsumen mendapatkan penawaran produk dengan harga promo.
Pada akhirnya, pertarungan bisnis multifinance tidak hanya ditentukan oleh seberapa besar pembiayaan yang disalurkan. Kemampuan menjangkau konsumen, menyediakan pilihan produk yang beragam, sekaligus menjaga kualitas portofolio menjadi bagian penting dari strategi pertumbuhan.
Dan di Pondok Gede, FIFGROUP sedang menunjukkan bagaimana strategi tersebut dijalankan: memperluas pasar, mengaktifkan lima lini bisnis, dan mempertahankan kualitas pembiayaan dalam satu gerak. * (Syam)





