Kabupaten Gorontalo, Media-profesi.com – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 1 November 2021 di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema saat ini adalah “Pelayanan Toko Online, Optimal Tetangga Loyal”.
Empat orang narasumber tampil dalam webinar ini, yakni Ketua Stikosa AWS Dr Meithiana Indrasari ST MM; Youtuber & Konten Kreator Joe Adimara; OVO City Manager Brando Glenville, dan Koordinator Gerakan Pandai Unitomo Anik Vega Vitianingsih S.Kom MT. Sedangkan moderator yaitu Septi Wulandari selaku jurnalis. Sebanyak 697 peserta mendaftarkan dirinya untuk mengikuti kegiatan literasi digital secara gratis ini.
Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.
Meithiana Indrasari mengatakan, petani dan nelayan Indonesia berpotensi terus berkembang lewat pemanfaatan digital marketing, yakni toko online dan di lokapasar. Adapun sasaran yang harus dibidik tidak hanya pasar dalam negeri, melainkan pasar ekspor. Produk lokal juga dapat bersaing dengan potensi pangsa pasar seperti diaspora market, masyarakat internasional yang memiliki hubungan dengan dengan Tanah Air, serta masyarakat internasional umum.
Selanjutnya, Joe Adimara mengatakan, beberapa kiat yang dapat dilakukan pengusaha untuk meningkatkan loyalitas pelanggannya, antara lain mengenali karakter pembeli, follow up setelah penjualan, dan berkomunikasi dengan pelanggan di media sosial. Selain itu, pengusaha juga dapat membuat program kesetiaan pelanggan, memberi peringatan promosi sesuai seleranya, serta konsisten dalam memberi pelayanan.
Pemateri ketiga Brando Glanville menyatakan, sejumlah transaksi yang dapat dilakukan secara online, antara lain pembayaran listrik dan air, cicilan kartu kredit dan pinjaman online, TV berlangganan, zakat, pajak, pulsa, layanan internet, reservasi angkutan transportasi, dan sebagainya. Kiat dalam menggunakan aplikasi pembayaran misalnya bertransaksi di situs terpercaya, rutin mengganti kata sandi dan menjaga one time password (OTP), dan hindari tautan tidak jelas.
“Setiap transaksi wajib memberikan e-receipt atau struk sebagai bukti pembayaran,” tuturnya.
Adapun Anik Vega Vitianingsih mengatakan, sejumlah jenis investasi yang dapat menjadi pilihan warganet antara lain, reksadana, emas digital, obligasi, forex, saham, serta peer to peer lending (P2). Beberapa ciri yang patut dicurigai dalam menghadapi tawaran investasi misalnya, potensi keuntungan sangat fantastis, cara mengajak dengan memaksa, serta tidak ada keterbukaan untung ruginya.
Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu Septi Wulandari.
Webinar literasi digital ini mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Salah satunya, Lusi yang bertanya tentang efektivitas penggunaan pemengaruh atau influencer dalam memasarkan produk.
Menanggapi hal tersebut, Joe Adimara bilang, selain melalui influencer, pendekatan lain yang bisa dilakukan untuk mengenalkan produk yaitu melalui komunitas-komunitas.
Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya.
Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi. * (Syam/Wah)





