MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Senin, 12 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Senin, 12 Oktober 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup

Kini Pasien Kanker Serviks Bisa Manfaatkan Teknologi Radioterapi Presisi Tinggi

Syamhudi by Syamhudi
Minggu, 4 Januari 2026
in Gaya Hidup
Kini Pasien Kanker Serviks Bisa Manfaatkan Teknologi Radioterapi Presisi Tinggi
14
VIEWS

Jakarta, Mediaprofesi.id – Tingginya angka kanker serviks di Indonesia yang menempati peringkat kedua kanker terbanyak pada perempuan dengan sekitar 36.000 kasus baru setiap tahunnya.

Perkembangan teknologi radioterapi menghadirkan harapan baru bagi pasien yang menjadi salah satu metode penanganan kanker yang efektif dan presisi, tidak hanya untuk kanker serviks, tetapi juga kanker ginekologi lainnya, dengan tingkat keamanan dan kenyamanan pasien yang terus meningkat.

“Sekitar 50–60% pasien kanker membutuhkan radioterapi sebagai bagian dari rangkaian pengobatannya. Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap skrining kanker serviks, semakin banyak pasien yang terdeteksi pada stadium yang masih dapat ditangani secara optimal dengan radioterapi, khususnya pada stadium II dan III.” ujar dr. Fauzan Herdian, Sp.Onk.Rad, Dokter Spesialis Onkologi Radiasi dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi Mediaprofesi.id (4/1/2026) di Jakarta.

Menurut dr. Fauzan, dalam penanganan kanker, radioterapi dilakukan melalui dua pendekatan utama, yaitu radioterapi eksternal dan brakiterapi. Radioterapi eksternal merupakan metode yang paling umum, menggunakan sinar pengion berenergi tinggi yang diarahkan secara presisi ke area tumor melalui mesin khusus, dengan durasi sekitar 10–30 menit per sesi tanpa menimbulkan rasa sakit.

Sementara itu, brakiterapi dilakukan dengan menempatkan aplikator langsung ke area tumor dan menjadi bagian penting—bahkan wajib bila tidak ada kontraindikasi—dalam terapi kanker serviks untuk melengkapi dosis radiasi secara optimal. Efek samping radioterapi umumnya bersifat lokal dan sementara, seperti iritasi kulit, gangguan pencernaan, atau keluhan berkemih.

Perkembangan teknologi radioterapi dalam beberapa tahun terakhir menghadirkan teknik presisi tinggi seperti 3D Conformal Radiotherapy (3DCRT) dan Intensity-Modulated Radiation Therapy (IMRT), termasuk teknik lanjutan VMAT dan IGRT. Teknologi ini memungkinkan pengaturan dosis radiasi yang lebih akurat, sehingga efektif menargetkan tumor sekaligus meminimalkan paparan ke jaringan sehat.

Pada kanker serviks, radioterapi berperan penting di berbagai stadium, mulai dari terapi tambahan pasca operasi, terapi utama pada stadium lokal lanjut, hingga pengendalian gejala pada stadium lanjut.

Deteksi dini masih menjadi kunci dalam penyakit kanker karena memberikan peluang kesembuhan yang sangat tinggi, bahkan mendekati 100% bila ditemukan pada tahap pra-kanker atau stadium awal. Terapi menjadi lebih singkat, efek samping lebih ringan, dan biaya pengobatan jauh lebih rendah.

Skrining kanker serviks dianjurkan dilakukan secara berkala melalui Pap smear setiap 3–5 tahun setelah menikah, atau tes IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) sebagai skrining awal, terutama di wilayah dengan keterbatasan akses layanan.

“Radioterapi bukan lagi terapi yang menakutkan. Dengan teknologi modern dan deteksi dini, radioterapi bahkan menjadi solusi yang memberi harapan besar bagi pasien kanker untuk sembuh dan kembali menjalani hidup secara produktif,” tutup dr. Fauzan. * (Syam)

Post Views253 Views
Tags: Kanker ServiksPrimaya HospitalRadioterapi

Related Posts

Penantian 9 Tahun Berbuah Tangis Bahagia, Perjuangan Rifky dan Yulia Sambut Buah Hati Lewat IVF
Gaya Hidup

Penantian 9 Tahun Berbuah Tangis Bahagia, Perjuangan Rifky dan Yulia Sambut Buah Hati Lewat IVF

by Syamhudi
Kamis, 21 Mei 2026
20
Food Genomics: Terapi Nutrisi Pola Makan Berbasis DNA
Gaya Hidup

Food Genomics: Terapi Nutrisi Pola Makan Berbasis DNA

by Wahyu
Minggu, 11 Januari 2026
20

RECOMMENDED

VinFast Tebar Insentif Rp1 Miliar per Showroom, Diler Motor Listrik Diburu, Indonesia Jadi Target Ekspansi

VinFast Tebar Insentif Rp1 Miliar per Showroom, Diler Motor Listrik Diburu, Indonesia Jadi Target Ekspansi

12 Oktober 2026
6
DFSK E5 Plus Tantang SUV Premium, Teknologi PHEV, Fitur Sultan, Harga Cuma Rp499 Juta

DFSK E5 Plus Tantang SUV Premium, Teknologi PHEV, Fitur Sultan, Harga Cuma Rp499 Juta

12 Oktober 2026
9

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    606 shares
    Share 242 Tweet 152
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    407 shares
    Share 163 Tweet 102
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    400 shares
    Share 160 Tweet 100
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    370 shares
    Share 148 Tweet 93
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    368 shares
    Share 147 Tweet 92
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi
  • Contact
  • Media Partner

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM