MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Rabu, 16 September 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Rabu, 16 September 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Sosialita

Wadhwani Foundation Soroti Tantangan dan Kesenjangan Ketenagakerjaan Indonesia

Syamhudi by Syamhudi
Kamis, 18 Desember 2025
in Sosialita
Wadhwani Foundation Soroti Tantangan dan Kesenjangan Ketenagakerjaan Indonesia
13
VIEWS

Jakarta, Mediaprofesi.id – Wadhwani Foundation Indonesia menyoroti bahwa tantangan ketenagakerjaan Indonesia saat ini tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan lapangan kerja, tetapi juga kesiapan talenta dalam memenuhi kebutuhan industri.

Kesenjangan soft skills, seperti komunikasi, kolaborasi, problem-solving, dan produktivitas, yang masih menjadi faktor kunci yang mempengaruhi tingkat employability tenaga kerja Indonesia.

Menjawab tantangan tersebut, Wadhwani Foundation Indonesia bersama Perhimpunan Manajemen Sumberdaya Manusia (PMSM) secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) sebagai bentuk kerjasama strategis untuk memperkuat pengembangan soft skills dan kesiapan kerja talenta Indonesia.

Kerjasama ini menghubungkan jaringan HR Leaders lintas industri PMSM dengan solusi pembelajaran berbasis teknologi dari Wadhwani Foundation melalui platform AI-based JobReady yang dapat diakses secara gratis.

Platform ini dirancang untuk melengkapi kompetensi teknis dengan pengembangan soft skills yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja nyata, serta membuka potensi kolaborasi HR sebagai hiring partners bagi talenta bersertifikat JobReady.

Herdian Mohammad, Vice President WSN & Country Director Wadhwani Foundation Indonesia, menyampaikan bahwa kesenjangan soft skills merupakan tantangan krusial dalam pengembangan tenaga kerja nasional.

“Kesenjangan soft skills masih menjadi tantangan utama dalam employability tenaga kerja Indonesia. Riset menunjukkan bahwa hingga 85% kesuksesan seseorang di dunia kerja ditentukan oleh soft skills, namun sebagian besar pelatihan masih berfokus pada aspek teknis. Melalui kerjasama dengan PMSM, kami ingin memastikan bahwa persiapan talenta benar-benar selaras dengan kebutuhan industry,” tambahnya.

Wadhwani Foundation memiliki komitmen jangka panjang untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia Indonesia, dengan target mencapai 3 juta penempatan kerja (job placement) hingga tahun 2030, melalui kolaborasi dengan dunia usaha, institusi pendidikan, dan pemangku kepentingan terkait.

Hal ini merupakan mimpi dari Wadhwani Foundation, untuk membawa dampak yang lebih luas lagi dengan melihat kemungkinan dimana untuk setiap orang yang mendapatkan kerja, juga berkontribusi untuk menghidupi beberapa anggota keluarganya yang lain. Dengan pemikiran ini, Wadhwani Foundation ingin berbagi manfaat yang lebih besar bagi penghidupan yang lebih baik lagi.

Dukungan serta jejaring yang dibangun oleh Wadhwani Skilling Network (WSN) melalui kolaborasi dengan SMK dan universitas di berbagai wilayah Indonesia selaras dengan misi PMSM, yang memandang kemitraan ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat peran HR sebagai jembatan antara dunia pendidikan dan dunia industri.

Cornelius Pantow, Head of Membership and Strategic Partnership PMSM menyatakan, “Target menuju Indonesia 2030 membutuhkan pendekatan yang kolaboratif. PMSM memandang kerjasama ini sebagai langkah konkret untuk mempercepat kesiapan kerja tenaga kerja Indonesia melalui kolaborasi HR leaders, teknologi pembelajaran, dan ekosistem industri.”

Penandatanganan MoU ini dilaksanakan dalam rangkaian HR Leaders & Media Breakfast Dialogue, yang mempertemukan HR Leaders, media, dan pemangku kepentingan terkait untuk berdiskusi mengenai tantangan dan solusi kesiapan kerja tenaga kerja Indonesia. Acara ini juga menghadirkan sesi diskusi, talkshow, serta demo platform JobReady sebagai gambaran konkret pemanfaatan teknologi AI dalam pengembangan soft skills. 

Program JobReady ini merupakan solusi lengkap dan aplikatif, mencakup 79 jam pembelajaran, 75 micro-modul, 11 penilaian, serta pendekatan pembelajaran hybrid atau yang disebut juga sebagai flipped classroom, menggabungkan pembelajaran mandiri secara digital dengan kolaborasi di kelas. Peserta juga didukung oleh Wadhwani GenieAI, sebuah copilot AI yang membantu mensimulasikan wawancara kerja, merangkum materi, dan memberikan umpan balik personal dalam hitungan detik, sehingga mutu pembelajaran tetap konsisten di berbagai wilayah dan jenis institusi. Seluruh pelatihan, sertifikasi, dan akses platform diberikan 100% gratis, termasuk dukungan persiapan wawancara kerja untuk berbagai jenis profesi.

Ke depan, Wadhwani Foundation dan PMSM akan mendorong kolaborasi lanjutan dengan perusahaan, SMK/SMA, universitas, serta training providers, untuk mengintegrasikan pengembangan soft skills ke dalam proses rekrutmen dan pengembangan talenta secara berkelanjutan. * (Syam)

Post Views282 Views
Tags: Perhimpunan Manajemen Sumberdaya Manusia (PMSM)platform AI-based JobReadyTenaga KerjaWadhwani Foundation

Related Posts

Di tahun ke-80 Indonesia Merdeka Masih Menghadapi Kesenjangan Tenaga Kerja di Masa Depan
Ekonomi

Di tahun ke-80 Indonesia Merdeka Masih Menghadapi Kesenjangan Tenaga Kerja di Masa Depan

by Pratama
Sabtu, 16 Agustus 2025
15
Hasil Penelitian Menemukan Faktor Kunci Kesuksesan Tunanetra Bekerja di sektor Formal
Ekonomi

Hasil Penelitian Menemukan Faktor Kunci Kesuksesan Tunanetra Bekerja di sektor Formal

by Syamhudi
Kamis, 3 Oktober 2024
36

RECOMMENDED

Komisi Marketplace Bisa 18%, Kanal Tanpa Komisi Jadi Angin Segar bagi UMKM

Komisi Marketplace Bisa 18%, Kanal Tanpa Komisi Jadi Angin Segar bagi UMKM

16 September 2026
6
Industri Kosmetik Makin Ramai, Cosmobeauté 2026 Siapkan 1.550 Brand dan 60+ Program

Industri Kosmetik Makin Ramai, Cosmobeauté 2026 Siapkan 1.550 Brand dan 60+ Program

16 September 2026
7

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    599 shares
    Share 240 Tweet 150
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    400 shares
    Share 160 Tweet 100
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    392 shares
    Share 157 Tweet 98
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    362 shares
    Share 145 Tweet 91
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    360 shares
    Share 144 Tweet 90
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi
  • Contact
  • Media Partner

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM