MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Senin, 14 September 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Senin, 14 September 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Nasional

Trump, Tarif 19 Persen, dan Puasa yang Menahan Amarah

Pratama by Pratama
Minggu, 22 Februari 2026
in Nasional
Trump, Tarif 19 Persen, dan Puasa yang Menahan Amarah
51
VIEWS

Penulis: Nanang Junaedi โ€“ Wartawan Senior

Jakarta, Mediaprofesi.id – Senja menggantung lembut di atas Vila Nusa Indah. Di pelataran Mushola At-Taubah Blok T – RW 19, anak-anak berlarian membawa plastik takjil. Ibu-ibu Majelis Taklim menata kolak dan kurma di meja panjang. Kursi keramik di bawah gazebo di kiri mushola sudah dipenuhi para bapak yang menunggu azan magrib.

Pakdhe Galtung duduk di sudut. Bersandar pada dinding yang mulai terasa dingin. Di tangannya sebotol air mineral yang belum dibuka dan secangkir teh manis. Ia menatap langit yang memerah ketika ponselnya bergetar.

Didit.

Teman kuliah di Yogya dulu. Kalau sudah menelepon menjelang buka puasa, biasanya bukan sekadar kangen.

โ€œPakdhe mau ngabuburit atau bukberan? Nyela bentar nggih,โ€ suara Didit langsung mengalir deras. โ€œAku kesal beneran sekaligus penasaran terhadap โ€˜strategiโ€™ Presiden Prabowo yang kok terkesan kayak kacung Trump. Lha wong Supreme Court-nya Amerika saja berani menganulir tarif global Trump yang kelewatan itu. Menurutmu piye, Dhe?โ€

Pakdhe tersenyum tipis. โ€œKamu lagi puasa, Dit?โ€

โ€œYa puasa! Justru karena puasa aku pengin ngomong jernih. Tapi kok rasanya panas.โ€

Panas itu bernama Agreement on Reciprocal Trade (ART), diteken 19 Februari 2026 di Washington oleh Prabowo Subianto dan Donald Trump. Perjanjian yang memuat sekitar 217 kewajiban untuk Indonesia — ditandai kata shall dan must — berbanding hanya enam kewajiban bagi Amerika Serikat.

Amerika mengenakan tarif tetap 19 persen untuk produk Indonesia. Angka itu disebut โ€œkemenangan diplomatikโ€ karena sebelumnya diancam 32 persen dalam kebijakan Liberation Day. Sebaliknya, Indonesia menghapus tarif menjadi 0 persen untuk lebih dari 99 persen produk Amerika: pertanian, otomotif, teknologi informasi, kesehatan, kimia.

Belum lagi komitmen pembelian 33 miliar dolar: energi 15 miliar, dirgantara 13,5 miliar — terutama Boeing — dan pertanian 4,5 miliar. Gandum, kedelai, bungkil kedelai, daging sapi.

โ€œResiprokal dari mana?โ€ suara Didit meninggi. โ€œKita buka 0 persen. Mereka tetap 19 persen. Itu namanya apa?โ€

Pakdhe menatap halaman mushola. Anak-anak mulai duduk bersila.

โ€œStrukturnya memang timpang,โ€ katanya pelan. โ€œAda pengecualian TKDN untuk produk Amerika, lisensi impor dipangkas, standar FDA diterima tanpa tes tambahan, pajak digital tak boleh diskriminatif. Itu fakta. Tapi analisis tak boleh berhenti di kemarahan.โ€

Didit mendengus. โ€œLha terus?โ€

โ€œPolitik dalam negeri Amerika sendiri belum selesai.โ€ Mahkamah Agung Amerika Serikat — Supreme Court of the United States — menganulir kebijakan tarif global Trump. Trump melawan, hendak menggantinya dengan tarif baru 10 persen. Tapi tentu bisa digugat lagi. Artinya, dasar hukum tarif itu sendiri masih menjadi sengketa domestik.

โ€œNah itu!โ€ seru Didit. โ€œKalau tarif global turun jadi 10 persen, kita yang sudah teken 19 persen piye? Otomatis ikut turun? Atau kita keburu terkunci? Harus negosiasi ulang? Kenapa kita terburu-buru?โ€

Pakdhe menghela napas. โ€œPerjanjian bilateral tidak otomatis gugur karena kebijakan domestik berubah. Tapi jika dasar kebijakan tarif digugat dan berubah, ruang negosiasi ulang terbuka. Pertanyaannya: apakah kita siap membuka ulang? Atau memilih menunggu sampai politik Amerika lebih jelas?โ€

Didit bergeser ke bab lain.

โ€œSoal Board of Peace itu, Dhe. Indonesia ikut sebagai penandatangan pertama. Kirim delapan ribu pasukan ke Gaza. Lembaga yang identik dengan Trump. Financial Times menyebutnya โ€˜a fledging club of autocratsโ€™. Kita ini bebas aktif atau ikut arus?โ€

Pakdhe terdiam sejenak.ย Politik luar negeri bebas aktif mestinya berarti mandiri dan aktif memperjuangkan kepentingan nasional tanpa terseret poros adidaya. Namun di era Trump yang transaksional dan gemar mengancam, mendekat bisa dibaca sebagai taktik. Bisa juga dibaca sebagai ketergantungan.

โ€œJangan gampang menyimpulkan tunduk,โ€ kata Pakdhe. โ€œTapi juga jangan menutup mata terhadap asimetri. Kalau hasil konkret yang kita lihat hanya tarif 19 persen dan janji investasi 38 miliar dolar, sementara pasar kita terbuka lebar, publik wajar bertanya.โ€

โ€œFreeport diperpanjang sampai 2041. Kita beli 12 persen saham jadi 63 persen,โ€ kata Didit. โ€œKedengarannya nasionalis banget.โ€

โ€œNasionalisme tidak berhenti di angka kepemilikan,โ€ jawab Pakdhe. โ€œAda management fee, sewa alat, risiko lingkungan. Kalau kerusakan terjadi, siapa yang nanggung? Pemilik mayoritas. Artinya: kita. Itu perlu transparansi.โ€

Azan magrib hampir tiba.ย Didit melunak. โ€œAku cuma takut, Dhe. Presiden yang selalu bilang Indonesia dirampok asing, kok terlihat lembek di depan Trump.โ€

Pakdhe tersenyum kecil.ย โ€œDalam diplomasi,โ€ katanya, โ€œyang tampak lembek belum tentu lemah. Yang tampak garang belum tentu kuat. Kita tidak tahu seluruh isi dapur negosiasi. Tapi rakyat berhak tahu arah besarnya.โ€

Azan berkumandang. Pakdhe meneguk air teh. Manisnya terasa sampai dada.

โ€œDit,โ€ katanya setelah membatalkan puasa, โ€œpuasa itu bukan cuma menahan lapar dan haus. Ia menahan amarah. Media sosial hari-hari ini penuh kemarahan kolektif. Tapi kemarahan tanpa data hanya jadi teriakan.โ€

โ€œJadi kita harus diam?โ€

โ€œBukan. Kita harus kritis, tanpa kehilangan akal sehat. Mengawasi, tanpa kehilangan adab. Kalau ini langkah taktis, pemerintah wajib menjelaskan dengan jujur. Kalau ini keliru, harus berani mengoreksi.โ€

Pakdhe memandang langit yang kini gelap.ย โ€œDan kalau akhirnya kita sadar sedang menipu diri sendiri,โ€ katanya pelan, โ€œjangan buru-buru menyalahkan Trump. Cermin di rumah kita masih berfungsi. Tinggal berani atau tidak kita menatapnya.โ€ * (Syam/Pra)

Post Views247 Views
Tags: Amerika SerikatDonald TrumpIndonesiaPresiden PrabowoTarif 19 persen

Related Posts

Japfa Transformasi HR dengan AI, Workday Mulai dari Indonesia hingga Ekspansi ke Asia
Teknologi

Japfa Transformasi HR dengan AI, Workday Mulai dari Indonesia hingga Ekspansi ke Asia

by Pratama
Rabu, 2 September 2026
28
IBS 2026: Indonesia Punya Modal Besar, Bisakah Jadi Pemain Utama Industri Baterai Dunia?
Nasional

IBS 2026: Indonesia Punya Modal Besar, Bisakah Jadi Pemain Utama Industri Baterai Dunia?

by Pratama
Kamis, 27 Agustus 2026
32

RECOMMENDED

Waspada Keuangan Ilegal! FIFGROUP Bersama Astra Financial Perkuat Literasi hingga ke Guru dan Pelajar

Waspada Keuangan Ilegal! FIFGROUP Bersama Astra Financial Perkuat Literasi hingga ke Guru dan Pelajar

14 September 2026
9
Merasa Sehat Belum Tentu Aman, Hipertensi Diam-Diam Bisa Berujung Stroke

Merasa Sehat Belum Tentu Aman, Hipertensi Diam-Diam Bisa Berujung Stroke

14 September 2026
8

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    598 shares
    Share 239 Tweet 150
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    399 shares
    Share 160 Tweet 100
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    392 shares
    Share 157 Tweet 98
  • Dable Terbitkan โ€˜Digital Media Landscape 2021โ€™, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    361 shares
    Share 144 Tweet 90
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    359 shares
    Share 144 Tweet 90
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi
  • Contact
  • Media Partner

Copyright ยฉ 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright ยฉ 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM