Jakarta, Mediaprofesi.id – Biaya berjualan di marketplace kini menjadi salah satu pos yang harus dihitung serius oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dengan biaya layanan yang disebut berada di kisaran 10% hingga 18% dari setiap transaksi, belum termasuk promosi dan iklan, ruang margin pelaku usaha semakin perlu dijaga.
Di tengah kondisi tersebut, kanal penjualan tanpa komisi menjadi alternatif yang menarik bagi UMKM untuk memperluas pasar sekaligus menjaga efisiensi bisnis.
Kementerian UMKM pada 2026 menyebut biaya layanan marketplace kepada penjual berada pada kisaran 10% hingga 18% dari setiap transaksi. Pada saat yang sama, jumlah UMKM yang masuk ke ekosistem digital terus bertambah. Kementerian UMKM menyebut sekitar 27 juta UMKM telah memanfaatkan media sosial dan marketplace untuk menjalankan aktivitas bisnisnya.
Besarnya potensi pasar digital tersebut membuat persoalan biaya menjadi semakin penting. Bagi UMKM dengan skala dan margin yang terbatas, setiap persentase biaya transaksi dapat berdampak pada keuntungan yang diperoleh.
Peluang efisiensi inilah yang coba ditawarkan melalui program NEO rheumacyl Peduli UMKM 2026. Untuk penyelenggaraan ketujuh sejak pertama kali digelar pada 2020, NEO rheumacyl memperluas dukungan kepada UMKM dengan membuka akses pasar digital melalui Tempomart.com.
Program ini memberikan kesempatan kepada UMKM terpilih untuk berjualan di Tempomart.com tanpa komisi penjualan selama enam bulan. Tak berhenti pada pembukaan kanal penjualan, dukungan juga mencakup promosi berupa voucher diskon dan gratis ongkos kirim, serta paket pendampingan untuk membantu meningkatkan visibilitas dan mengembangkan penjualan online.
“Bagi kami, semangat NEO rheumacyl dengan slogannya ‘Terus Bergerak, Saat Menyerah Bukan Pilihan’ mencerminkan keseharian para pelaku UMKM yang terus berupaya menjaga keberlangsungan usahanya di tengah berbagai tantangan,” ujar Diana Theodora, General Manager Brand Creative Content & Communication Health Care Division, PT Tempo Scan Pacific Tbk.

Menurut Diana, UMKM membutuhkan lebih dari sekadar toko online. Akses terhadap modal, pasar, dan pengetahuan yang relevan juga menjadi bagian penting untuk menjaga keberlangsungan serta mendorong pertumbuhan usaha.
“Kami ingin membantu UMKM bukan sekadar memiliki toko online, tetapi juga meningkatkan visibilitas, menjaga margin, dan membangun bisnis yang lebih siap bertumbuh,” katanya.
Tempomart.com, platform online commerce milik Tempo Scan Group yang hadir sejak 2019, menjadi bagian dari strategi tersebut. Kanal ini membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk memperluas jangkauan pasar melalui ekosistem digital dengan struktur biaya penjualan yang lebih efisien.
“Kehadiran Tempomart.com sebagai mitra dalam program NEO rheumacyl Peduli UMKM membawa semangat bahwa inovasi lokal tidak hanya hadir melalui produk, tetapi juga melalui ekosistem digital yang dapat membuka ruang tumbuh bagi pelaku usaha Indonesia,” kata Suli Anggara, Deputy Managing Director Sales & Marketing PT Tempo Digital Nusantara.
Program NEO rheumacyl Peduli UMKM sendiri terus berkembang selama enam tahun terakhir. Jika sebelumnya dukungan berfokus pada promosi dan penguatan kapasitas usaha, tahun ini program diperluas dengan kombinasi dukungan modal serta peningkatan kemampuan berjualan di ekosistem digital.
Pendaftaran program dibuka selama Agustus hingga Oktober 2026 melalui www.neorheumacyl.com/PeduliUMKM. Setelah melewati proses seleksi dan verifikasi sesuai syarat dan ketentuan, 20 UMKM terpilih akan mengikuti pembinaan dan mulai membuka lapak di Tempomart.com.
Di tengah biaya marketplace yang dapat mencapai 18% per transaksi, ruang berjualan tanpa komisi selama enam bulan setidaknya memberi UMKM kesempatan untuk mengalokasikan lebih banyak hasil penjualan bagi pengembangan usaha. * (Syam/Pra)





