MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Rabu, 29 April 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Rabu, 29 April 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Nasional

PROGRAM NUKLIR IRAN: Dari Konstanta, ke Percepatan

Wahyu by Wahyu
Rabu, 25 Juni 2025
in Nasional
PROGRAM NUKLIR IRAN: Dari Konstanta, ke Percepatan
15
VIEWS

Penulis: Sabpri Piliang – WARTAWAN SENIOR

Jakarta, Mediaprofesi.id – ISRAEL merupakan perpanjangan “bayangan” AS (‘shadow extension’)! Karakter Israel, adalah karakter AS! Niscaya diperdebatkan!

Serangan Israel ke situs nuklir Nathanz (Iran) 13 Juni. Telah diprediksi Iran, akan diikuti serangan ke situs Isfahan, dan Fordow (Qom).

Iran bersiap! Iran tidak “kosong-melompong”. Diktum indonesianya.  Iran sudah  memindahkan inti nuklirnya di tempat tersembunyi, dan tidak dikenal.

Kalaupun situs pengayaan itu hancur, seperti klaim Israel dan AS. Bisa jadi hanya “chasing”, rumah-rumah, atau duplikat saja. Iran tahu, peperangan dengan Israel pasti akan terjadi lagi di masa datang! Israel tak akan berhenti!

Dalam dunia yang dipenuhi “iming-iming”. Perdamaian, perundingan, negosiasi, adalah “gimmick”! Sebut saja “trik”-nya Donald Trump! Trik-nya Netanyahu dan temporari!

Iran men-‘tamsil’-kan, gencatan senjata yang dicetus Trump terhadap musuh klasiknya (Israel). Sebagai penghentian perang yang ‘dipaksakan’. Mirip-mirip “gimmick”! “Wait & See”!

Trump berjanji,  negosiasi nuklir dengan Iran 60 hari. Trump memberi tenggat dua minggu kepada Iran untuk bernegosiasi dengan Israel. Mengecoh!

Semua adalah “gimmick”. AS menyerang situs nuklir bawah tanah Iran, Fordow 24 jam kemudian. Yang disebut Trump sebagai keberhasilan paripurna!

Benarkah pengayaan dan program nuklir Iran, sudah tamat! Banyak analisa, termasuk penilaian awal intelejen AS. Serangan tersebut, ada kemungkinan hanya menghambat program nuklir Iran untuk beberapa bulan saja.

Sebagian besar persediaan uranium yang diperkaya tinggi milik Iran. Mungkin telah dipindahkan ke lokasi nuklir rahasia lainnya. Iran, sejatinya tahu! Berhadapan dengan siapa?

Bagi Iran, berkaitan permusuhannya dengan AS-Israel. Program nuklir, adalah “permata” bernilai yang harus ada. Tak mungkin Iran membiarkan dirinya, tanpa nuklir.

“Bunuh diri” bagi Iran. Di tengah spekulasi Israel memiliki pengayaan nuklir, secara diam-diam dan misteri. Lantas Iran, harus mengakhiri program nuklirnya!

Salah satu yang tengah dipersiapkan Iran saat ini. Pengayaan uranium seberat 400 kg untuk dimurnikan, hingga 60 persen. Uranium yang diperkaya tinggi dengan sebutan “HEU”. Jika diperkaya lagi, dari 60 ke 90 persen. Akan menghasilkan sekitar 10 hulu ledak nuklir.

Badan Pengawas Energi Atom Internasional (IAEA) pernah menginspeksi (mengawasi) program nuklir Iran. Iran bersikap koperatif dengan IAEA dan mengikuti regulasi.

Iran juga menjadi anggota serta menandatangani NPT (Non-Profilerasi Treaty) 1 Juli 1968. Yang membatasi kepemilikan senjata nuklir.

Sesungguhnya lebih mudah mengawasi negara ‘Mullah’ ini, karena keanggotaannya pada NPT. Penghancuran Israel ke situs nuklir Iran, justru memantik Iran, untuk tidak lagi bersikap kooperatif.

Serangan mendadak Israel ke situs nuklir Isfahan, menjadikan IAEA kehilangan jejak mengawasi nuklir Iran. Israel tidak sabar!  Membuat nuklir Iran, justru lebih berbahaya di masa datang.

Terlebih, uranium yang “diperkaya tinggi” (HEU) tadi, dapat dengan mudah dipindahkan ke mana pun di seluruh Iran. Ukurannya yang sebesar “tabung gas selam”, HEU bisa disimpan, atau diangkut dengan kontainer sebesar tabung itu.

Keyakinan bahwa Iran telah menyelamatkan HEU, juga ditengarai oleh Wapres AS JD Vance, dan Direktur Eksekutif Kantor Washington dari James Martin Center (CNS), Ian Stewart.

Panik! Kendali yang hilang dari kooperatifnya Iran, menjadi tak kooperatif (setelah serangan Israel-AS), membuat IAEA bertanya-tanya. Di mana HEU itu sekarang tersimpan? Situasi sekarang, justru lebih berbahaya bagi Israel! Iran yang nekad, bisa saja memperkaya HEU hingga 90 persen.

Badan Atom Internasional (IAEA), juga Badan Intelejen AS (Guardian, 24/6) mempercayai. Selama ini, tidak ada perintah pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei (Iran), untuk membuat hulu ledak nuklir.

Hanya perlu waktu sekitar lima bulan untuk mengubah HEU (60 persen), yang diperkaya lagi, hingga menjadi material hulu ledak.

Agresi Israel, yang dilanjutkan AS terhadap Iran. Boleh jadi akan mengubah paradigma Ayatollah Ali Khamenei. Dari sekadar pengayaan HEU (60 persen), ke tingkat yang lebih tinggi HEU (90 persen).

Setelah gencatan senjata dengan Israel! Program nuklir Iran, dari sekadar berjalan dengan ‘konstanta’. Akan ‘berlari’ dengan percepatan. Mengejar ‘finishing’ pembuatan hulu ledak.

Antony J. Blinken (mantan Menlu AS era Joe Biden), seperti dikutip “New York Times” mengatakan. “Serangan Tuan Trump (ke Iran). Berisiko mempercepat apa yang ingin kita cegah”.

Trump yang penuh “iming-iming”, Netanyahu yang banyak “Trik”, membuat Iran semakin yakin! “Gimmick” Trump-Netanyahu, tak bisa ‘dipegang’.

Jubir Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) mengkonfirmasi tentang keadaan Iran pasca-gencatan senjata dengan Israel.

“Industri nuklir Iran, tertanam kuat  dalam ‘tanah’ Iran. Mustahil bagi musuh mencabut keluar, teknologi ini,” kata Bahrouz Kamalvandi, sang Jubir (24/6).

Karenanya, Iran perlu nuklir untuk mencegah ketidakadilan di Timur Tengah! Ketidakadilan terhadap martabat kemanusiaan.

Lantas! Siapa yang kalah! Siapa pecundang dari “Perang 12 Hari” tersebut? Publik dunia telah membuat konklusi.  (Syam/Wah)  Foto: Istimewa

Post Views88 Views
Tags: Amerika SerikatNuklirPerang Iran-Israel

Related Posts

Trump, Tarif 19 Persen, dan Puasa yang Menahan Amarah
Nasional

Trump, Tarif 19 Persen, dan Puasa yang Menahan Amarah

by Pratama
Minggu, 22 Februari 2026
48
Honda Civic Hybrid Raih Edmunds Top Rated Car Award 2026 di Amerika Serikat
Ekonomi

Honda Civic Hybrid Raih Edmunds Top Rated Car Award 2026 di Amerika Serikat

by Pratama
Jumat, 20 Februari 2026
12

RECOMMENDED

Mirae Asset Sekuritas Ungkap Kunci Stabilkan Pasar di Tengah Gejolak Global

Mirae Asset Sekuritas Ungkap Kunci Stabilkan Pasar di Tengah Gejolak Global

29 April 2026
4
SANF Luncurkan Audiobook Inklusif untuk Tunanetra di Hari Kartini

SANF Luncurkan Audiobook Inklusif untuk Tunanetra di Hari Kartini

29 April 2026
7

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    569 shares
    Share 228 Tweet 142
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    366 shares
    Share 146 Tweet 92
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    359 shares
    Share 144 Tweet 90
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    325 shares
    Share 130 Tweet 81
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    324 shares
    Share 130 Tweet 81
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM