MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Minggu, 25 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Minggu, 25 Oktober 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Segmentasi Produk & Strategi Distribusi: Kunci Pendorong Penjualan Produk Teknologi dan Elektronik di 2025

Inovasi dan pengembangan produk sangat penting dalam mendorong permintaan konsumen, terutama untuk kategori produk yang diperkirakan akan menjadi pasar yang lebih penuh tantangan.

Pratama by Pratama
Selasa, 17 Desember 2024
in Ekonomi
Segmentasi Produk & Strategi Distribusi: Kunci Pendorong Penjualan Produk Teknologi dan Elektronik di 2025
25
VIEWS

Jakarta, Media-profesi.com – Pasar produk teknologi dan elektronik di Indonesia menunjukkan kinerja positif, tumbuh sebesar 2% dalam hal nilai penjualan, meskipun masih mengalami penurunan sebesar 7% jika dilihat dari sisi unit terjual jika dibandingkan ke tahun lalu.

Kinerja positif ini didorong oleh pertumbuhan penjualan atau peningkatan kontribusi dari segmen-segmen tertentu yang dapat menawarkan fitur-fitur yang inovatif dan manfaat yang lebih sehingga menghasilkan daya tarik penjualan karena konsumen cenderung ingin meng-upgrade produk yang saat ini dimiliki.

Selain itu, pasar 2024 masih didominasi oleh kota-kota besar. Walau begitu, terdapat pertumbuhan signifikan yang berasal dari kota-kota sekunder (kota-kota di seputaran ibukota provinsi) dan kembalinya konsumen ke aktivitas berbelanja secara langsung ke toko.

Hal ini terutama terjadi di retail modern yang terus memperluas jaringan toko mereka dengan cepat, menawarkan promo menarik, serta menyediakan kenyamanan seperti lokasi yang strategis, penataan toko yang rapi, dan kehadiran sales promotor yang dapat membantu menjelaskan produk.

Oleh karena itu, outlook untuk tahun 2025 kemungkinan besar akan mirip dengan tahun 2024, di mana penurunan jumlah unit yang terjual masih terjadi, tetapi pada tingkat yang lebih moderat dan mulai menuju normal.

Sementara itu, nilai penjualan diperkirakan terus meningkat berkat daya tarik yang berasal dari produk yang tersegmentasi, yang didorong oleh inovasi dan pengembangan produk. Selain itu, hal ini didukung oleh distribusi produk yang efektif di channel yang bertumbuh dan di kota-kota yang lebih luas.

Laptop

Pasar untuk laptop diproyeksikan akan mengalami pertumbuhan yang menjanjikan pada tahun 2025. Secara khusus, laptop gaming tetap menjadi segmen yang menjanjikan, didukung oleh pengembangan produk tiada henti dan basis pengguna yang lebih luas. Tren pasar juga diperkirakan akan mengarah pada laptop yang lebih ringan dan lebih tipis, yang menawarkan mobilitas yang lebih baik bagi pengguna. Selain itu, penggunaan fitur AI yang diintegrasikan ke dalam laptop diperkirakan akan meningkatkan daya tarik dan mendorong potensi pembelian baru.

Smartphone

Seperti halnya pasar laptop, penjualan smartphone pada tahun 2025 diprediksi akan mengalami pertumbuhan yang optimistis. Pertumbuhan yang lebih tinggi akan didorong oleh segmen smartphone dengan harga Rp 7 juta ke atas. Selain pertumbuhan dari segmen harga yang lebih tinggi, pasar juga menunjukkan kecenderungan terpolarisasi dengan adanya pertumbuhan pada segmen harga yang lebih rendah (sekitar Rp1,5juta), di mana para pelaku pasar bersaing dengan menawarkan spesifikasi yang lebih baik dengan harga yang kompetitif untuk menarik minat konsumen.

Mesin Cuci, AC dan TV

Pasar mesin cuci di Indonesia pada tahun 2025 diperkirakan akan sama seperti tahun 2024. Segmen mesin cuci twin tub (tabung kembar) tetap menjadi yang paling diminati, namun seiring dengan meningkatnya preferensi konsumen terhadap kenyamanan dan kinerja yang lebih baik, permintaan untuk mesin cuci dengan kapasitas lebih besar dan dari segmen Front Load (bukaan depan) dan Single Tub (tabung tunggal) diperkirakan akan tumbuh. Segmen ini menjadi fokus utama bagi sebagian besar pelaku pasar, sebagaimana terlihat dari produk-produk yang diluncurkan dan diperkenalkan oleh berbagai merek sepanjang tahun 2024.

Berbeda dengan mesin cuci, pasar AC diperkirakan akan terus didorong oleh model entry-level, khususnya tipe standar 0,5 PK dan 1 PK. Hal ini karena penetrasi AC di Indonesia masih relatif lebih rendah sehingga banyak konsumen yang merupakan pengguna pertama serta kapasitas listrik yang rendah menjadi pertimbangan mengapa konsumen memilih model entry-level sebelum ke depannya bisa jadi upgrade ke PK yang lebih besar seiring dengan suhu yang diprediksi akan cenderung masih fluktuatif akibat perubahan iklim.

Untuk pasar consumer electronic (elektronik konsumen) yang utamanya secara kontribusi masih didominasi oleh pasar TV khususnya TV Panel (non-tabung), diperkirakan akan masih penuh tantangan untuk dapat tumbuh pada tahun 2025 akibat siklus pembelian belum sepenuhnya terjadi setelah masa pandemi dan ditambah oleh halo effect dari program ASO yang membuat melonjaknya permintaan di penghujung tahun 2022 sampai dengan awal tahun 2023.

Di tengah tantangan ini, ada segmen yang masih dapat tumbuh secara positif, yaitu TV dengan ukuran layar di atas 43-inch dengan resolusi Ultra High Definition (UHD), dan diprediksi akan menjadi pendorong utama bagi semua merek di tahun 2025.

Data pasar juga menunjukkan bahwa selain ukuran layar yang lebih besar, penjualan di segmen seperti OLED, Quantum Dot, dan TV Mini-LED juga menunjukkan tren yang positif, yang mengindikasikan pergeseran menuju teknologi TV dengan kualitas gambar yang lebih baik juga akan cenderung tumbuh di 2025. * (Syam/Pra)

Post Views152 Views
Tags: BrandingGFK IndonesiaSurvei Pasar

Related Posts

Pasar Smartphone Indonesia Booming di Paruh Pertama 2024
Teknologi

Pasar Smartphone Indonesia Booming di Paruh Pertama 2024

by Pratama
Rabu, 4 September 2024
27
Gfk: Pasar Produk Tech & Durable Indonesia Berpeluang Tumbuh di Tengah Banyaknya Tantangan
Teknologi

Gfk: Pasar Produk Tech & Durable Indonesia Berpeluang Tumbuh di Tengah Banyaknya Tantangan

by Syamhudi
Jumat, 14 Juni 2024
53

RECOMMENDED

Sakit Kepala Mendadak Bisa Jadi Alarm Bahaya, Dokter Bedah Saraf Ungkap 15 Tanda Gangguan Serius pada Otak

Sakit Kepala Mendadak Bisa Jadi Alarm Bahaya, Dokter Bedah Saraf Ungkap 15 Tanda Gangguan Serius pada Otak

25 Oktober 2026
4
GIIAS Makassar 2026 Siapkan 3 Kantong Parkir Gratis Tampung 750+ Kendaraan, Rombongan Bisa Hemat Tiket

GIIAS Makassar 2026 Siapkan 3 Kantong Parkir Gratis Tampung 750+ Kendaraan, Rombongan Bisa Hemat Tiket

25 Oktober 2026
5

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    609 shares
    Share 244 Tweet 152
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    411 shares
    Share 164 Tweet 103
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    404 shares
    Share 162 Tweet 101
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    374 shares
    Share 150 Tweet 94
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    371 shares
    Share 148 Tweet 93
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi
  • Contact
  • Media Partner

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM