MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Selasa, 13 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Selasa, 13 Oktober 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup

MUFASA: THE LION KING- Cinta Sarabi dan Khianat Taka

Wahyu by Wahyu
Rabu, 25 Desember 2024
in Gaya Hidup
MUFASA: THE LION KING- Cinta Sarabi dan Khianat Taka
128
VIEWS

Penulis: Sabpri Piliang – Wartawan Senior

Jakarta, Media-profesi.com – Pengkhianatan Taka kepada Mufasa (Lion King). Ibarat “kotor dicuci, berabu dijentik”. Mestinya tak dimaafkan. Cinta segitiga melahirkan niat buruk.

Perbuatan keliru Taka yang membuka rahasia “keluarga” kepada Kiros (Singa liar) seharusnya diberi hukuman setimpal. Namun, Mufasa hanya memberi sanksi sosial. Ganti nama, Scara! “Aku tak ingin melihatmu sebagai Taka”, kata Mufasa.

Mufasa, sang anak Singa. Sejak kecil telah dilihat sebagai sosok pemimpin. “Flashback” yang menceritakan sang “Lion King” saat kecil. Hanyut dan terseret “galodok” (air bah). Sebuah kisah yang menguras emosional.

Diselamatkan Taka (anak keluarga Singa) lain, Mufasa awalnya ditolak masuk ke dalam komunitas tersebut. Atas permohonan Taka, Mufasa memperoleh keluarga baru.

Bermil-mil jauh terpisah dari Ayah dan Ibu, Mufasa tumbuh remaja dan dewasa bersama Taka. Belajar bersama: berburu, melatih keterampilan melompat, dan menghindari marabahaya alam liar. Keduanya seperti kakak-adik sekandung. Selalu bersama dan akur.

Kiros (Singa liar) beserta gerombolannya telah lama mendengar. Akan ada seekor Singa yang kelak menjadi “The Lion King”, bakal menjadi raja di “Surga” belantara, bernama “Milele”.

Tanah Subur, pepohonan rindang, air, buah-buahan, semua tersedia lengkap di Milele. Kiros ingin dia yang menjadi “The King”. Bukan Mufasa. Kematian Mufasa adalah target yang harus dituntaskan.

“Harap akan anak buta mata sebelah. Harap akan teman, buta mata keduanya. Kedatangan “Sarabi”, Singa betina nan rupawan. Telah membutakan kedua mata Taka. Muncul niat jahat Taka kepada saudara angkatnya, Mufasa.

Taka yang jatuh hati pada Sarabi, bertepuk sebelah tangan. Sarabi di tempat yang sepi, terlihat berkasih-kasih dan bermanja kepada Mufasa. “Kamu Mufasa, telah mencuri takdirku”, kata Taka bergumam.

Sabpri Piliang – Wartawan Senior

Sarabi dalam bahasa suku Swahili (Tanzania/Afrika) bermakna “fatamorgana”. Dikemudian hari perkawinan Musafa-Sarabi, melahirkan Simba. Simba kemudian memberi Mufasa cucu bernama Kiara.

Menemui Kiros, Taka menyatakan ingin bergabung dengan Singa liar. Taka juga mengatur siasat bersama Kiros, untuk menyudahi hidup Mufasa.

Sutradara Barry Jenkins mengemas “Mufasa: The Lion King”, begitu apik. Film berdurasi hampir dua jam ini, memperlihatkan karakter kuat Mufasa, bahkan sejak rilis pertama (1994), lima tahun lalu.

Sosok Raja Hutan kharismatik, ditonjolkan Jenkins, sekalipun dalam “flashback”. Kelincahan dan daya survival, saat menantang bahaya adalah bakat kepemimpinan Mufasa sebagai raja kelak.

Alur cerita (“screenplay”) Jeff Nathanson sangat mengalir. Film sekuel Mufasa: The Lion King yang pertama kali tayang 2019, sangat layak ditonton sebagai tontonan fiksi bermutu. Meraup USD 1,65 milyar, The Lion King (2019) menjadi film animasi terlaris dan “Box Office”.

Berlatar Gunung tertinggi di Afrika (Tanzania), Kilimanjaro (5895 meter), sekuel The Lion King begitu memanjakan mata penonton. Film animasi dengan spesial efek yang aduhai, pokoknya sangat menghibur.

Efek khusus film Mufasa: The Lion King, dibuat dengan memakai teknologi “virtual reality” (VR), motion picture, dan simulcam. Sehingga singa-singa animasi, akan terlihat seperti riil Singa.

Film animasi 3D dari Walt Disney ini, layak ditonton. Saya nggak mau cerita komprehensif. Takut, Anda nggak jadi nonton…he..he…selamat menyaksikan. * (Syam/Wah) – Foto: Istimewa

Post Views188 Views
Tags: Artis FilmBintang FilmFilmFilm HollywoodMUFASAResensi Film

Related Posts

RESENSI THE PROSECUTOR: Elliot Ness dalam Fok Zi Hou
Gaya Hidup

RESENSI THE PROSECUTOR: Elliot Ness dalam Fok Zi Hou

by Wahyu
Sabtu, 4 Januari 2025
27
RESENSI: “BILA ESOK IBU TIADA” – Tangis untuk yang  Sakiti Ibu
Gaya Hidup

RESENSI: “BILA ESOK IBU TIADA” – Tangis untuk yang Sakiti Ibu

by Syamhudi
Selasa, 26 November 2024
32

RECOMMENDED

VinFast Tebar Insentif Rp1 Miliar per Showroom, Diler Motor Listrik Diburu, Indonesia Jadi Target Ekspansi

VinFast Tebar Insentif Rp1 Miliar per Showroom, Diler Motor Listrik Diburu, Indonesia Jadi Target Ekspansi

12 Oktober 2026
6
DFSK E5 Plus Tantang SUV Premium, Teknologi PHEV, Fitur Sultan, Harga Cuma Rp499 Juta

DFSK E5 Plus Tantang SUV Premium, Teknologi PHEV, Fitur Sultan, Harga Cuma Rp499 Juta

12 Oktober 2026
9

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    606 shares
    Share 242 Tweet 152
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    407 shares
    Share 163 Tweet 102
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    400 shares
    Share 160 Tweet 100
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    370 shares
    Share 148 Tweet 93
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    368 shares
    Share 147 Tweet 92
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi
  • Contact
  • Media Partner

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM