MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Sabtu, 7 November 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Sabtu, 7 November 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Sosialita

7 Merak Hijau Terancam Punah Dikirim ke Ujung Kulon, Misi Penyelamatan Satwa Langka Dimulai

Wahyu by Wahyu
Sabtu, 7 November 2026
in Sosialita
7 Merak Hijau Terancam Punah Dikirim ke Ujung Kulon, Misi Penyelamatan Satwa Langka Dimulai
3
VIEWS

Jakarta, Mediaprofesi.id – Upaya menyelamatkan satwa langka Indonesia memasuki babak baru. Jagat Satwa Nusantara (JSN) memberangkatkan tujuh ekor merak hijau (Pavo muticus) hasil pengembangbiakan terkontrol untuk menjalani tahapan persiapan pelepasliaran di Pulau Handeuleum, kawasan Taman Nasional Ujung Kulon, Banten.

Tujuh burung tersebut terdiri atas dua jantan dan lima betina. Program ini menjadi langkah penting untuk menghubungkan keberhasilan konservasi di luar habitat alami (eksitu) dengan upaya pelestarian di habitat aslinya (insitu).

Momentum pemberangkatan ini juga berdekatan dengan peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) setiap 5 November 2026.

Direktur Konservasi Spesies dan Genetik Kementerian Kehutanan, Ahmad Munawir, mengapresiasi inisiatif JSN yang dinilainya dapat mendorong keterlibatan lebih banyak pihak dalam pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia.

“Kami sangat mengapresiasi dan menyambut baik inisiatif yang dilakukan Jagat Satwa Nusantara. Ini merupakan langkah positif yang patut diketahui masyarakat luas,” ujarnya dalam seremoni pemberangkatan di Resto Bakau, Dunia Air Tawar, kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.

Menurutnya, publikasi terhadap program konservasi penting untuk menginspirasi lembaga maupun masyarakat agar ikut mengambil peran nyata dalam menjaga kekayaan satwa Indonesia.

Direktur Operasional Jagat Satwa Nusantara, Muhammad Fardhan Khan, menegaskan bahwa pengembangbiakan bukanlah tujuan akhir konservasi. Lebih dari itu, program tersebut harus menjadi bagian dari rangkaian upaya pelestarian yang melibatkan pemerintah, pengelola habitat, lembaga konservasi, dunia usaha, dan masyarakat.

JSN juga mengembangkan konsep Zoo Skolastik, yakni menjadikan lembaga konservasi sebagai pusat pembelajaran berbasis bukti melalui edukasi, riset, pengamatan perilaku, hingga praktik pelestarian satwa.

Tantangannya tidak ringan. Merak hijau merupakan satwa dilindungi di Indonesia dan masuk kategori Endangered (EN) atau terancam punah dalam Daftar Merah IUCN.

Karena itu, keberhasilan program tidak cukup dihitung dari jumlah burung yang diberangkatkan. Proses transportasi, kemampuan beradaptasi dengan lingkungan baru, keputusan teknis pelepasliaran, hingga pemantauan setelah kembali ke alam menjadi faktor penting.

Sebelum pemberangkatan, tim Life Science JSN telah melakukan berbagai persiapan. Mulai dari pengenalan pakan alami, termasuk buah ara, pengayaan lingkungan, hingga pemantauan perilaku dan aktivitas burung melalui kamera CCTV.

Langkah tersebut bertujuan mendorong munculnya perilaku alami sekaligus mengumpulkan data untuk mengevaluasi kesiapan satwa. Meski demikian, proses rehabilitasi tidak otomatis menjamin keberhasilan adaptasi di alam liar.

JSN bersama Balai Taman Nasional Ujung Kulon juga melakukan survei awal di Pulau Handeuleum. Pengamatan mencakup kondisi lingkungan, ketersediaan sumber pakan, serta sumber air yang dibutuhkan satwa.

Seremoni pemberangkatan sengaja dilaksanakan di TMII, bukan di lokasi rencana pelepasliaran. Langkah ini dilakukan untuk membatasi aktivitas manusia di kawasan habitat agar tidak mengganggu proses konservasi.

Setibanya di kawasan tujuan, ketujuh merak hijau akan menjalani penanganan dan persiapan lanjutan sesuai arahan teknis pihak berwenang dan pengelola kawasan. Pemantauan setelah pelepasliaran diharapkan menghasilkan data mengenai keberadaan, perilaku, serta kemampuan adaptasi burung di habitat alami.

Sales & Commercial Group Head PT Bhumi Visatanda Indonesia, Palupi Rusdiyadmi, menilai pelestarian satwa langka membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

“Masa depan kekayaan Nusantara tidak cukup hanya diperkenalkan, tetapi harus dijaga dan diperjuangkan kelestariannya,” katanya.

Program ini melibatkan Jagat Satwa Nusantara, TMII, Direktorat Konservasi Spesies dan Genetik Kementerian Kehutanan, BKSDA Jakarta, Balai Taman Nasional Ujung Kulon, serta sejumlah mitra.

Dukungan dunia usaha juga hadir melalui PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. lewat balé by BTN sebagai sponsor. Perwakilan BTN yang hadir antara lain Ricky Antoni selaku Regional Digital Head Kantor Wilayah Jakarta 1 dan Laksamana Hadi selaku Deputy Branch Manager Business Kantor Cabang Jakarta Harmoni.

Sejumlah pemangku kepentingan turut menghadiri seremoni tersebut, termasuk perwakilan BKSDA Jakarta, Perhimpunan Kebun Binatang se-Indonesia (PKBSI), Dewan Burung Indonesia, National Geographic Indonesia, dan Bentara Budaya Indonesia.

Pemberangkatan tujuh merak hijau ini menjadi pengingat bahwa menyelamatkan satwa langka tidak berhenti pada keberhasilan mengembangbiakkan. Tantangan sesungguhnya adalah memastikan mereka mampu kembali hidup dan berkembang biak di habitat alaminya. * (Syam/Wah)

Post Views7 Views
Tags: Balai Taman Nasional Ujung KulonBKSDA JakartaDirektorat Konservasi Spesies dan Genetik Kementerian KehutananJagat Satwa Nusantaramerak hijauTMII

Related Posts

No Content Available

RECOMMENDED

7 Merak Hijau Terancam Punah Dikirim ke Ujung Kulon, Misi Penyelamatan Satwa Langka Dimulai

7 Merak Hijau Terancam Punah Dikirim ke Ujung Kulon, Misi Penyelamatan Satwa Langka Dimulai

7 November 2026
3
Sheila On 7, Raisa hingga Tulus Turun Gunung, Gesrek Festival Serbu Ancol 13–15 November

Sheila On 7, Raisa hingga Tulus Turun Gunung, Gesrek Festival Serbu Ancol 13–15 November

7 November 2026
6

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    610 shares
    Share 244 Tweet 153
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    412 shares
    Share 165 Tweet 103
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    405 shares
    Share 162 Tweet 101
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    375 shares
    Share 150 Tweet 94
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    372 shares
    Share 149 Tweet 93
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi
  • Contact
  • Media Partner

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM