MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Selasa, 15 September 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Selasa, 15 September 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Nasional

Astra Komponen Indonesia Luncurkan Alat Kesehatan Berbasis Teknologi Digital

Syamhudi by Syamhudi
Kamis, 2 April 2026
in Nasional
Astra Komponen Indonesia Luncurkan Alat Kesehatan Berbasis Teknologi Digital
40
VIEWS

Bogor, Mediaprofesi.id – Sejalan dengan strategi pemerintah dalam meningkatkan kemandirian sektor kesehatan nasional, PT Astra Komponen Indonesia (ASKI), anak perusahaan PT Astra Otoparts Tbk, pada hari ini (1/4) meluncurkan enam alat kesehatan berbasis teknologi digital.

Enam alat kesehatan yang diluncurkan meliputi ultrasonography 4D, syringe pump, infusion pump, electrocardiograph 12 channel, tensimeter sekaligus alat pengukur kadar gula, kolesterol, dan asam urat GCU 4in1, serta GCU 3in1 yang diintegrasikan dengan aplikasi digital dan predictive analytics berbasis Artificial Intelligence untuk mendukung pelayanan kesehatan yang lebih efektif dan terintegrasi.

Dengan menghadirkan alat kesehatan berbasis teknologi digital yang didukung kapabilitas research & development (R&D) dan fasilitas produksi di dalam negeri, ASKI tidak hanya memperluas portofolio produk dalam negeri, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan pemanfaatan alat kesehatan lokal di fasilitas pelayanan kesehatan, sehingga dapat mendorong menciptakan lapangan kerja dan berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi nasional.

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas industri nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap produk luar negeri. Selain itu, kehadiran alat kesehatan tersebut merupakan wujud komitmen ASKI dalam mendukung pelayanan kesehatan dan kegiatan screening kesehatan masyarakat.

Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin menyampaikan apresiasinya terhadap ASKI yang berkontribusi pada sektor industri alat kesehatan dalam mendukung ketahanan sistem kesehatan nasional dan menciptakan lapangan kerja.

“Ada tiga hal penting mengapa kami mendorong kemandirian alat kesehatan di Indonesia. Pertama, kami ingin menyediakan alat kesehatan yang berkualitas dengan harga terjangkau untuk masyarakat. Kedua, dengan dukungan alat kesehatan dalam negeri, kami ingin memastikan ketahanan sistem kesehatan nasional, dan ketiga, dengan kemandirian alat kesehatan dalam negeri, sektor kesehatan dapat menciptakan lapangan kerja dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Menteri Kesehatan dalam peluncuran alat kesehatan ASKI hari ini.

“Melalui penguatan kemampuan R&D, pembangunan fasilitas produksi di dalam negeri, dan pengembangan alat kesehatan berbasis teknologi, kami berkomitmen untuk menghadirkan produk yang berkualitas, berdaya saing, dan mampu menjawab kebutuhan layanan kesehatan di Indonesia. Langkah ini merupakan wujud dari kontribusi kami dalam mendukung kemandirian industri alat kesehatan nasional. Kami percaya, semakin kuat industri alat kesehatan dalam negeri, semakin besar pula kemampuan kita dalam menghadirkan layanan kesehatan untuk masyarakat yang berkualitas, lebih merata, dan berkelanjutan, sehingga meningkatan ketahanan sektor kesehatan nasional,” ujar Hamdhani Dzulkarnaen Salim, Presiden Direktur Astra Otoparts, dalam sambutannya.

Selain peluncuran produk alat kesehatan, Menteri Kesehatan mengunjungi fasilitas produksi plastic injection dan alat kesehatan ASKI, R&D, laboratorium, dan showroom untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai kesiapan industri dalam negeri dalam mengembangkan dan memproduksi alat kesehatan berbasis teknologi.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, pemanfaatan alat kesehatan produksi dalam negeri di fasilitas pelayanan kesehatan menunjukkan tren peningkatan secara signifikan, dari sekitar 12% pada tahun 2019 menjadi sekitar 48% pada tahun 2024. Meskipun demikian, jumlah alat kesehatan yang beredar di Indonesia masih didominasi oleh produk impor, dengan lebih dari 59.000 produk luar negeri dibandingkan sekitar 19.000 produk dalam negeri.

Kondisi ini menegaskan pentingnya percepatan penguatan industri alat kesehatan nasional, agar dapat meningkatkan penggunaan alat kesehatan dalam negeri, sehingga mengurangi ketergantungan terhadap produk luar negeri.

Ekosistem Industri Alat Kesehatan

Melalui peluncuran alat kesehatan ini, ASKI menegaskan komitmennya untuk menjadi bagian dari ekosistem industri alat kesehatan nasional yang kuat dan berkelanjutan. Kolaborasi antara pemerintah (dalam hal ini Kemenkes dan Kemenperin), universitas, industri, dan distributor diharapkan dapat mempercepat terwujudnya kemandirian alat kesehatan nasional sekaligus meningkatkan akses layanan kesehatan yang lebih merata bagi masyarakat Indonesia. Kolaborasi lintas sektor merupakan kunci dalam menciptakan ekosistem kesehatan yang tangguh dan berkelanjutan.

Sinergi tersebut juga tercermin melalui kolaborasi yang telah terjalin bersama PT Darya-Varia Laboratoria Tbk, dalam pengembangan solusi alat kesehatan berbasis teknologi digital. Kolaborasi ini antara lain diwujudkan melalui pengembangan perangkat GCU 4in1 dan 3in1 yang mendukung kegiatan screening serta deteksi dini penyakit tidak menular melalui pemanfaatan teknologi berbasis data.

GCU 4in1 merupakan perangkat multifungsi pertama di Indonesia yang mengintegrasikan pengukuran tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan asam urat dalam satu alat. Sementara itu, GCU 3in1 menghadirkan solusi praktis untuk pemeriksaan gula darah, kolesterol, dan asam urat. Kedua perangkat ini dirancang untuk mendukung deteksi dini penyakit tidak menular serta mendorong layanan kesehatan yang terintegrasi dan berbasis data, sekaligus memudahkan pemantauan kesehatan secara komprehensif dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, ASKI juga terus mengarahkan inovasi produknya untuk mendukung penguatan layanan kesehatan yang lebih promotif dan preventif. Dengan demikian, produk yang dihasilkan tidak hanya berkontribusi pada penguatan industri, tetapi juga pada peningkatan akses layanan kesehatan untuk masyarakat yang lebih luas dan merata.

Sejak melakukan diversifikasi ke sektor alat kesehatan pada tahun 2020, ASKI terus memperluas pengembangan produknya dan hingga saat ini telah menghasilkan lebih dari 30 jenis alat kesehatan dengan kandungan tingkat komponen dalam negeri yang mencapai kisaran 40–59% serta bobot manfaat perusahaan sebesar 12,7%. Capaian ini mencerminkan kontribusi nyata ASKI dalam memperkuat industri nasional dan sekaligus mendorong pemberdayaan usaha menengah dan kecil menengah lokal.

Seluruh proses pengembangan, mulai dari desain produk serta pengembangan sistem mekanik, elektronik, dan perangkat lunak, hingga pembuatan tooling, dilakukan secara mandiri di dalam negeri. Melalui langkah ini, ASKI menegaskan perannya sebagai bagian dari upaya dalam membangun industri alat kesehatan nasional yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing global, sekaligus mendukung peningkatan akses dan kualitas layanan kesehatan masyarakat Indonesia.  * (Syam)

Post Views247 Views
Tags: Alat KesehatanAstra OtopartsPT Astra Komponen Indonesia (ASKI)

Related Posts

Astra Otoparts Bawa 25 Perusahaan ke Automechanika Jakarta 2026
Ekonomi

Astra Otoparts Bawa 25 Perusahaan ke Automechanika Jakarta 2026

by Pratama
Jumat, 14 Agustus 2026
23
KYB Bawa Banyak Kejutan di GIIAS 2026, dari RX King hingga Mitsubishi Canter
Ekonomi

KYB Bawa Banyak Kejutan di GIIAS 2026, dari RX King hingga Mitsubishi Canter

by Syamhudi
Sabtu, 8 Agustus 2026
32

RECOMMENDED

AI Makin Dipakai Karyawan, Celah Kebocoran Data Makin Besar. Akamai Siapkan Solusinya

AI Makin Dipakai Karyawan, Celah Kebocoran Data Makin Besar. Akamai Siapkan Solusinya

15 September 2026
7
Tambang Makin Digital, Hytera Siapkan Teknologi Komunikasi untuk Tutup Celah Sinyal

Tambang Makin Digital, Hytera Siapkan Teknologi Komunikasi untuk Tutup Celah Sinyal

15 September 2026
8

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    599 shares
    Share 240 Tweet 150
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    399 shares
    Share 160 Tweet 100
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    392 shares
    Share 157 Tweet 98
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    362 shares
    Share 145 Tweet 91
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    359 shares
    Share 144 Tweet 90
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi
  • Contact
  • Media Partner

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM