MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Sabtu, 27 Juni 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Sabtu, 27 Juni 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Nasional

Waspada Dengan Jantung, Dokter Bilang Banyak Anak Muda Meninggal Akibat Aritmia

Syamhudi by Syamhudi
Selasa, 7 Maret 2023
in Nasional
Waspada Dengan Jantung, Dokter Bilang Banyak Anak Muda Meninggal Akibat Aritmia
119
VIEWS

Jakarta, Media-profesi.com – Aritmia atau gangguan irama jantung adalah kondisi di mana detak jantung menjadi tidak teratur, terlalu cepat, atau terlalu lambat. Sedangkan gangguan jantung adalah kondisi di mana ada masalah dengan jantung, termasuk masalah dengan katup, otot, atau saluran darah atau adanya penyumbatan di pembuluh darah, sehingga aliran darah ke jantungnya berhenti.

Aritmia bisa menjadi salah satu jenis gangguan jantung, namun tidak semua gangguan jantung adalah aritmia. Ada beberapa jenis gangguan jantung lain seperti serangan jantung, penyakit jantung coroner, dan gagal jantung.

Namun sayangnya hingga saat ini belum ada data yang pasti tentang jumlah orang yang terkena aritmia di seluruh dunia atau di Indonesia secara spesifik.

Aritmia adalah kondisi jantung di mana detak jantung menjadi tidak teratur. Kondisi ini dapat terjadi pada orang dari segala usia, mulai dari bayi hingga orang dewasa.

Namun, risiko aritmia cenderung meningkat seiring bertambahnya usia dan juga pada orang dengan riwayat jantung atau faktor risiko lainnya seperti hipertensi, diabetes, dan obesitas.

Jika seseorang mengalami gejala aritmia, disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter atau tenaga medis terkait untuk diagnosis dan pengobatan yang tepat.

“Kita harus membedakan yang namanya serangan jantung dan irama jantung, itu dua hal yang berbeda, dan akhir-akhir ini juga sudah banyak dokter yang membahas hal ini,” ujar Dokter Spesialis Jantung & Pembuluh Darah Sekaligus Konsultan Aritmia Eka Hospital BSD, dr. Ignatius Yansen Ng, Sp.JP(K), FIHA dalam acara ngobrol sehat bersama media di Jakarta pecan lalu (27/2) di Jakarta.

Menurut dr. Yansen, serangan jantung itu identiknya adalah penyumbatan di pembuluh darah jantung, ada serangan jantung, ada penyumbatan, makanya aliran darah ke jantungnya berhenti.

dr Yansen menjelaskan, rata-rata orang yang meninggal di bawah 35 tahun disebabkan oleh penyakit aritmia. Hal ini berbeda dengan mereka yang alami serangan jantung. Biasanya mereka yang alami serangan jantung terjadi pada usia 35 tahun ke atas.

“Berdasarkan survei, ternyata orang yang meninggal karena penyakit jantung di bawah 35 tahun itu karena henti jantung atau aritmia. Tapi kalau di atas 35 tahun biasanya karena serangan jantung,” ungkap dr Yansen.

Dia juga mengungkapkan bahwa mereka yang alami aritmia kebanyakan terjadi karena faktor keturunan atau kelainan bawaan. Kondisi ini biasanya akan diketahui saat melakukan elektrokardiografi (EKG) saat melakukan pengecekan.

Ditambahkannya, untuk kondisi aritmia dibagi menjadi dua bagian, detak jantung terlalu lambat dan cepat. Mereka yang alami detak jantung lambat sering terjadi pada orang tua. Sebab detak jantungnya pelan ini, maka aliran darah ke otak akan berkurang. Hal tersebut yang seseorang akan merasa pusing, berputar, bahkan hingga kehilangan kesadaran.

“Aritmia juga bisa sebabkan detak jantung berdebar lebih kencang. Dalam hal ini, mereka akan mengalami rasa tidak nyaman pada bagian jantungnya. Perasaan berdebar ini dapat terjadi dalam hitungan menit, Jam bahkan berhari-hari,” paparnya.

Meski demikian dr. Yansen menegaskan, aritmia menjadi kondisi yang bisa sembuh kembali. Pasien aritmia juga dapat melakukan aktivitasnya seperti saat masih normal. Beberapa pengobatan tersebut seperti melakukan kateter ablasi, pemasangan micra, dan pacemaker.

“Sebenernya kasusnya enggak banyak, kurang dari satu persen, tapi untuk yang satu persen itu cukup fatal. Makannya perlu diobati dengan melakukan kateter ablasi, pemasangan micra, atau pacemaker. Itu bisa sembuh total dan permanen,” jelas dr.Yansen.

Aritmia sendiri bisa muncul dan kambuh di mana saja, ini cukup berbahaya. Pasalnya, jika pasien alami henti jantung, ia harus mendapatkan bantuan secara cepat. Jika telah dari 6 menit, itu bisa menyebabkannya meninggal.

dr Yansen berharap, masyarakat setidaknya bisa melakukan latihan dasar untuk CPR. Latihan itu akan sangat membantu menolong nyawa orang-orang yang alami henti jantung mendadak.

“Seseorang bisa kambuh dan tidak sadarkan diri karena henti jantung. Untuk itu, orang awam harus bisa CPR, karena kita enggak bisa nunggu medis. Otak kita hanya punya waktu 6 menit untuk bertahan. Oleh karena itu, penting untuk bisa CPR jika suatu saat terjadi masalah,” jelas dr. Yansen. * (Syam)

Post Views85 Views
Tags: AritmiaEka HospitalGangguan Irama janutngSerangan Jantung

Related Posts

Gatam Institute Eka Hospital Catatkan 100 Operasi Pergantian Lutut dengan Teknologi Robot Advance Total Knee Replacement
Gaya Hidup

Gatam Institute Eka Hospital Catatkan 100 Operasi Pergantian Lutut dengan Teknologi Robot Advance Total Knee Replacement

by Wahyu
Jumat, 19 Desember 2025
20
Daewoong Tekankan Pentingnya Penurunan Kolesterol Jahat Secara Berkelanjutan untuk Mencegah Serangan Jantung dan Stroke
Gaya Hidup

Daewoong Tekankan Pentingnya Penurunan Kolesterol Jahat Secara Berkelanjutan untuk Mencegah Serangan Jantung dan Stroke

by Pratama
Kamis, 11 Desember 2025
9

RECOMMENDED

Literasi Keuangan Masih Rendah di Sejumlah Kelompok, Ini Langkah Nyata Asuransi Astra

Literasi Keuangan Masih Rendah di Sejumlah Kelompok, Ini Langkah Nyata Asuransi Astra

26 Juni 2026
7
Banyak yang Belum Tahu, Faktor Ini Bisa Menentukan Kredit Motor Anda Disetujui atau Ditolak

Banyak yang Belum Tahu, Faktor Ini Bisa Menentukan Kredit Motor Anda Disetujui atau Ditolak

26 Juni 2026
8

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    577 shares
    Share 231 Tweet 144
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    374 shares
    Share 150 Tweet 94
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    368 shares
    Share 147 Tweet 92
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    337 shares
    Share 135 Tweet 84
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    335 shares
    Share 134 Tweet 84
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM