Jakarta, Mediaprofesi.id – Pasar kendaraan listrik Indonesia kembali mendapat dorongan lewat ajang PERIKLINDO Electric Vehicle Show (PEVS) 2026. Tak hanya memamerkan teknologi terbaru, pameran ini juga menyiapkan program cashback hingga Rp200 juta untuk menarik minat konsumen sekaligus mendorong transaksi kendaraan listrik.
Digelar oleh Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (PERIKLINDO) bersama Dyandra Promosindo, PEVS 2026 berlangsung pada 29 Oktober–1 November 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Mengusung tema The Future of A Clean and Efficient Mobility, pameran ini menghadirkan beragam teknologi elektrifikasi, mulai dari kendaraan listrik berbasis baterai, hybrid, stasiun pengisian daya, hingga teknologi panel surya.
Presiden Direktur Dyandra Promosindo, Daswar Marpaung, mengatakan perkembangan pasar kendaraan listrik nasional menunjukkan tren positif. Populasinya yang sebelumnya masih di bawah 5% kini disebut telah mencapai 16%.
Dari sisi penjualan, kendaraan listrik mencatat sekitar 39.000 unit pada 2024, meningkat menjadi 150.000 unit pada 2025. Hingga Agustus 2026, penjualannya telah mencapai sekitar 101.000 unit.
“Program cashback ini kami hadirkan untuk meningkatkan daya tarik konsumen yang berkunjung ke PEVS,” ujar Daswar dalam acara jumpa pers hari ini, Kamis (22/10) di Jakarta.
Direktur Dyandra Promosindo, Rumpoko Hadi, menjelaskan cashback hingga Rp200 juta menjadi salah satu program unggulan tahun ini. Konsumen yang melakukan pemesanan kendaraan atau surat pemesanan kendaraan (SPK) berkesempatan memperoleh cashback sesuai mekanisme yang ditetapkan penyelenggara.
Ketentuan lengkap program akan diumumkan melalui kanal media sosial resmi PEVS.

PERIKLINDO Desak Insentif Tak Hanya untuk Mobil Penumpang
Di balik upaya menggenjot penjualan, Ketua Umum PERIKLINDO Moeldoko menyoroti persoalan yang dinilai penting bagi masa depan kendaraan listrik: perluasan insentif pemerintah ke sektor kendaraan komersial.
Menurutnya, kebijakan insentif selama ini lebih banyak berfokus pada kendaraan penumpang. Padahal, elektrifikasi bus dan kendaraan komersial berpotensi membantu menekan biaya operasional, terutama ketika harga bahan bakar berfluktuasi.
Moeldoko mencontohkan operator bus antarkota yang masih menggunakan kendaraan konvensional. Peralihan ke kendaraan listrik berpeluang meningkatkan efisiensi usaha sekaligus menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
Namun, manfaat tersebut perlu didukung kebijakan yang tepat agar pelaku usaha semakin terdorong beralih ke teknologi listrik.
“Periklindo akan mendorong agar insentif ke depan tidak hanya diberikan kepada mobil penumpang, tetapi juga kendaraan komersial,” tegasnya.
Moeldoko juga menilai perkembangan kendaraan listrik merupakan transformasi besar, bukan hanya pergantian teknologi kendaraan. Perubahan itu mencakup pola penggunaan, konsep mobilitas, hingga sistem energi yang menopangnya.
Karena itu, edukasi publik melalui PEVS dan Periklindo Electric Vehicle Conference menjadi bagian penting untuk meningkatkan pemahaman dan kepercayaan masyarakat.
8 Merek Mobil dan 6 Merek Motor Meramaikan PEVS

PEVS 2026 akan menghadirkan delapan merek kendaraan roda empat, yakni BAIC, BYD, Chery, DFSK, MAB, Neta, MG, dan Wuling yang disebut kembali dalam daftar peserta penyelenggara.
Untuk roda dua, enam merek yang dijadwalkan berpartisipasi adalah Alva, Burda, Indomobil, Polytron, Selis, dan EV.
Pameran juga menyediakan area test drive dan test ride agar pengunjung dapat merasakan langsung kendaraan yang diminati. Fasilitas business meeting dan business lounge disiapkan untuk mempertemukan pelaku industri serta membuka peluang transaksi bisnis.
Berbeda dari pameran berbayar, pengunjung PEVS 2026 dapat masuk secara gratis tanpa registrasi maupun tiket. Penyelenggara berharap kebijakan ini memperluas jangkauan pengunjung dan memperkuat edukasi mengenai elektrifikasi.
Dengan cashback hingga Rp200 juta, ragam merek kendaraan, dan dorongan perluasan insentif, PEVS 2026 menjadi salah satu panggung penting untuk menguji daya tarik kendaraan listrik sekaligus melihat seberapa jauh pasar Indonesia siap bergerak menuju mobilitas yang lebih bersih dan efisien. * (Syam)





