MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Sabtu, 18 April 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Sabtu, 18 April 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Sosialita

Ternyata Ini Penyebab Pekerja Indonesia Kalah Saing

Pratama by Pratama
Jumat, 7 Oktober 2022
in Sosialita
Ternyata Ini Penyebab Pekerja Indonesia Kalah Saing
21
VIEWS

Jakarta, Media-profesi.com – Sepanjang tahun 2021 Pekerja Migran Indonesia mengirim devisa sebesar Rp130 triliun atau setara USD 8,52 miliar. Sementara di tahun yang sama, pekerja migran Filipina mampu mengirim dengan angka yang lebih besar hampir empat kali lipat yakni USD 31,4 miliar. Apa yang membuat hal ini begitu jomplang? Jawabannya terletak pada penguasaan bahasa asing terutama Bahasa Inggris.

“Devisa yang dibawa pekerja migran Filipina, jauh dibandingkan yang dibawa oleh pekerja Indonesia, walaupun secara kuantitas kita lebih banyak. Lagi-lagi karena faktor Bahasa, kita tidak bisa memaksimalkan itu,” ujar Helmy Yahya dalam kanal video berbagi miliknya yang bertajuk Helmy Yahya Bicara.

Pria yang pernah dijuluki sebagai “Raja Kuis Indonesia” ini berbincang dengan Tomy Yunus, CEO & Co-Founder Cakap, mengenai pentingnya kualitas SDM Indonesia dan upaya dalam meningkatkannya.

“Dari testimonial

dan riset kita, orang Indonesia itu hospitalitynya sangat bagus, lalu juga pekerja keras, cara kerja bagus. Melayaninya bagus terutama di Hong Kong, Taiwan. Teman2 saya disana bilang mereka sangat comfortable punya pekerja dari Indonesia,” ujar Tomy.

Hal ini langsung direspon oleh Helmy dengan pernyataan yang menyayangkan fakta tersebut. “Sedih banget ya melihat fakta, bahwa untuk skill yang sama gajinya lebih kecil dari orang filipina. Jangan ngomong orang Malaysia, Singapura deh.”

“Sekali lagi faktor bahasa,” timpal Tomy.

Selain kompetensi bahasa asing yang masih rendah, Helmy dan Tomy juga menyoroti keterampilan yang tidak merata diantara anak bangsa. Banyak pekerja kreatif terpusat hanya di Pulau Jawa saja. Bahkan pekerja di bidang hospitality di daerah wisata super prioritas masih didominasi “kiriman” dari Jawa.

“Di hotel-hotel masih banyak (pekerja) dari Pulau Jawa, seharusnya bisa lebih lokal. (persoalannya) kembali lagi ke Bahasa asing. Akan lebih bagus kita lakukan training secara cepat dan merata sehingga ada penyerapan yang lebih masiv. Ini tujuan besar kita,” ujar Tomy.

Helmy pun menanggapi dengan pertanyaan “Jadi yang orang Labuan Bajo, Likupang, belajar bahasa asing ga perlu ke Jakarta lagi?”

“Sekarang semua sudah digital,” pungkas Tomy.

Di akhir perbincangan Helmy berbagi pengalamannya les bahasa asing sejak kecil. “Sejak SD saya dan kakak saya, Tantowi, sudah disuruh kursus Bahasa Inggris oleh Papa kami. Untuk mencapai tempat kursusnya, kami harus berjalan kaki sejauh 15 kilometer. Kalau boleh marah, mau marah. Tetapi, kelak di kemudian hari, saya berhasil kuliah di Amerika dan kakak saya berhasil menjadi diplomat,” ungkap Helmy.

Pria berkacamata ini  juga menyoroti masih rendahnya kecakapan bahasa asing terutama Inggris di Indonesia dan ini hal yang mesti ditingkatkan lagi. “English proficiency Indonesia masih rendah, terutama di luar Jawa”. Berdasarkan rilis salah satu lembaga Bahasa Internasional, Indonesia berada di peringkat 80 (rendah) dari 112 negara. Jauh di bawah Singapura yang berada di peringkat 4 dan Filipina di peringkat 18.

“Sekarang ini untuk menguasai dunia, meningkatkan karir, gaji, investasi, karena terkadang harus berinteraksi dengan orang luar, Bahasa Inggris maupun Mandarin), kemampuan bahasa asing jadi keharusan untuk kita bisa sukses,” tutup Helmy dalam dialog 51 menit tersebut yang turut di amini oleh Tomy. * (Syam/Pra)

Post Views57 Views
Tags: Bahasa InggrisCakap

Related Posts

Dukung UMKM Banyuwangi: Cakap Hadirkan Pelatihan Digital Bersama MDI Ventures
Ekonomi

Dukung UMKM Banyuwangi: Cakap Hadirkan Pelatihan Digital Bersama MDI Ventures

by Pratama
Rabu, 8 Januari 2025
23
Cakap Gandeng PFN Persero Dukung Industri Kreatif Indonesia Mendunia
Sosialita

Cakap Gandeng PFN Persero Dukung Industri Kreatif Indonesia Mendunia

by Wahyu
Kamis, 26 Desember 2024
21

RECOMMENDED

Hyundai Gowa Sediakan Servis Hari Minggu dan Tips Hemat BBM

Hyundai Gowa Sediakan Servis Hari Minggu dan Tips Hemat BBM

18 April 2026
5
Indonesia Women Fest 2026: Wadah Inspirasi Menyatukan Perempuan dari Berbagai Latar Belakang

Indonesia Women Fest 2026: Wadah Inspirasi Menyatukan Perempuan dari Berbagai Latar Belakang

18 April 2026
6

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    569 shares
    Share 228 Tweet 142
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    366 shares
    Share 146 Tweet 92
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    359 shares
    Share 144 Tweet 90
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    325 shares
    Share 130 Tweet 81
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    324 shares
    Share 130 Tweet 81
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM