MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Sabtu, 25 April 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Sabtu, 25 April 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Nasional

Waspada Penyanderaan Data di Era Digitalisasi, Begini Cara Mengatasinya !

Wahyu by Wahyu
Senin, 11 Oktober 2021
in Nasional
Waspada Penyanderaan Data di Era Digitalisasi, Begini Cara Mengatasinya !
36
VIEWS

Jakarta, Media-profesi.com – Pemanfaatan teknologi digital berbasis jaringan internet dalam penyimpanan data memberikan berbagai kemudahan bagi organisasi untuk melakukan penyimpanan, mengakses, dan juga pengolahan database.

Walau begitu, digitaliasi data perlu mewaspadai aspek keamanan siber. Serangan siber yang cukup tinggi salah satunya dalam bentuk Ransomware yang menyerang sistem operasi dan berujung pada penyanderaan data.

Berdasarkan laporan Cybercrime: Covid-19 Impact yang disusun The International Criminal Police Organization (Interpol) 2020, terdapat empat jenis distribusi serangan siber selama pandemi Covid-19 berlangsung dan Ransomware menempati peringkat kedua (36%) dibawah Phising/Scam atau penipuan (56%), diikuti domain berbahaya di peringkat ketiga (22%) dan berita palsu (14%) di peringkat keempat.

ITSEC Asia sebagai salah satu perusahaan penyedia layanan keamanan informasi terbesar di Asia Pasifik menjelaskan bahwa di era digitalisasi sekarang ini perlu juga mengantisipasi serangan penyanderaan data karena hal tersebut dapat memberikan dampak sangat merugikan.

Presiden Direktur PT ITSEC Asia, Andri Hutama Putra menjelaskan, lembaga, organisasi atau perusahaan yang sudah melakukan digitalisasi perlu mengantisipasi serangan siber yang dapat mengakibatkan penyanderaan data.

“Pasalnya kerugian secara materi dapat terjadi dalam berbagai skala, mulai dari tidak dapat diaksesnya data yang berakibat berhentinya proses operasional, penyanderaan data yang meminta uang tebusan oleh hacker, ataupun penyalahgunaan data atau informasi yang berhasil didapat oleh oknum cybercriminal,” ujar Andri.

Lebih lanjut Andri menjelaskan bahwa database informasi dalam volume yang besar dapat menjadi sasaran utama serangan atau data breach. Insiden yang terjadi sering menjadi titik krisis bagi organisasi ataupun perusahaan, oleh karena itu keamanan database harus menjadi poin penting dalam strategi kemanan bisnis atau organisasi.

Ransomware merupakan perangkat lunak yang menyerang file data dengan mengenkripsi serta menyandera data, serangan ini seringkali juga dilanjutkan dengan meminta uang tebusan agar organisasi atau perusahaan dapat kembali mengakses data atau informasi tersebut.

“Untuk mengantisipasi penyanderaan data maka perlu dilakukan penguatan kemanan siber yang mumpuni. Aspek penguatan sistem kemananan perlu dilakukan secara berkala yang meliputi proses dan teknologi, seperti melakukan uji penetrasi jaringan (Penetration Test), deteksi ancaman dan perencanaan respon insiden, sampai pada audit sistem keamanan informasi dan analisa resiko,” jelas Andri.

Andri menambahkan, bahwa selain proses dan teknologi, penguatan dari aspek People juga penting dilakukan. Secara internal, organsasi atau perusahaan perlu juga menaruh perhatian dalam penguatan pemahaman dan keahlian teknis dari tenaga kemanan IT. Lembaga atau perusahaan juga dapat menggandeng perusahaan yang handal dalam keamanan IT untuk membangun sistem kemanan database mereka.

“Pemanfaatan tekonologi di era digitalisasi perlu dibarengi oleh pemahaman pentingnya melindungi data di ranah digital. Ini agar kita semua dapat memaksimalkan kemudahan era digitalisasi sekaligus mengurangi peluang terjadinya kejahatan penyanderaan data yang tentunya berdampak sangat merugikan baik itu untuk lembaga atau perusahaan yang menyimpan database ataupun masyarakat dan konsumen dari organisasi tersebut,” tutup Andri. * (Syam/Wah)

Post Views59 Views
Tags: Data AnalyticsITSECransomewareSecurity

Related Posts

Trend Micro Membantu Penegak Hukum Global Mengatasi Ancaman Ransomware Kelompok LockBit
Teknologi

Trend Micro Membantu Penegak Hukum Global Mengatasi Ancaman Ransomware Kelompok LockBit

by Syamhudi
Sabtu, 16 Maret 2024
57
62 Persen Organisasi APJ Memandang Segmentasi Jaringan sebagai Aspek yang Amat Penting di Tengah Lonjakan Serangan Ransomware
Teknologi

62 Persen Organisasi APJ Memandang Segmentasi Jaringan sebagai Aspek yang Amat Penting di Tengah Lonjakan Serangan Ransomware

by Syamhudi
Selasa, 28 November 2023
53

RECOMMENDED

Mesin Cuci AI Samsung Tawarkan Solusi Cerdas untuk Mendukung Hidup Lebih Efisien

Mesin Cuci AI Samsung Tawarkan Solusi Cerdas untuk Mendukung Hidup Lebih Efisien

25 April 2026
9
Mirae Asset: MSCI Bekukan Rebalancing Indeks Saham Indonesia Untuk Periode Mei 2026

Mirae Asset: MSCI Bekukan Rebalancing Indeks Saham Indonesia Untuk Periode Mei 2026

25 April 2026
6

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    569 shares
    Share 228 Tweet 142
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    366 shares
    Share 146 Tweet 92
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    359 shares
    Share 144 Tweet 90
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    325 shares
    Share 130 Tweet 81
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    324 shares
    Share 130 Tweet 81
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM