MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Jumat, 6 November 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Jumat, 6 November 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Penjualan Toksin Botulinum Daewoong Tembus Rp13,5 Triliun, 35 Pakar dari 11 Negara Digembleng di Bali

Syamhudi by Syamhudi
Jumat, 6 November 2026
in Ekonomi
Penjualan Toksin Botulinum Daewoong Tembus Rp13,5 Triliun, 35 Pakar dari 11 Negara Digembleng di Bali
2
VIEWS

Bali, Mediaprofesi.id – Daewoong Pharmaceutical semakin agresif memperkuat posisinya di pasar estetika medis global. Tak hanya mengandalkan pertumbuhan penjualan produk toksin botulinum yang melesat rata-rata 57% per tahun, perusahaan farmasi asal Korea Selatan ini juga memperluas pengaruhnya melalui edukasi klinis dan kolaborasi dengan para pakar medis dunia.

Langkah tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan NMC EXCLUSIVE Global KOL Summit Bali 2026 pada 29–31 Oktober 2026 di Bali. Forum ilmiah eksklusif ini mempertemukan 35 pakar medis dari 11 negara untuk membahas perkembangan, teknik perawatan, hingga masa depan penggunaan toksin botulinum dalam estetika medis.

Strategi ini sejalan dengan pencapaian bisnis Daewoong yang terus berkembang. Sejak memperoleh persetujuan Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) pada 2019, produk toksin botulinum perusahaan tersebut mencatatkan pertumbuhan penjualan tahunan rata-rata 57%. Bahkan, hingga Juni 2026, penjualan kumulatifnya telah menembus 1 triliun won Korea Selatan atau sekitar Rp13,5 triliun.

Di balik ekspansi tersebut, Daewoong menjadikan penguatan kompetensi tenaga medis sebagai salah satu strategi penting untuk memperluas penetrasi pasar. Melalui program NABOTA Master Class (NMC), perusahaan menghadirkan edukasi klinis berjenjang, dengan NMC EXCLUSIVE sebagai level tertinggi yang secara khusus ditujukan bagi para key opinion leaders (KOL) berpengalaman.

Berbeda dari program pelatihan klinis pada umumnya, forum ini menjadi ruang diskusi tingkat lanjut bagi para pakar untuk membedah kasus kompleks, bertukar teknik perawatan, serta menyusun pemahaman bersama mengenai perkembangan penggunaan toksin botulinum.

Mengusung tema “SHAPED – SHAPING – WHAT’S NEXT”, pertemuan selama tiga hari tersebut melibatkan pakar dari Korea Selatan, Asia-Pasifik, Timur Tengah, hingga Amerika Latin.

Pada hari pertama, sesi Global Treatment Consensus & Advisory Session membahas pengalaman klinis penggunaan toksin botulinum di berbagai area perawatan. Mulai dari kerutan dahi, area antara alis dan sekitar mata, otot rahang (masseter), wajah bagian bawah, leher, hingga pembentukan kontur tubuh.

Diskusi kemudian berlanjut melalui format roundtable. Para peserta membandingkan kasus klinis dan teknik perawatan dari berbagai negara untuk memperkaya perspektif sekaligus membahas pendekatan yang dapat menjadi acuan bersama dalam praktik medis.

Memasuki hari kedua, peserta mendapatkan edukasi klinis berbasis studi kasus melalui pendekatan R.E.A.L. Guidelines (Reference, Evaluate, Apply, Learn).

Dr Alexander Nassif dari Brasil mengulas anatomi wajah dan berbagai pertimbangan klinis dalam merencanakan perawatan menggunakan toksin botulinum.

Sementara itu, dr. Anesia Tania, Sp.DVE, FINSDV, dari Indonesia membagikan pengalaman penerapan NABOLIFT dan NABOGLOW untuk perawatan wajah dan leher. Dr. Yoon Chun-sik dari Korea Selatan memaparkan teknik penyuntikan serta pertimbangan klinis pada area tertentu. Adapun Dr. Hsin-Hung Chen dari Taiwan membahas pengalaman penggunaan toksin botulinum dalam penanganan migrain.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi NABOTA Global Vision & Future KOL Collaboration. Para pakar merangkum hasil diskusi sekaligus menjajaki peluang kolaborasi ilmiah lintas negara.

Peserta juga mengunjungi BWork Uluwatu, ruang kerja bersama milik Daewoong Group, serta NULOOK Clinic yang mengusung pendekatan K-Beauty. Kegiatan jejaring turut dimanfaatkan untuk mempererat hubungan antarpraktisi medis internasional.

dr Anesia Tania menilai forum tersebut memberikan kesempatan berharga bagi para pakar untuk berbagi pengalaman dan memperluas wawasan mengenai teknik perawatan toksin botulinum.

Ia berharap kegiatan ilmiah internasional semacam ini terus berlanjut sehingga tenaga medis dapat berkembang bersama dan menghasilkan teknik perawatan yang semakin efektif dan aman.

Senada, Junsoo Yun, Head of NABOTA Business Division, Daewoong Pharmaceutical, mengatakan perluasan pasar global harus diimbangi dengan pembangunan kepercayaan dan penguatan hubungan dengan komunitas medis.

Menurutnya, NMC EXCLUSIVE menjadi wadah penting untuk mempertemukan para pakar berpengalaman dalam edukasi tingkat lanjut dan diskusi ilmiah mendalam.

Ke depan, Daewoong akan terus memperluas program edukasi klinis yang dirancang khusus bagi tenaga medis. Strategi ini diharapkan memperkuat kompetensi praktisi sekaligus mendorong posisi perusahaan sebagai salah satu pemain utama dalam industri estetika medis global. * (Syam)

Post Views3 Views
Tags: baliDaewoong Pharmaceuticalfarmasi asal Korea SelatanNMC EXCLUSIVEprogram NABOTA Master Class (NMC)Toksin Botulinum Daewoong

Related Posts

Kunto Aji Siap Guncang Denpasar, Daihatsu Kumpul Sahabat Hadir 5 Hari, Gratis untuk Semua Pengunjung
Gaya Hidup

Kunto Aji Siap Guncang Denpasar, Daihatsu Kumpul Sahabat Hadir 5 Hari, Gratis untuk Semua Pengunjung

by Wahyu
Selasa, 27 Oktober 2026
13
Hyundai Gaspol Elektrifikasi Transportasi Bali: 11 Bus Listrik County EV Diserahkan, Sekali Cas Tempuh 200 Km
Ekonomi

Hyundai Gaspol Elektrifikasi Transportasi Bali: 11 Bus Listrik County EV Diserahkan, Sekali Cas Tempuh 200 Km

by Pratama
Minggu, 25 Oktober 2026
12

RECOMMENDED

Penjualan Toksin Botulinum Daewoong Tembus Rp13,5 Triliun, 35 Pakar dari 11 Negara Digembleng di Bali

Penjualan Toksin Botulinum Daewoong Tembus Rp13,5 Triliun, 35 Pakar dari 11 Negara Digembleng di Bali

6 November 2026
2
Selatox Terjun ke UI, Tantang Mahasiswa Farmasi Masuki Industri Biofarmasi

Selatox Terjun ke UI, Tantang Mahasiswa Farmasi Masuki Industri Biofarmasi

6 November 2026
5

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    610 shares
    Share 244 Tweet 153
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    412 shares
    Share 165 Tweet 103
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    405 shares
    Share 162 Tweet 101
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    375 shares
    Share 150 Tweet 94
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    372 shares
    Share 149 Tweet 93
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi
  • Contact
  • Media Partner

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM