MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Sabtu, 24 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Sabtu, 24 Oktober 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Teknologi

Manfaatkan Platform Digital dan Media Sosial untuk Kenalkan Wisata Daerah

Wahyu by Wahyu
Rabu, 1 Desember 2021
in Teknologi
Manfaatkan Platform Digital dan Media Sosial untuk Kenalkan Wisata Daerah
46
VIEWS

Gorontalo Utara, Media-profesi.com – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 29 November 2021 di Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo.

Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema saat ini adalah “Promosi Digital Agar Daerah Wisata Terkenal”.

Empat orang narasumber tampil dalam seminar kali ini. Masing-masing yakni, Digital Marketing Expert Fianda Julyantoro, Stand-Up Komedi & Kreator Konten Ovil Putra, Jurnalis Eko Pamuji, serta Lecturer & Youth Education Observer Ninuk Williani.

Sedangkan moderator yaitu Septi Wulandari selaku jurnalis. Kegiatan webinar kali ini diikuti oleh 391 peserta dari berbagai kalangan usia maupun profesi. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Acara dimulai dengan video sambutan dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa.

Beralih ke sesi pemaparan, materi pertama dibawakan oleh Fianda Julyantoro yang menyampaikan, keterampilan yang perlu dimiliki di era digital, antara lain cara pengoperasian gawai, perangkat lunak, koneksi internet, mesin pencari, media sosial dan aplikasi percakapan, serta pembayaran digital dan lokapasar. Terkait kemajuan pariwisata di suatu daerah, dengan teknologi digital kita bisa membuat laman khusus, akun di media sosial, mempublikasikan foto-foto, konten kreatif, pemanfaatan aplikasi Youtube & Tiktok, serta aplikasi Google Bisnisku.

“Gunakan media sosial terutama Facebook dan Instagram untuk membangun customer engagement, kesadaran, dan loyalitas pengunjung desa wisata,” sarannya.

Selanjutnya, Ovil Putra mengatakan, e-pasar atau e-market merupakan bentuk strategi pemasaran produk dengan media platform yang berbasis internet. Keunggulannya antara lain ruang lingkup tak terbatas, lapak dapat berupa platform media sosial, transaksi menggunakan uang elektronik, dan kemudahan melakukan promosi.

“Respon akan perubahan era digital dikembalikan ke pribadi masing-masing, apakah ikut berkontribusi atau hanya menjadi penonton,” tutur dia.

Pemateri ketiga, Eko Pamuji, mengatakan, budaya digital merupakan kebiasaan baru masyarakat atas hasil olah pikir, kreasi, dan cipta karyanya berbasis teknologi internet. Contohnya, penggunaan media sosial, belanja daring, hingga webinar untuk berbagi pengetahuan. Dalam berinteraksi di dunia maya, warganet perlu menyadari untuk menjaga keberagaman budaya di Tanah Air.

“Promosikan budaya Indonesia ke mancanegara untuk menegaskan bahwa budaya tersebut berasal dari Indonesia, bukan negara lain,” imbuhnya.

Adapun Ninuk Williani, sebagai narasumber terakhir mengatakan, pencipta suatu karya akan memiliki hak cipta berupa hak moral dan hak ekonomi. Sedangkan pemegang hak cipta hanya memiliki hak ekonomi dari suatu karya ciptaan. Beberapa contoh bentuk pelanggaran hak cipta di dunia maya, di antaranya mengunggah foto tanpa menyebut nama pemilik foto dan menyebarluaskan karya buku atau film di platform digital secara gratis padahal karya tersebut masuk dalam kategori berbayar.

“Pelanggaran hak cipta akan diproses secara hukum jika orang yang merasa dirugikan dan melaporkan karena penggunaan hasil karyanya tanpa izin,” jelas dia.

Setelah pemaparan seluruh materi, webinar dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu Septi Wulandari. Para peserta tampak antusias dan mengirimkan banyak pertanyaan.

Salah seorang peserta, Mikaila, bertanya tentang perubahan budaya digital di tengah perkembangan teknologi. Menanggapi hal tersebut, Eko Pamuji bilang, perubahan budaya terus mengalami perkembangan dan bergerak maju selama masih ada manusia, misalnya mulai dari revolusi industri hingga sekarang adanya teknologi internet. Tentu, ke depan akan terus berkembang selama manusia mampu menemukan perkembangan ilmu pengetahuan.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan informatif yang disampaikan narasumber terpercaya.

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, silakan kunjungi https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi. * (Syam/Wah)

Post Views113 Views
Tags: DigitaldyandraKemenkominfoLiterasiMakassar

Related Posts

Pasar Otomotif Indonesia Timur Jadi Rebutan, GIIAS Makassar 2026 Diserbu 14 Merek Mobil
Ekonomi

Pasar Otomotif Indonesia Timur Jadi Rebutan, GIIAS Makassar 2026 Diserbu 14 Merek Mobil

by Wahyu
Kamis, 15 Oktober 2026
18
Bukan Sekadar Event Kampus, Ini Sosok di Balik Sukses InTechSEA 2026 di Jakarta
Gaya Hidup

Bukan Sekadar Event Kampus, Ini Sosok di Balik Sukses InTechSEA 2026 di Jakarta

by Pratama
Rabu, 16 September 2026
75

RECOMMENDED

FIFGROUP Gaspol Pertahankan Prestasi! Lima Tahun Beruntun Masuk Top 20 Institusi Keuangan, Borong 3 Penghargaan

FIFGROUP Gaspol Pertahankan Prestasi! Lima Tahun Beruntun Masuk Top 20 Institusi Keuangan, Borong 3 Penghargaan

23 Oktober 2026
4
UTSG Gaspol Dongkrak Ekonomi Desa, Panen Bawang Merah Karanglo Raup Omzet Rp90 Juta

UTSG Gaspol Dongkrak Ekonomi Desa, Panen Bawang Merah Karanglo Raup Omzet Rp90 Juta

23 Oktober 2026
12

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    609 shares
    Share 244 Tweet 152
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    411 shares
    Share 164 Tweet 103
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    403 shares
    Share 161 Tweet 101
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    374 shares
    Share 150 Tweet 94
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    371 shares
    Share 148 Tweet 93
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi
  • Contact
  • Media Partner

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM