MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Senin, 3 Agustus 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Senin, 3 Agustus 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup

OMRON Dukung Kampanye Jantung Sehat dan Upaya Memerangi Penyakit Kardiovaskular

Wahyu by Wahyu
Selasa, 9 November 2021
in Gaya Hidup
OMRON Dukung Kampanye Jantung Sehat dan Upaya Memerangi Penyakit Kardiovaskular
17
VIEWS

Jakarta, Media-profesi.com – PT OMRON Healthcare Indonesia, pemimpin dalam monitor kesehatan di rumah dan teknologi kesehatan, turut berpartisipasi memeringati Hari Jantung Sedunia 2021 dan Ulang Tahun ke-40 Yayasan Jantung Indonesia (YJI) sebagai bentuk dukungan dalam kampanye jantung sehat dan upaya memerangi penyakit kardiovaskular.

Hari Jantung Sedunia yang jatuh pada tanggal 29 September 2021 mengangkat tema global ‘Use Heart to Connect’ dan tema nasional ‘Jaga Jantungmu Untuk Hidup Lebih Sehat’. Melalui tema ini, Yayasan Jantung Indonesia (YJI) juga ingin menyatukan masyarakat dalam memerangi kardiovaskular, menginspirasi dan mendorong aksi internasional untuk mendorong terciptanya gaya hidup untuk jantung sehat di seluruh dunia.

Berkomitmen untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia, OMRON turut ambil bagian dalam peringatan Hari jantung Sedunia 2021 yang juga menandai eksistensi YJI ke40 di Indonesia, melalui serangkaian acara yang digelar selama satu bulan penuh.

“OMRON telah berkolaborasi dengan YJI selama bertahun-tahun untuk memperingati Hari Jantung Sedunia, dengan membangun kesadaran tentang pentingnya menjaga kesehatan jantung serta bahaya hipertensi melalui berbagai kegiatan. Kami akan terus berpartisipasi dalam kampanye jantung sehat di Indonesia, sebagai bentuk dukungan kami dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat dan mewujudkan kehidupan yang lebih baik melalui perangkat perawatan kesehatan inovatif,” ujar Tomoaki Watanabe, Direktur OMRON Healthcare Indonesia.

Penyakit jantung atau kardiovaskular merupakan penyebab kematian tertinggi di dunia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, lebih dari 17,9 juta penduduk meninggal karena penyakit jantung setiap tahunnya, atau sekitar 32 persen dari total angka kematian dunia.

Di Indonesia, kematian yang disebabkan penyakit kardiovaskular mencapai 651.481 penduduk per tahun, terdiri dari stroke 331.349 kematian, penyakit jantung koroner 245.343 kematian, penyakit jantung hipertensi 50.620 kematian, dan penyakit kardiovaskular lainnya (Institute for Health Metrics and Evaluation /IHME, 2019)

Data Riskesdas juga menunjukkan peningkatan prevalensi penyakit Kardiovaskular, seperti hipertensi dari 25,8% (2013) menjadi 34,1% (2018), stroke 12,1 per mil (2013) menjadi 10,9 per mil (2018), penyakit jantung koroner tetap 1,5% (2013-2018), penyakit gagal ginjal kronis, dari 0,2% (2013) menjadi 0,38% (2018).

Tingginya prevalensi penyakit jantung di Indonesia kebanyakan disebabkan gaya hidup yang tidak sehat. Perubahan gaya hidup harus dilakukan sedini mungkin sebagai investasi kesehatan di masa depan.

“Makan makanan yang bergizi, hindari gula, garam, dan lemak berlebihan. Mengkonsumsi suplemen atau multivitamin bila diperlukan, serta tetap memeriksakan kesehatan secara berkala dengan cara berkonsultasi ke dokter melalui fasilitas telemedika atau berkunjung ke fasilitas kesehatan untuk penanganan lebih lanjut,” ujar Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, Vito A. Damay dalam salah satu diskusi bersama Yayasan Jantung Indonesia.

Untuk meningkatkan kesadaran, pencegahan dan perawatan penyakit jantung, YJI menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi kesehatan digital. Bila sebelumnya masyarakat melakukan perawatan kesehatan jantung dengan mendatangi langsung fasilitas kesehatan, kini masyarakat dituntut lebih inovatif dan beralih ke digital. Salah satunya menggunakan telemedicine untuk berkonsultasi secara aman tanpa tatap muka langsung.

“Dengan teknologi, kita juga bisa memantau dan mengukur tekanan darah, detak jantung, dan memantau kegiatan saat sedang beraktivitas secara mandiri melalui perangkat pintar yang banyak beredar,” kata Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia (YJI), Esti Nurjadin.

OMRON mengajak masyarakat untuk melakukan tindakan preventif pencegahan risiko penyakit jantung dengan rutin mengecek tekanan darah. Pemeriksaan tekanan darah secara mandiri dapat dilakukan dengan menggunakan alat khusus, yaitu blood pressure monitor yang mudah digunakan bahkan oleh masyarakat awam. Dengan bentuk yang kompak, ergonomis, dan ringan, perangkat monitor tekanan darah ini bisa digunakan dengan nyaman setiap hari.

“Dengan memantau tekanan darah secara berkala, kita jadi punya gambaran terkait tekanan darah kita apakah berada dalam ambang normal atau tidak normal. Informasi ini sangat relevan dengan kondisi kesehatan jantung, sehingga kita bisa mengambil tindakan lanjutan yang sesuai. Dengan demikian kita dapat menjaga kesehatan jantung dan menikmati hidup yang berkualitas sebagai dengan jantung dan tubuh yang sehat,” ujar Tomoaki Watanabe. * (Syam/Wah)

Post Views105 Views
Tags: JantungOmronYayasan Jantung

Related Posts

Tak Hanya Gula Darah, Diabetes Diam-Diam Mengancam Jantung dan Ginjal
Gaya Hidup

Tak Hanya Gula Darah, Diabetes Diam-Diam Mengancam Jantung dan Ginjal

by Pratama
Kamis, 25 Juni 2026
21
Masih Sering Dikerok Saat Nyeri Dada? Dokter Ingatkan Bahaya Angin Duduk
Gaya Hidup

Masih Sering Dikerok Saat Nyeri Dada? Dokter Ingatkan Bahaya Angin Duduk

by Syamhudi
Kamis, 11 Juni 2026
20

RECOMMENDED

Laba FIF Tembus Rp2,37 Triliun, Apa Rahasia Kinerja Moncernya di Semester I 2026?

Laba FIF Tembus Rp2,37 Triliun, Apa Rahasia Kinerja Moncernya di Semester I 2026?

2 Agustus 2026
5
GIIAS 2026: Tak Sekadar Tolak Panas, Ini Senjata Baru Wincos untuk Bikin Kabin Mobil Lebih Nyaman

GIIAS 2026: Tak Sekadar Tolak Panas, Ini Senjata Baru Wincos untuk Bikin Kabin Mobil Lebih Nyaman

2 Agustus 2026
7

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    586 shares
    Share 234 Tweet 147
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    387 shares
    Share 155 Tweet 97
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    379 shares
    Share 152 Tweet 95
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    348 shares
    Share 139 Tweet 87
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    347 shares
    Share 139 Tweet 87
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi
  • Contact
  • Media Partner

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM