MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Kamis, 30 April 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Kamis, 30 April 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup

RESENSI: “BILA ESOK IBU TIADA” – Tangis untuk yang Sakiti Ibu

Syamhudi by Syamhudi
Selasa, 26 November 2024
in Gaya Hidup
RESENSI: “BILA ESOK IBU TIADA” – Tangis untuk yang  Sakiti Ibu

Foto: Istimewa

25
VIEWS

Penulis: Sabpri Piliang – Wartawan Senior

Jakarta, Media-profesi.com – “Cinta Pertama” itu, dipertemukan kembali. Dua bintang “old crack”. Yang dipersuakan sutradara Teguh Karya (1974), kini dipadukan oleh sutradara muda berbakat, Rudy Sudjarwo.

Meskipun “Cinta Pertama” Christine Hakim dan Slamet Rahardjo Djarot, berakhir di kisah “Bila Esok Ibu Tiada” (2024). Namun tak urung, seperti mem-“flashback”, “booming” film “Cinta Pertama” bagi anak-anak muda, tepat setengah abad lalu.

Siapkan “tissue”, untuk menguras air mata. Film berdurasi 1 jam 45 menit ini, membawa alam bawah sadar.  Sikap kita terhadap Ibu yang mengandung anak-anaknya (kita). Perasaan “durhaka” dan pernah menyakiti hati Ibu, seperti terefleksi dengan menonton film ini. Kita seperti menjadi “tersangka” sekaligus “pesakitan”.

Sebenarnya tak banyak yang tahu, kalau film ini begitu menyentuh. Siang tadi saya ketemu seorang sahabat. Lama nggak ketemu, kita ngopi di sebuah Mal di bilangan Jakarta Timur.

Sabpri Piliang – Wartawan Senior

“Mas Sabpri mau kemana, setelah ini? Saya katakan. “Ingin nonton. Udah lama nggak lihat akting Christine Hakim. “Bila Esok Ibu Tiada”, bagus Mas,”demikian sarannya.

“Anak Kecil 10 tahun, nangis gegerungan. Padahal Ibunya bilang. Janji, jangan nangis ya saat nonton,”kata kawan tadi menggambarkan kisah tetangganya.

Sinopsis film ini mengisahkan, Rahmi (Christine Hakim) yang baru kehilangan suami Slamet Rahardjo (Haryo). Bersama Dengan empat anak, Rahmi menialani hari-harinya tanpa suami.

Yang tertua Adinia Wirasti (Ranika) sibuk dengan kariernya. Melupakan kehidupannya, hingga usia 42 tahun belum menikah. Sikap protektif dan ‘bawel’ terhadap ketiga adiknya. Membawa silang pendapat berkepanjangan.

Menuai protes dari adik nomor tiga (Amanda Manopo sebagai Rania), dan adik nomor  dua (Fedi Nuril sebagai Rangga), menjadikan pertengkaran di meja makan sebagai hal yang lumrah. Sementara di bungsu Hening (Yasmin Napper), selalu menjadi “korban”, penunggu Ibu dan jadi pelengkap.

Foto: Istimewa

Akting Christine Hakim, luar biasa.  Tak ada keraguan penonton, bagaimana mumpuninya dia memainkan peran sosok Ibu renta.

Sekali lagi, spesial acungan jempol untuk Adinia Wirasti (Ranika), begitu menjiwai dan merasuk. Membawa penonton pada sebuah “feature”, seperti ikut serta menjadi pemain di dalam “Bila Esok Ibu Tiada”.

Terbayang sisi humanis Michael Corleone (Al Pacino), sekadar komparasi. Dalam “Godfather II”. Saat pulang ke rumah yang pernah dia tinggali bersama adik dan kakaknya: Fredo Corleone, Sonny Corleone, Connie (Talia Shire). Rumah begitu sepi, setelah kepergian ayahnya Vito Corleone (Marlon Brando) dan ibunya Carmela (Morgana King).

Diceritakan. Beberapa saat setelah Rahmi (Ibu/Christine Hakim) meninggal, Ranika masuk ke rumah. Begitu sunyi, hampa. Sama seperti Michael Corleone, sebagai seorang gangster, pun hampa. Ketika keadaan telah berubah. Orang-orang penting seperti Ayah dan Ibu tiada lagi. Sisi humanis membandingkan kedua film berbeda genre ini, sama. Sentimental adalah hal yang bersipat universal.

Sudah ya! Nanti, kalau saya tulis A-Z, Anda nggak mau lagi nonton. Pokoknya, yang pernah menyakiti hati Ibu dalam “derajad” (level) apa pun. Nonton dech. Pasti nangis. * (Syam) – Foto: Istimewa

Post Views85 Views
Tags: BioskopFilmResensi FilmTheter

Related Posts

RESENSI THE PROSECUTOR: Elliot Ness dalam Fok Zi Hou
Gaya Hidup

RESENSI THE PROSECUTOR: Elliot Ness dalam Fok Zi Hou

by Wahyu
Sabtu, 4 Januari 2025
23
MUFASA: THE LION KING- Cinta Sarabi dan Khianat Taka
Gaya Hidup

MUFASA: THE LION KING- Cinta Sarabi dan Khianat Taka

by Wahyu
Rabu, 25 Desember 2024
121

RECOMMENDED

Mirae Asset Sekuritas Ungkap Kunci Stabilkan Pasar di Tengah Gejolak Global

Mirae Asset Sekuritas Ungkap Kunci Stabilkan Pasar di Tengah Gejolak Global

29 April 2026
9
SANF Luncurkan Audiobook Inklusif untuk Tunanetra di Hari Kartini

SANF Luncurkan Audiobook Inklusif untuk Tunanetra di Hari Kartini

29 April 2026
7

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    569 shares
    Share 228 Tweet 142
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    366 shares
    Share 146 Tweet 92
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    359 shares
    Share 144 Tweet 90
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    325 shares
    Share 130 Tweet 81
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    324 shares
    Share 130 Tweet 81
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM