MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Minggu, 25 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Minggu, 25 Oktober 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup

Sakit Kepala Mendadak Bisa Jadi Alarm Bahaya, Dokter Bedah Saraf Ungkap 15 Tanda Gangguan Serius pada Otak

Pratama by Pratama
Minggu, 25 Oktober 2026
in Gaya Hidup
Sakit Kepala Mendadak Bisa Jadi Alarm Bahaya, Dokter Bedah Saraf Ungkap 15 Tanda Gangguan Serius pada Otak
2
VIEWS

Jakarta, Mediaprofesi.id – Sakit kepala kerap dianggap keluhan biasa yang cukup diatasi dengan istirahat atau obat pereda nyeri. Padahal, dalam kondisi tertentu, rasa nyeri di kepala bisa menjadi sinyal gangguan serius pada otak, mulai dari perdarahan hingga pecahnya aneurisma.

Menurut dr. Muhammad Kusdiansah, Sp.BS, FMV, Dokter Spesialis Bedah Saraf Primaya Hospital Depok, sakit kepala terbagi menjadi dua kelompok, yakni primer dan sekunder.

Sakit kepala primer mencakup migrain, tension-type headache, dan cluster headache. Sementara sakit kepala sekunder muncul akibat kondisi medis lain, seperti trauma kepala, tumor, aneurisma, infeksi, atau perdarahan otak.

“Sakit kepala pada dasarnya merupakan alarm alami tubuh. Sebagian besar memang bukan kondisi yang berbahaya, tetapi ketika sakit kepala memiliki pola atau gejala yang tidak biasa, kita perlu lebih waspada,” ujar dr. Kus.

Kenali Perbedaan Sakit Kepala Biasa dan Berbahaya

Gejala sakit kepala primer dapat berbeda-beda. Migrain biasanya menimbulkan nyeri berdenyut, sering kali pada satu sisi kepala, disertai mual atau sensitivitas terhadap cahaya dan suara. Tension-type headache terasa seperti kepala tertekan atau terikat, sedangkan cluster headache memicu nyeri hebat di sekitar satu mata, terkadang disertai mata merah atau hidung tersumbat.

Namun, perubahan pola nyeri dan gejala yang menyertainya perlu diwaspadai. Dalam dunia medis, terdapat panduan tanda bahaya yang dikenal sebagai SNNOOP10 untuk membantu dokter menilai kemungkinan sakit kepala sekunder.

Tanda-tanda yang perlu diperhatikan meliputi:

  • Gejala sistemik: sakit kepala disertai demam atau gejala penyakit lain.
  • Riwayat kanker: sakit kepala baru pada orang dengan riwayat kanker.
  • Gangguan saraf: kelemahan anggota tubuh, kejang, atau penurunan kesadaran.
  • Nyeri mendadak dan hebat: sakit kepala muncul tiba-tiba dengan intensitas sangat berat.
  • Usia lebih tua: sakit kepala baru pada usia lanjut, terutama di atas 65 tahun.
  • Perubahan pola: nyeri semakin berat, makin sering, atau berbeda dari biasanya.
  • Pengaruh posisi tubuh: nyeri berubah ketika berdiri atau berbaring.
  • Dipicu aktivitas: sakit kepala muncul saat batuk, bersin, mengejan, atau berolahraga.
  • Papiledema: pembengkakan saraf optik yang ditemukan melalui pemeriksaan medis.
  • Nyeri progresif atau tidak lazim: keluhan terus memburuk atau memiliki karakteristik tidak biasa.
  • Kehamilan dan masa nifas: sakit kepala baru yang muncul selama kehamilan atau setelah persalinan.
  • Nyeri mata: sakit kepala disertai nyeri pada mata tertentu.
  • Setelah trauma kepala: sakit kepala yang timbul setelah benturan.
  • Gangguan sistem imun: kondisi seperti HIV atau gangguan kekebalan tubuh.
  • Penggunaan obat berlebihan: sakit kepala yang berkaitan dengan pemakaian obat pereda nyeri terlalu sering.

“Jangan hanya melihat seberapa sering sakit kepala terjadi. Perubahan pola, intensitas, waktu muncul, serta gejala yang menyertai justru menjadi informasi penting bagi dokter,” jelasnya.

Perdarahan Otak Bisa Membutuhkan Tindakan Segera

Sakit kepala sekunder dapat berkaitan dengan kondisi serius, seperti infeksi sistem saraf pusat, stroke, perdarahan subaraknoid, tumor otak, abses, hingga hematoma subdural.

Dalam kegawatdaruratan bedah saraf, beberapa kondisi yang membutuhkan penanganan segera antara lain perdarahan subaraknoid akibat pecahnya aneurisma otak, perdarahan setelah trauma kepala, hidrosefalus akut, serta apopleksi pituitari.

Pemeriksaan disesuaikan dengan kondisi pasien. Dokter akan melakukan wawancara medis dan pemeriksaan fisik, lalu mempertimbangkan pencitraan jika ditemukan tanda bahaya. CT scan dapat membantu mendeteksi perdarahan akut dan patah tulang tengkorak, sedangkan MRI dan angiografi digunakan sesuai kebutuhan untuk menilai jaringan otak maupun pembuluh darah.

Teknologi bedah saraf juga terus berkembang, termasuk neuronavigasi, mikroskop, endoskopi, tindakan endovaskular, dan Gamma Knife. Penggunaannya bergantung pada diagnosis serta indikasi medis masing-masing pasien.

“Yang terpenting bukan takut terhadap sakit kepala, tetapi memahami kapan sakit kepala perlu diperiksa. Dengan mengenali tanda bahaya dan mendapatkan diagnosis yang tepat, pasien dapat memperoleh penanganan sesuai penyebabnya sedini mungkin,” tutur dr. Kus.

Masyarakat diimbau segera mencari pertolongan medis jika mengalami sakit kepala mendadak yang sangat hebat, kelemahan anggota tubuh, gangguan penglihatan, kejang, penurunan kesadaran, atau sakit kepala disertai demam tinggi dan kondisi yang semakin memburuk.

Jika sakit kepala muncul mendadak dan sangat hebat, jangan menunggu gejala mereda. Segera menuju instalasi gawat darurat (IGD), karena penanganan cepat dapat menjadi faktor penting dalam menghadapi kondisi yang mengancam jiwa. * (Syam/Pra)

Post Views4 Views
Tags: Gejala sakit kepala primerobat pereda nyeripecahnya aneurismaPrimaya HospitalSakit kepala

Related Posts

Asuransi Sinar Mas Gaspol Digitalisasi Layanan Kesehatan! Gandeng Primaya, Perkuat Skema Penjaminan
Ekonomi

Asuransi Sinar Mas Gaspol Digitalisasi Layanan Kesehatan! Gandeng Primaya, Perkuat Skema Penjaminan

by Syamhudi
Kamis, 15 Oktober 2026
25
Penantian 9 Tahun Berbuah Tangis Bahagia, Perjuangan Rifky dan Yulia Sambut Buah Hati Lewat IVF
Gaya Hidup

Penantian 9 Tahun Berbuah Tangis Bahagia, Perjuangan Rifky dan Yulia Sambut Buah Hati Lewat IVF

by Syamhudi
Kamis, 21 Mei 2026
20

RECOMMENDED

Sakit Kepala Mendadak Bisa Jadi Alarm Bahaya, Dokter Bedah Saraf Ungkap 15 Tanda Gangguan Serius pada Otak

Sakit Kepala Mendadak Bisa Jadi Alarm Bahaya, Dokter Bedah Saraf Ungkap 15 Tanda Gangguan Serius pada Otak

25 Oktober 2026
2
GIIAS Makassar 2026 Siapkan 3 Kantong Parkir Gratis Tampung 750+ Kendaraan, Rombongan Bisa Hemat Tiket

GIIAS Makassar 2026 Siapkan 3 Kantong Parkir Gratis Tampung 750+ Kendaraan, Rombongan Bisa Hemat Tiket

25 Oktober 2026
5

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    609 shares
    Share 244 Tweet 152
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    411 shares
    Share 164 Tweet 103
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    404 shares
    Share 162 Tweet 101
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    374 shares
    Share 150 Tweet 94
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    371 shares
    Share 148 Tweet 93
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi
  • Contact
  • Media Partner

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM