MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Rabu, 29 April 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Rabu, 29 April 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup

Resensi Film ‘TRAP’: Sadis Tanpa Tumpahan Darah

Syamhudi by Syamhudi
Jumat, 16 Agustus 2024
in Gaya Hidup
Foto: IStimewa

Foto: IStimewa

61
VIEWS

Penulis: Sabpri Piliang – Wartawan Senior

Jakarta, Media-profesi.com – “Bipolar disorder” merupakan gangguan jiwa yang sangat dipengaruhi oleh ‘mood’ (suasana hati). Penderitanya akan berada dalam dua kutub ekstreem. Yaitu episode ‘manik’ dan ‘defresif’.

Pada episode ‘manik’, penderita selalu memiliki ‘mood’ yang tinggi. Seperti, lebih cerdas, memiliki banyak ide, rasa percaya diri yang tinggi,  humoris, dan penyayang. Sementara, episode defresif berada dalam situasi perasaan rendah diri dan tak peduli, cuek, hilang ketertarikan dengan berbagai hal.

Saya cenderung menilai film “Trap” yang diperankan dengan sangat sempurna oleh Josh Hartnett, sebagai ‘genre’ “bipolar disorder” yang “manik”. Ketimbang menggambarkannya dengan pola perilaku ‘bipolar disorder’ defresif. Atau lebih jauh, di luar  itu, disebut berpola ‘psikopat’. Bisa diperdebatkan!

Film Hollywood yang di-sutradarai oleh M. Night Syamalan ini begitu unik. Menggambarkan seseorang  bernama Cooper Adam,  pembunuh berantai yang telah lama dicari oleh aparat kepolisian (FBI).

Sabpri Piliang - Wartawan Senior
Sabpri Piliang – Wartawan Senior

Dijuluki “The Butcher”, atau ‘si Tukang Daging’, Cooper Adam (Josh Hartnett), disebut sebagai sosok yang sadis. Petugas pemadam kebakaran Philadelphia (AS) ini sangat cerdas dan penyayang. Humoris, juga banyak ide. Cooper mampu melepaskan diri, dalam situasi terjepit dan sangat sulit sekalipun.

Josh Hartnett yang pernah bermain di film bergenre ‘history’ “Oppenheimer” dan memerankan tokoh Ernest Lawrence, mendapat pujian yang luar biasa dalam film yang mulai beredar sejak 7 Agustus (2024) lalu ini.

Ber-“genre thriller” psikologis, kita akan terpesona dengan ‘mimik’ dan gesture sosok Cooper yang diperankan Josh Hartnett. Kekaguman penonton pada Cooper berlanjut, saat dia  mencari akal untuk meloloskan diri dari kepungan ratusan aparat FBI. Tanpa sedikit pun menimbulkan kehebohan di dalam gedung opera yang dihadiri ribuan penonton.

Sutradara Night Syamalan juga mampu mengadaptasi dan mengemas ide baru (inovasi) terhadap sang tokoh kejahatan itu. Di mana “The Butcher”, sedikit pun tidak menampilkan kesadisannya, tidak ada darah yang tertumpah.

Hanya digambarkan, Cooper adalah “si Penjagal”, plus seseorang yang dia sandera di sebuah ruangan. Selebihnya hanya menceritakan, bahwa Cooper adalah “The Butcher”.  Tidak lebih. Saya pikir, ini adalah satu “breakthrough” (terobosan), film sadis tapi tak ada darah.

Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

Sang “Directed” (sutradara), Night Syamalan, bahkan mempola cerita ini. Dimana, penyanyi terkenal Lady Raven yang diperankan oleh putrinya Saleka Night Syamalan, meminta tetap dalam ‘tawanan’ Cooper. Saat Cooper akan membebaskannya. Adakah  tawanan yang menolak untuk dibebaskan?

Ada yang menarik, dari cerita (‘screenplay’) film yang juga ditulis oleh Night Syamalan, serta di produksi oleh Warner Bros ini. Sepanjang durasi 1 jam 45 menit, tidak sekalipun Senjata Api (pistol) yang menyalak, atau kekejaman Cooper kepada korbannya.

Hanya ada dua adegan ‘mengkhawatirkan’, di mana Cooper mendorong seseorang, dan menjelang ‘ending’, Cooper memegang pisau ke arah Isterinya. Lagi-lagi, Night Syamalan, memotong alur kekerasan pelaku (Cooper), dengan kedatangan FBI.

Cerita film “Trap”, yang juga diperankan oleh Ariel Donoghe (sebagai Riley/anak Cooper), Jonathan Langdon, Hayley Mills, Alison Pill, Saleka Night Syamalan (Lady Raven), sesungguhnya di-adaptasi dari “True Story” tahun 1985.

Kisah aktivitas penyamaran untuk menangkap 101 orang buronan di AS, dengan mengundang mereka ke satu acara pertunjukan musik. Program menjebak penjahat, dengan embel-embel tiket gratis dan ada voucher perjalanan ke Super Bowl XX, berhasil menangkap mereka. Penangkapan dengan sandi “Operasi Flagship” inilah yang menjadi ide pembuatan film “Trap”.

“Trap” yang ditayangkan Perdana di New York City (AS) 24 Juli. Lalu dirilis secara teatrikal di AS oleh Warner Bros Pictures, per 13 Agustus 2024. Sejauh ini telah meraup pemasukkan USD 47 juta di seluruh dunia.

Dibuat dengan biaya rendah,  Syamalan memproyeksikan pendapatan hingga minggu  terakhir tayangan di AS dan Kanada, berkisar USD 25 juta  (3.181 bioskop).  Dan USD 16,7 juta di negara lain. Melihat pendapatan di hari pertama di seluruh AS dan Kanada Rp USD 6,6 juta, rasanya film ini akan meraup banyak keuntungan hingga akhir pemutarannya. * (Syam). Foto: Istimewa

Post Views69 Views
Tags: Artis FilmFilmFilm Hollywood

Related Posts

RESENSI THE PROSECUTOR: Elliot Ness dalam Fok Zi Hou
Gaya Hidup

RESENSI THE PROSECUTOR: Elliot Ness dalam Fok Zi Hou

by Wahyu
Sabtu, 4 Januari 2025
23
MUFASA: THE LION KING- Cinta Sarabi dan Khianat Taka
Gaya Hidup

MUFASA: THE LION KING- Cinta Sarabi dan Khianat Taka

by Wahyu
Rabu, 25 Desember 2024
121

RECOMMENDED

Mirae Asset Sekuritas Ungkap Kunci Stabilkan Pasar di Tengah Gejolak Global

Mirae Asset Sekuritas Ungkap Kunci Stabilkan Pasar di Tengah Gejolak Global

29 April 2026
9
SANF Luncurkan Audiobook Inklusif untuk Tunanetra di Hari Kartini

SANF Luncurkan Audiobook Inklusif untuk Tunanetra di Hari Kartini

29 April 2026
7

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    569 shares
    Share 228 Tweet 142
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    366 shares
    Share 146 Tweet 92
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    359 shares
    Share 144 Tweet 90
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    325 shares
    Share 130 Tweet 81
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    324 shares
    Share 130 Tweet 81
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM