MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Rabu, 24 Juni 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Rabu, 24 Juni 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup

Food Genomics: Terapi Nutrisi Pola Makan Berbasis DNA

Wahyu by Wahyu
Minggu, 11 Januari 2026
in Gaya Hidup
Food Genomics: Terapi Nutrisi Pola Makan Berbasis DNA
16
VIEWS

Jakarta, Mediaprofesi.id – Food genomics merupakan terapi nutrisi berbasis genetika, dimana rekomendasi asupan disesuaikan dengan kode genetik masing-masing individu. Perbedaan gen membuat respons tubuh terhadap makanan, mulai dari metabolisme hingga potensi intoleransi, tidak sama pada setiap orang.

Gaya hidup sehat kini semakin personal. Salah satu pendekatan yang mulai mendapat perhatian adalah food genomics atau nutrigenomik, metode nutrisi yang menyesuaikan pola makan berdasarkan profil DNA individu.

Pendekatan ini dinilai mampu menjawab keterbatasan diet konvensional yang kerap memberikan hasil berbeda pada setiap orang.

“Tidak ada satu pola makan yang cocok untuk semua orang. Perbedaan kode genetik mempengaruhi cara tubuh merespons nutrisi, sehingga pendekatan ini bersifat sangat personal,” ujar dr. Davie Muhamad, Sp.GK, Dokter Spesialis Gizi dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi Mediaprofesi.id (11/1) di Jakarta. 

Secara global, riset nutrigenomik terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran terhadap pencegahan penyakit dan gaya hidup sehat tiap individu. Di Indonesia, pemeriksaan food genomics masih terbatas, meski penelitian terkait hubungan gen dan nutrisi sudah cukup banyak. 

Tes food genomics dilakukan melalui sampel darah atau air liur dengan waktu analisis sekitar 1–2 minggu. Hasilnya kemudian diinterpretasikan dokter gizi klinik untuk memberikan rekomendasi nutrisi personal, termasuk pengaturan makronutrien, vitamin tertentu seperti vitamin D, lemak esensial omega-3, hingga rekomendasi olahraga.

“Secara teori, hasil nutrigenomik tidak berubah karena genetik seseorang bersifat tetap. Tetapi pada penerapannya tetap perlu mempertimbangkan faktor epigenetik dan lingkungan, seperti pola hidup, stres, dan aktivitas fisik. Karena itulah diet yang berhasil pada satu orang belum tentu efektif pada orang lain,” tambahnya.

Selain itu, panel nutrigenomik juga dapat memberikan gambaran terkait potensi alergi atau intoleransi makanan, sehingga membantu individu menghindari asupan yang berisiko menimbulkan gangguan kesehatan.

dr Davie menegaskan bahwa food genomics bukan pengganti prinsip dasar hidup sehat. Masyarakat tetap dapat memulai langkah sederhana melalui pola makan teratur, tidak melewatkan waktu makan, serta memastikan komposisi makanan yang lengkap dan seimbang.

Ke depan, food genomics diproyeksikan berkembang sebagai salah satu modalitas penunjang gaya hidup sehat yang lebih presisi, dengan potensi integrasi bersama teknologi AI, big data, dan perangkat wearable.

“Harapannya, food genomics dapat menjadi alat pendukung dalam menentukan pola makan yang lebih personal, sehingga berkontribusi pada perbaikan tren kesehatan masyarakat Indonesia dalam sepuluh  tahun ke depan,” tutup dr. Davie. * (Syam/Wah)

Post Views162 Views
Tags: Food genomicsnutrigenomiknutrisiPola Makan SehatPrimaya Hospital

Related Posts

Penantian 9 Tahun Berbuah Tangis Bahagia, Perjuangan Rifky dan Yulia Sambut Buah Hati Lewat IVF
Gaya Hidup

Penantian 9 Tahun Berbuah Tangis Bahagia, Perjuangan Rifky dan Yulia Sambut Buah Hati Lewat IVF

by Syamhudi
Kamis, 21 Mei 2026
14
Kini Pasien Kanker Serviks Bisa Manfaatkan Teknologi Radioterapi Presisi Tinggi
Gaya Hidup

Kini Pasien Kanker Serviks Bisa Manfaatkan Teknologi Radioterapi Presisi Tinggi

by Syamhudi
Minggu, 4 Januari 2026
12

RECOMMENDED

Tak Perlu Terbang ke Amsterdam, Ribuan Karya Seni Dunia Kini Hadir di Samsung TV

Tak Perlu Terbang ke Amsterdam, Ribuan Karya Seni Dunia Kini Hadir di Samsung TV

24 Juni 2026
14
Kolaborasi UT-UGM Makin Erat, Buka Peluang Lebih Besar bagi Generasi Muda Indonesia

Kolaborasi UT-UGM Makin Erat, Buka Peluang Lebih Besar bagi Generasi Muda Indonesia

24 Juni 2026
14

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    576 shares
    Share 230 Tweet 144
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    373 shares
    Share 149 Tweet 93
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    368 shares
    Share 147 Tweet 92
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    335 shares
    Share 134 Tweet 84
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    334 shares
    Share 134 Tweet 84
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM