MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Selasa, 22 September 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Selasa, 22 September 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Mirae Asset: Pelaku Pasar Masih Mencermati Kebijakan Menkeu Baru

Wahyu by Wahyu
Selasa, 23 September 2025
in Ekonomi
Mirae Asset: Pelaku Pasar Masih Mencermati Kebijakan Menkeu Baru
307
VIEWS

Jakarta, Mediaprofesi.id – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai bahwa reshuffle kabinet terbaru yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto, khususnya penggantian Menteri Keuangan, menjadi perhatian utama pelaku pasar karena akan menentukan arah kebijakan fiskal ke depan.

Rully Arya Wisnubroto, Chief Economist & Head of Research Mirae Asset, menjelaskan bahwa pasar tengah mencermati arah kebijakan fiskal setelah Sri Mulyani Indrawati digantikan oleh Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan.

“Sejak 2016, Sri Mulyani dikenal menekankan disiplin fiskal dan transparansi anggaran. Dengan pergantian ini, mandat Presiden kepada Menteri Keuangan baru adalah mempercepat pencapaian pertumbuhan ekonomi 8%,” ujar Rully dalam Media Day: September 2025 by Mirae Asset bertema New Economic Policy: Impact on Growth and Capital Market, Selasa (23/9) di Jakarta.

Menurut Rully, ke depannya publik akan melihat kebijakan fiskal yang lebih ekspansif dengan peran pemerintah dan swasta yang lebih besar dalam mendorong pertumbuhan

Dia menambahkan kebijakan ekonomi yang menjadi sorotan pasar di bawah kepemimpinan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa antara lain adalah, pertama, pergeseran dari disiplin fiskal menuju kebijakan pro-growth dengan target pertumbuhan ekonomi 8%.

Kedua, kebijakan fiskal yang lebih ekspansif, melalui peningkatan belanja pemerintah dan dukungan terhadap program prioritas, salah satunya adalah dengan menyalurkan dana kredit ke bank-bank BUMN senilai Rp 200 triliun. Ketiga, optimalisasi peran sektor swasta dan pemerintah dalam mendorong investasi dan konsumsi.

Dia menambahkan bahwa meskipun latar belakang Purbaya sebagai ekonom dan mantan pejabat BUMN memberikan keyakinan akan kapasitasnya, pelaku pasar tetap menunggu kejelasan mengenai komitmen disiplin fiskal, transparansi anggaran, dan sumber pembiayaan program prioritas pemerintah.

Dengan demikian maka implikasi kebijakan baru tersebut bagi pasar modal adalah volatilitas jangka pendek yang berpotensi berlanjut, tetapi peluang investasi tetap terbuka dalam periode konsolidasi.

“Pasar masih menantikan kepastian apakah kebijakan ekspansif ini akan tetap menjaga keberlanjutan fiskal. Ketidakpastian tersebut menjadi salah satu faktor yang menahan pergerakan indeks saham dan meningkatkan volatilitas pasar obligasi,” jelas Rully.

Menurut dia, Mirae Asset memprediksi bahwa pelemahan pasar saham masih berpotensi berlanjut dalam jangka pendek. Namun, kondisi tersebut justru dapat menjadi momentum bagi investor untuk membeli di saat koreksi (buy on weakness) pada saham-saham pilihan.

Rully menyarankan sektor perbankan yang diprediksi kinerjanya dapat membaik terutama untuk bank BUMN dengan adanya penyaluran dana Rp 200 triliun, asalkan tidak diikuti dengan kenaikan kredit tidak lancar (NPL) yang signifikan.

Selain saham-saham emiten perbankan, dia juga merekomendasikan saham TLKM, TOWR, MTEL, JPFA, KLBF, dan BRPT sebagai saham pilihan yang berpotensi menarik dalam periode konsolidasi ini.

Acara Media Day tersebut diselenggarakan secara online sebagai bagian dari agenda rutin bulanan Mirae Asset Sekuritas Indonesia untuk memberikan pembaruan informasi terkini mengenai prospek pasar, kebijakan ekonomi, serta peluang investasi bagi investor ritel maupun institusi. * (Syam/Wah)

Post Views286 Views
Tags: Kebijakan FiskalMenteri KeuanganMirae AssetPasar ModalPasar SahamSekuritas

Related Posts

Rupiah Tembus Rp17.812, Asing Cabut dari Pasar, Keputusan BI Jadi Penentu IHSG
Ekonomi

Rupiah Tembus Rp17.812, Asing Cabut dari Pasar, Keputusan BI Jadi Penentu IHSG

by Wahyu
Senin, 21 September 2026
18
The Fed Kembali Naikkan Bunga, Pasar Indonesia Mulai Waspada: Apa Dampaknya ke Rupiah dan SUN?
Ekonomi

The Fed Kembali Naikkan Bunga, Pasar Indonesia Mulai Waspada: Apa Dampaknya ke Rupiah dan SUN?

by Wahyu
Kamis, 17 September 2026
18

RECOMMENDED

Bridgestone Gaspol Perluas Jaringan Aftersales di Jawa Timur, TOMO Signature Pertama Hadir di Madiun

Bridgestone Gaspol Perluas Jaringan Aftersales di Jawa Timur, TOMO Signature Pertama Hadir di Madiun

22 September 2026
6
NII KB Bank Meledak 54,44%, Fundamental Mulai Makin Berisi di Semester I 2026

NII KB Bank Meledak 54,44%, Fundamental Mulai Makin Berisi di Semester I 2026

22 September 2026
9

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    601 shares
    Share 240 Tweet 150
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    402 shares
    Share 161 Tweet 101
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    395 shares
    Share 158 Tweet 99
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    364 shares
    Share 146 Tweet 91
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    362 shares
    Share 145 Tweet 91
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi
  • Contact
  • Media Partner

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM