Jakarta, Mediaprofesi.id – Ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan kian menjadi perhatian. Di tengah risiko gangguan pernapasan yang mengintai masyarakat, OMRON Healthcare Indonesia menyalurkan 100 unit nebulizer ke tiga wilayah terdampak, yakni Pontianak, Palangkaraya, dan Banjarbaru.
Bantuan melalui platform donasi Kitabisa ini ditujukan untuk mendukung kebutuhan terapi pernapasan masyarakat yang menghadapi dampak buruk kabut asap.
Dari total 100 unit OMRON Nebulizer NE-C810, sebanyak 40 unit dialokasikan untuk Pontianak, Kalimantan Barat. Sementara itu, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, dan Banjarbaru, Kalimantan Selatan, masing-masing menerima 30 unit.
Urgensi bantuan ini tergambar dari tingginya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di sejumlah wilayah. Data Kementerian Kesehatan mencatat, kasus ISPA di Kalimantan Barat mencapai 165.747 kasus sejak 1 Januari hingga awal Agustus 2026.
Pada periode 10–16 Agustus 2026, Kalimantan Selatan melaporkan 18.423 kasus, sedangkan Kalimantan Tengah mencatat lebih dari 3.000 kasus.
Ancaman kabut asap tidak bisa dianggap enteng. Partikel halus PM2,5 dan polutan berbahaya dapat masuk ke saluran pernapasan, meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama pada anak-anak, lansia, serta masyarakat dengan riwayat asma dan penyakit paru.
Direktur OMRON Healthcare Indonesia, Tomoaki Watanabe, mengatakan paparan asap dapat memperburuk kondisi orang yang sudah memiliki gangguan pernapasan dan meningkatkan kebutuhan terhadap layanan kesehatan.
“Melalui inisiatif ini, OMRON berupaya mendukung fasilitas kesehatan di wilayah terdampak agar dapat memberikan layanan yang dibutuhkan oleh masyarakat, khususnya dalam menghadapi risiko gangguan pernapasan akibat kabut asap,” ujarnya.
Head of Brand Partnership Kitabisa, Andrew Deni Yonathan, menambahkan, kolaborasi ini merupakan bentuk gotong royong untuk membantu masyarakat menghadapi krisis asap karhutla.
Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan dapat menjangkau warga yang membutuhkan sekaligus meringankan beban mereka di tengah situasi sulit.
NE-C810 Andalkan Teknologi Terapi Inhalasi
OMRON NE-C810 merupakan compressor nebulizer yang mengubah obat cair menjadi aerosol agar dapat dihirup melalui masker atau corong mulut. Terapi inhalasi dapat digunakan untuk membantu menangani kondisi seperti asma dan gangguan pernapasan lainnya sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Perangkat ini dilengkapi Virtual Valve Technology (V.V.T.) yang dirancang untuk membantu mengurangi pemborosan obat dan mendukung efisiensi terapi.
Dengan bobot 190 gram, desain portabel, serta tingkat kebisingan 53 dB, NE-C810 dirancang agar praktis digunakan di rumah maupun saat bepergian. Perangkat ini menghasilkan aerosol dengan ukuran partikel rata-rata 4,4 mikrometer (MMAD) dan laju nebulisasi sekitar 0,35 ml per menit.
Di tengah ancaman kabut asap, dukungan perangkat terapi pernapasan ini diharapkan membantu memperkuat upaya penanganan warga terdampak. Meski demikian, nebulizer bukan alat untuk menghilangkan dampak paparan asap; pencegahan tetap membutuhkan pengurangan paparan polusi dan penanganan medis sesuai kebutuhan. * (Syam)





